My Maid And I

My Maid And I
Part 16. My Maid and I



Sesampainya di dalam lift, Mina menekan tombol angka 12. Saat pintu lift akan tertutup, tiba tiba ada sebuah tangan yang menghalanginya. Tampak seorang pria berkulit putih dan juga berambut blonde masuk beserta seorang wanita berkulit yang sama di belakangnya.


Pria itu akan menekan tombol 12 tapi di urungkannya sesaat menatap Mina dan kemudian menekan tombol Close. Wanita di sebelahnya bergelayut mesra di lengan pria itu. Berusaha untuk meraba raba dada sang pria. Bukannya menepis tangan sang kekasih, pria itu hanya membiarkannya.


Mina menyadari bahwa dirinya saat ini berada dalam suasana yang canggung. Mina yang masih menggunakan earphone meninggikan volume suara musicnya. Dengan lagu milik Enrique Iglesias berjudul Finally found You, yang sedang ia dengarkan saat ini untuk membuat dirinya tidak fokus pada desahan dari sepasang kekasih yang tidak tahu tempat itu.


Mina menfokuskan pandangannya ke arah angka di dalam lift yang berganti ganti karena telah melewati beberapa lantai. Tanpa di sengaja, Mina menatap mata dari sang pria lewat kaca lift. Dan pandangan mata pria itu lekat menatap Mina penuh goda sembari ******* bibir kekasihnya.


'Dasar orang orang tak punya etika' batin Mina.


Mina berharap agar lift yang ia naiki cepat sampai di atas. Agar tidak menjadi nyamuk pengganggu untuk orang yang sama sekali tidak mau menyadari bahwa di dalam lift ada orang lain.


Mungkin jika orang lain yang berada disini, mereka akan berdebat dengan sepasang kekasih ini. Tapi untuk Mina, tidak akan melakukan hal bodoh dengan mencari masalah dengan orang asing.


Mina merasa jengah, ia merasa bahwa lift yang biasa ia naiki itu lebih lama dari biasanya. Rasanya bermenit menit lebih lama dari yang seharusnya. Sungguh mulai muak dengan orang di belakangnya saat ini.


Bagaimana tidak, sepasang kekasih di belakangnya tengah bercumbu berciuman tanpa rasa malu. Meskipun tidak menatap langsung, tapi Mina dapat melihat dengan jelas adegan mereka lewat kaca pintu lift.


Ting...


Pintu lift terbuka.


'Akhirnya' batin Mina bersorak sorai.


Mina bergegas keluar dari lift sambil menarik Stroler yang berisi belanjaannya itu dengan gerakan yang cepat namun tidak gugup. Mina berusaha untuk bèrsikap biasa saja agar tidak mengganggu mereka.


Mina melihat sekilas bahwa sepasang kekasih tadi juga keluar dari lift dan berjalan menuju pintu yang berhadapan langsung dengan pintu apartemen tuannya.


'Jadi mereka tetangga Mr Johanson' batin Mina. Sesampainya di depan pintu apartemen sang tuan, Mina menyelipkan ibu jarinya ke layar pintu. Setelah pintu terbuka, ia masuk dan menutup pintu itu kemudian berlalu menuju dapur.


Mina menyimpan sayuran daging dan buah serta susu di dalam kulkas. Yang lainnya ia simpan di dalam lemari cabinet. Setelah selesai, Mina menyimpan stroler ke dalam gudang. Earphone masih setia di telinganya. Dengan lagu dari Base Jam yang berjudul Bukan Pujangga menjadi teman setia saat ini.


Mina menatap layar handphonenya bermaksud melihat jam di layar tersebut.Jam menunjukan pukul 12:35 pm. Jadi, ia berada di luar selama 2 jam lebih pikir Mina. Walau tidak ada hal yang di lakukan, Mina memilih untuk berdiam diri di dalam apartemen ketimbang keluyuran tidak jelas di luar. Alasannya itu lebih aman.


Seharusnya hari minggu kemarin, ia mengambil jatah cuti Off Day nya. Namun, ia malas untuk keluar rumah. Selain untuk menghemat pengeluaran dirinya selama bekerja disini.


Sisa potongan gaji 100 dollar setiap bulan baru saja terkumpul 400 dollar saja. Kadang ia harus memilah milah apa saja yang perlu di beli. Untungnya kadang sang tuan memberinya uang kes saat berbelanja sebelumnya. Selain sisanya kadang tidak mau ia ambil balik, ia menyuruh Mina menyimpannya. Untuk Mina jajan di luar.


Entah berapa banyak uang yang Mina dapatkan dari sisa uang belanja tersebut. Mina lebih memilih untuk memasukannya kedalam celengan kucing selama ia di sini. Hanya menyisakan beberapa puluh dollar saja.


Meski kadang pria yang menjadi majikannya itu sangat menyebalkan dan juga ketus dalam berbicara, tapi tidak pelit masalah uang dan makanan. Meski tidak pernah komplen masalah kebersihan, tapi masalah makanan sering membuatnya begitu frustasi.


Mina mengambil burger yang ia beli tadi. Sambil menikmati burger ia membuka galeri aplikasi ponselnya. Mina membuka aplikasi Whats Apps dan mencari nomer suaminya. Setelah 1 minggu yang lalu ia menelpon menggunakan telepon selular biasa, kali ini Mina lebih memilih untuk menggunakan WA saja. Selain ia bisa Video Call ia juga bisa menggunakan pesan suara.


Tut... tut... tut...


"Hallo..." suara berat namun menyejukan itu kembali Mina dengar.


"Asallamu'allaikum mas...?"


"Wa'allaikum sallam... eh... dek... kok palah Vi call.... aku kira hpmu bukan hp yang canggih.... jadi hp kamu canggih juga ya...??" tanya sang suami.


"Iya... mas... hp ku juga canggih kok... aku cuma punya nomor kamu jadi, aku cuma bisa telpon kamu saja... oh ya bagaimana kabar kamu juga keluarga...? Bapak, Ibu dan yang lainnya....?" tanya Mina memulai.


"Aku sehat dek... Bapak, Ibu juga yang lainnya sehat... anak anak juga sehat... Trisno adik kamu 2 hari yang lalu baru berangkat ke Kalimantan. Katanya mau ikut pak lek kamu yang sudah menetap disana buat ikut kerja di perkebunan kelapa sawit milik bos-nya...." kata sang suami.


"Oh... gitu ya mas... karena aku lupa nomernya Trisno jadi aku tidak mengabari dia... ngomong ngomong kamu sudah makan siang mas...?" tanta Mina.


" Belum dek... ni disini belum Dzuhur paling bentar lagi...." jawab sang suami.


"Memang disitu baru jam berapa mas...?"


"Jam 11: 40 pm... la kamu memang lagi makan siang ya.....?"


" Iya... makan Burger... ini..." kata Mina sambil menunjukannya.


"Makanmu burger tapi kok kamu kaya kurusan ya... apa cuma mataku aja yang minus terus liat kamu kurus...?"


"Emang aku kurusan mas... aku udah nggak gemuk lagi.... dari bobot 72kg sekarang 52kg loh... 5 bulan turun 20kg hebat nggak....?" kata Mina sambil terkekeh.


"Aku acungi jempol 5 dek... kamu memang hebat...."


"Kok 5 banyakan mas... emang jempolnya siapa saja... punyamu kan 4 jempol tangan 2 jempol kaki 2 la yang satu pinjem punya siapa mas.....?" tanya Mina heran.


"Ha...ha...ha yang satu ada di dalem celanaku...." kata pria itu sambil terkikik geli.


"Uh... dasar...:" Mina manyun.


"Dek... kok masih sepi sih... emang majikan kamu belum pulang...?"


"Belum mas... ngga ngasih kabar juga... paling asisten majikan aku yang datang ke sini buat ambil map yang di butuhkan itu pun entah berapa hari yang lalu... ""