
Stanly berkendara mengelilingi Kota di negara kecil itu kesana kemari tanpa ada tujuan. Sampai senja datang dan berubah menjadi malam. Ia berhenti di sebuah parkiran dekat jalan raya yang ada di tepi bibir pantai. Pria itu turun dari mobilnya dan berjalan menuju pagar pembatas untuk menghirup aroma laut.
View yang menjadi ikon negara ini memang sangat cantik. Gemerlap malam menjadikan tempat ini kebih berwarna. Dari kejauhan, ia melihat lampu lampu yang berkerlap kerlip menampilkan indahnya malam.
Entah berapa kali ia kemari saat sedang suntuk dari segala aktifitas serta pekerjaannya selama mengikuti Boss yang sekaligus sahabatnya itu. Stanly menyugar rambutnya dan menghela nafasnya pelan. Ia menyenderkan tubuhnya kedepan dan terus menatap keheningan malam yang menjadi hal favoritnya untuk menenangkan diri. Banyak juga pengunjung lain yang masih senantiasa setia menatap keheningan suasana malam.
Ia ingin pergi ke club atau apapun untuk bersenang senang namun di urungkannya. Seakan ia sudah tidak lagi bergairah menghadapi hidupnya tidak seperti waktu waktu yang telah berlalu.
Stanly mengusap wajahnya kasar. Tidak ada hal yang ingin ia lupakan kecuali masalalunya. Sesungguhnya, 3 hal yang membuatnya frustrasi. Pertama adalah orang tuanya terutama ayahnya yang menolak dirinya hadir karena sebuah kesalahan yang mereka buat. Kedua, cinta pertamanya yang menolak dirinya karena dia tidak tahu dengan jelas asal usulnya. Dan ketiga, bahkan seorang pelayan juga menolaknya.
Stanly memandang langit sekejap, menahan air mata yang ingin keluar dari dalam pelupuk matanya.
"Apa anda menangis Mr....?" tanya seseorang.
Stanly menoleh ke arah samping, ia melihat dengan sekilas wanita yang tengah berdiri yang berjarak kurang dari 2 meter darinya itu tengah menatap dirinya.
Merasa tidak dihiraukan, wanita itu lebih mendekat padanya. "Hay..." sapa wanita itu.
."Iya... apa yang kau inginkan nona?" tanya Stanly yang melihat wanita itu mendekat dan merasa risih dengan sikap wanita itu.
"Mr... Saya tidak menginginkan apa apa, hanya ingin tau apa yang anda lakukan di sini sendirian...?" tanya nya lembut tidak mempedulikan sikap pria di depannya.
"Bukan urusanmu...!!"jawabnya dingin. Dan berlalu meninggalkan wanita itu.
"Cukup menarik..." kata wanita itu dengan seringaian yang sulit di artikan.
Stanly duduk di sebuah bangku yang sudah cukup jauh dari tempatnya berdiri. Namun dirinya di kagetkan dengan kehadiran wanita itu lagi di dekatnya.
"Apa yang kau inginkan nona...? Kenapa kau mengikutiku...?" tanya nya lebih dingin.
Wanita itu tersenyum dan berkata, "Sebenarnya aku membutuhkan ongkos untuk pulang, tapi sepertinya anda sedang tidak mood dan sedang tidak ingin di ganggu..."
"Bukankah kau tau... kenapa kau masih disini...??"
tanyanya dengan suara meninggi.
"Ayolah... Mr... jangan kasar kasar padaku, aku hanya butuh uang... karena teman kencanku menipuku... aku kehilangan semua uangku hari ini...." kata wanita itu merayu.
Stanly mendengus kesal. "Bukan urusanku... dan maaf... nona.. aku tidak mengenalmu..." kata Stanly dan akan beranjak dari bangku yang di duduki nya.
"Kita bisa berkenalan dulu... Aku sali, siapa nama anda Mr....?" kata wanita itu dengan meraih tangan Stanly yang akan pergi menjauh.
Stanly menarik tangannya dengan kasar, wanita itu terhentak ke belakang di senderan bangku taman.
"Anda kasar sekali Mr...!! Saya tau mungkin anda saat ini butuh pelampiasan maka dari itu aku mendekatimu... kalau aku tidak butuh uang, mana mungkin aku mau menawarkan diri pada anda... hanya saja aku ingin minta belas kasihan anda untuk diriku karena tidak punya uang saat ini..." gerutu wanita itu.
Stanly berbalik menatap wanita itu dengan dingin. " Apa kau mengemis padaku untuk uang...? Apa yang bisa kau beri padaku jika aku memberimu uang...? Apa kau bisa memberikan tubuhmu....?" tanya Stanly dengan nada berat.
"Apa kau seorang Ja**ng...?" tanya pria itu dengan suara berat.
"Bisa jadi..." kata wanita itu mengiakan.
"Apa kau tidak menyayangi tubuhmu untuk di jajakan pada sembarang pria...? Bagaimana reaksi kekasih ataupun suamimu nantinya saat kau begitu kotor... apa kau tidak menyesal...?" tanya Stanly mengingatkan.
"Suamiku berada jauh dariku... ia tidak akan tau jika aku berada disini menjajakan tubuhku... dan itu urusanku nantinya... saat ini aku benar benar butuh uang... aku tidak butuh nasihat anda....!!!" kata wanita itu mulai kesal.
"Berapa bayaran yang kau minta....?" tanya Stanly datar.
"Aku akan memuaskan anda, anda bisa membayarku sesuai kemampuanku melayani anda..." tantang wanita itu.
"Baiklah... ikut aku...!!!" kata pria itu dengan menarik tangan sang wanita dan menyeretnya menuju parkiran mobilnya yang tidak jauh darinya saat ini.
Stanly dengan kasar mendorong wanita itu ke kursi sebelah kemudi dan segera menutup pintu itu kasar. Ia langsung masuk kedalam mobil dan mengemudikan mobilnya keluar dari parkiran menuju apartemennya dengan cepat namun masih standar.
Meski dalam keadaan genting, ia masih harus tetap mentaati peraturan di negara ini. Stanly melirik wanita di sebelahnya sekilas. Wanita itu cukup cantik. Hanya saja ia tidak menyangka ia memanfaatkan kecantikannya untuk hal buruk seperti wanita wanita yang pernah ia kenal dulu.
Sesampainya di parkiran apartemennya, ia mengajak wanita itu turun dan kemudian memasuki lift menuju lantai 11. Sesampainya diatas, ia langsung membuka pintu apartemenya dengan sidik jarinya. Ia mengajak wanita itu masuk dengan kasar.
" Apa kau baru melayani seseorang...?" tanya Stanly datar dan di angguki oleh wanita itu.
"Bersihkan dulu tubuhmu itu. Aku tidak mau menjamahmu dengan masih ada bekas pria lain di tubuhmu....!!!" kata Stanly dingin dan menunjukan kamar mandi yang biasa ia gunakan ketika membawa wanita wanita jalang nya dulu.
Setengah jam kemudian, wanita itu telah siap dengan hanya menggunakan handuk mandi dan berjalan menuju dimana Stanly duduk menunggunya.
"Kau sudah berjanji akan memuaskan aku, mulailah...!!!" perintah Stanly datar.
Wanita itu melepas handuk yang ia kenakan. Memperlihatkan bentuk tubuhnya yang berisi dan sexi. Payudaranya bulat membusung di dadanya. Ia menghampiri Stanly dan duduk di pangkuannya. Mengalungkan tangannya di leher Stanly dan mel***t bibir pria itu dengan ganas.
Stanly membopong wanita itu menuju kamar yang biasa ia pakai untuk bercinta dengan para jalangnya dan menurunkan wanita dalam bopongannya itu untuk berdiri dihadapannya. Meminta wanita itu untuk membukakan seluruh pakaiannya.
Sali nama wanita itu, telah memulai aksinya dengan cepat. Membuka pakaian yang di kenakan Stanly dengan cepat. Tanpa hitungan menit, pria dihadapannya itu telah telanjang bulat seperti dirinya karena ulahnya. Stanly mulai tersenyum dan mendorong tubuh wanita itu dengan kasar ke ranjangnya .
😳😳😳😳😳😳
Malu sendiri....
😂😂😂😂😂😂
Takut... tidak lolos...
😂😂😂😂😂😂
Maklumi saja amatiran... 😂😂😂😂