My Maid And I

My Maid And I
Part 41. My Maid and I



" Itu bukan urusanmu...!!!" pekik Adam dengan masih memeluk Mina.


"Tentu saja itu menjadi urusanku Adam...!!! Karena aku mencintaimu...!!! Tak bisakah kau menatapku dan menganggapku....!!!???" kata wanita itu dengan menatap nanar kedua orang yang saling berpelukan itu... ( ralat hanya Adam yang memeluk... 😂😂😂😂).


Adam masih menatap wanita di depannya itu dengan tatapan datarnya. Tanpa bersuara dan masih dengan posisi yang sama, memeluk Mina dengan erat. Sementara Mina berusaha untuk melepaskan tubuhnya dari pelukan sang tuan.


"Diamlah... Mina... turuti semua kata kataku...!!!" bisik Adam dingin di dekat telinga Mina.


Mina benar benar tidak bisa berkutik. Suara tuannya itu membuatnya bergidik ngeri.


"Aku tidak peduli... kepedulianku padamu dulu, telah kau manfaatkan untuk memisahkan aku dengan Sarah... aku bahkan begitu membencimu saat ini....!!! Pergilah.... sebelun Stanly menyeretmu keluar...!!!" kata Adam dengan suara yang meninggi dan dingin.


Wanita itu terisak menangis dan terduduk di atas sofa yang sedikit basah karena ulahnya itu , menutupi matanya dengan telapak tangannya.


"Aku benar benar mencintaimu Adam. Aku rela pergi dari Kanada untuk mencarimu kesana kemari karena saat kau pergi dari sana satu setengah tahun yang lalu, karena aku tidak tau kau telah pergi...!!!" kata wanita itu dengan masih terisak.


"Aku tidak bisa jauh darimu Adam... aku seperti orang gila mencarimu... tapi, saat ini kau telah bersamanya... sungguh membuatku patah hati... Adam..." lanjutnya.


Adam masih diam dengan expresi datarnya.


"Aku, tidak peduli...!!!" suara pria itu tetap dingin.


"Stan... bawa wanita itu pergi dari sini...!!! Aku muak melihat air mata palsu dari wajahnya itu...!!!" perintah Adam pada sang asisten dengan nada tinggi dan datarnya.


"Baik... Boss..." kata Stanly langsung menghampiri wanita yang tengah duduk itu dan menarik lengannya untuk berdiri.


"Mari Miss Jane... saya antar anda keluar...!!!" kata Stanly dengan senyumnya yang mengembang.


"Tidak usah menyentuhku...!!! Aku bisa sendiri...!!!" ketus wanita itu segera berdiri dari sofa dan berjalan menghampiri kopernya kemudian melenggang pergi ke luar pintu utama. Langkahnya terhenti sesaat dan berbalik menatap Adam yang sudah tidak memeluk Mina tapi masih berdiri di dekat wanita itu.


"Aku akan kembali lagi Adam... aku akan mengejar cintaku... aku akan membuktikan bahwa aku benar benar mencintaimu... jadi, selama aku berada di sini, aku akan kemari setiap hari... aku ingin tau, seberapa besar kau mencintai wanita di sampingmu itu...!!!" kata wanita itu dan melangkahkan kakinya menuju pintu lift sambil menangis.


Adam hanya terdiam dan menatap wanita itu dengan tatapan dingin serta datar. Mina yang sudah akan pergi dari dekat tuannya untuk mengambil lap serta mengganti bajunya, tapi lengannya di cekal.


"Aku perlu bicara denganmu...!!!" ucap Adam dengan nada suara yang sudah menghangat.


"Saya akan berganti pakaian dulu Mr... pakaian saya basah. Nanti saya bisa masuk angin dan demam... saya tidak mau merepotkan anda lagi dan menghabiskan uang anda untuk berobat..." kata Mina dan menepis tangan tuannya dari lengannya.


"Cepatlah..., aku tunggu kau disini...!!!" suara Adam sedikit meninggi dan dingin.


Stanly hanya mengangkat bahunya menatap interaksi kedua orang di depannya itu dan melenggang pergi ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa di makan.


---------


Mina , Adam dan Stanly tengah duduk di sofa ruang tengah. Di meja depan masing masing, telah tersaji teh herbal yang tadi sudah Mina siapkan sebelumnya atas perintah Adam sang tuan.


Mereka masih saja terdiam dengan pikiran masing masing. Mina menghela nafasnya pelan. Berharap, apa yang akan di bicarakan tuannya itu adalah hal baik. Bukan ide ide konyol atau apapun yang tidak masuk akal.


Adam memandangi Mina dari tempatnya duduk. Wanita itu terlihat lebih segar setelah mandi dan juga mengganti pakaiannya. Rambutnya yang kian memanjang, membuatnya lebih tampak seperti seorang wanita yang cantik dari biasanya. Tidak ada polesan di wajahnya yang lembab dan alami itu. Memancarkan aura seorang wanita dewasa.


Mina yang mendengar deheman dari sang asisten tuannya itu hanya menatap sekilas pria itu, kemudian angkat bicara.


"Apa anda tidak akan kembali ke kantor... Mr...???" tanya Mina pada kedua pria yang tengah duduk dengan diam itu.


"Aku perlu bicara padamu Mina...!!" sahut Adam tegas membuat Mina menatap tuannya itu dengan seksama.


"Bicara apa... Mr...??" tanya Mina penasaran.


Adam ragu untuk mengutarakannya. Namun jika tidak, tentu saja itu akan menjadi boomerang dalam menghadapi wanita gila yang tadi membuat ulah di rumahnya.


"Jadilah kekasihku...!!!" kata Adam dengan nada beratnya.


Stanly dan Mina sontak tercengang...😮😮😮😮😮 dan juga syok...😲😲😲😲😲 dengan apa yang menjadi permintaan tuan mereka itu.


"Apa... Mr....!!!! Menjadi kekasih anda...???" tanya Mina dengan nada tidak percayanya.


"Boss... apa saya tidak salah dengar...!!!" tanya Stanly sang asisten.


"Tidak usah berteriak dan juga syok begitu. Aku hanya meminta Mina untuk menjadi kekasih pura puraku atau lebih tepatnya kekasih sementara selama Jane di sini... agar wanita gila itu tidak menggangguku dan berharap agar ia cepat kembali ke Kanada... aku akan membayarmu dengan bayaran yang tinggi... " kata Adam dengan wajah datarnya.


"Saya tidak mau... Mr... dan saya tidak bisa.... carilah wanita lain untuk berperan menjadi kekasih bayaran serta kekasih sementara anda... saya tidak akan mampu memerankan tokoh itu... saya tidak bisa...!!!" suara Mina sedikit meninggi.


"Aku juga tidak bisa mencari wanita lain Mina... hanya kau yang bisa menjadi kandidat yang tepat untuk menjadi kekasih sementaraku... kaulah yang sudah ku perkenalkan pada Jane sebagai kekasihku... dan juga kau tinggal di sini denganku... tidak mungkin aku mencari wanita lain untuk berperan sementara tadi kau yang kuperkenalkan padanya..." Adam mulai tersulut emosi.


"Itu urusan anda Mr... bukan urusan saya... saya tidak mau...!!!" kata Mina dan akan beranjak dari duduknya. Namun langkahnya tertahan saat tangannya di tahan seseorang. Mina menatap nanar pria itu.


"Mr Stanly... lepaskan tangan anda...!!!" kata Mina sedikit emosi.


"Aku ingin tau apa alasanmu tidak mau menerima tawaran Boss padamu itu... Mina...!!!" kata Stanly lembut dan meminta Mina untuk duduk kembali.


Sementara itu, Adam melihat 2 orang yang di depannya itu tengah berbicara tanpa memedulikan dirinya, hanya menahan gejolak emosi di dadanya. Tangannya mengepal begitu saja.


"Jadi, apa alasanmu menolak permintaanku Mina...???" tanya Adam dengan nada suara tinggi menahan marah.


"Banyak alasannya Mr..." kata Mina datar.


"Katakan...!!! Apa saja...!!! Aku ingin tahu semuanya....!!!" kata Adam yang mulai tidak bisa mengontrol emosinya.


Sementara Stanly hanya terdiam menjadi penonton setia perdebatan sang Boss dan pelayannya itu sambil sesekali menyesap teh herbal yang tersaji di meja.


'Tontonan yang menarik...' batin Stanly dengan seringai di wajahnya.


****


Seharusnya, partnya tidak seperti ini... tapi, sudah sekitar 4 hari tidak lulus review jadi aku hapus dan kubuat ulang di ganti dengan ini... semoga saja lulus review... kalau tidak, yah mau bagaimana lagi... seorang penulis amatiran yang tidak berdaya...😂😂😂😂...