My Maid And I

My Maid And I
Part 51. My Maid and I



Adam merasa jengah mendengarkan kata kata Mina dan suaminya yang memang ia tidak tau artinya itu. Selain dari aplikasi translete yang dulu sering ia gunakan sewaktu menyadap ponsel Mina itu, ia tidak tau apa lagi yang sedang mereka bicarakan. Pasalnya, ia sedang tidak memegang ponselnya karena ia sedang menchargernya di dalam kamar.


Sesekali Adam melirik maidnya yang sedang asik mengobrol dengan sang suami yang memang memunggungi dirinya itu. Ia benar benar merasa emosi. Seakan akan tengah mendengarkan obrolan pasangannya dengan selingkuhannya. Adam meninggikan volume televisi yang sedang ia tonton agar bisa menganggu percakapan Mina.


"Kok... berisik sekali Dek...???" tanya Jono suami Mina.


"Oh... itu Mas... Majikanku lagi nonton Tv... nggak tau tuh... dari tadi marah marah terus... kaya lagi PMS saja..." gerutu Mina sambil memanyunkan bibirnya. Jono yang melihat istrinya cemberut, palah gemas ingin menciumnya.


"Dek... di kondisikan dong... itu bibir... Mas jadi pingin nyium loh... tapi sayang banget... jauh...!!!" goda Jono pada Mina.


"Lah... kamu Mas... gombal...!!!" ucap Mina sambil cekikikan.


Adam yang memang sudah jengah dari tadi, seakan tidak suka dengan cekikikan bahagia maidnya saat ini. Ia berinisiatif untuk meminta wanita itu membuatkan sesuatu untuknya makan.


"Mina... Mina...!!!" seru Adam dengan keras.


Mina yang mendengar dirinya di panggil oleh sang tuan, ia pun meminta izin sebentar pada sang suami untuk melihat mungkin tuannya membutuhkan sesuatu. Jono pun mengangguk, tanda mengiyakan.


Mina menghampiri sang tuan tanpa mematikan ponselnya dan meminta suaminya untuk menunggu sebentar. Jono pun melihat interaksi istrinya dengan sang majikan yang memang sedang membutuhkan sesuatu. Ia tidak melihat wajah dari majikan istrinya itu, karena pria itu memunggunginya.


Sesaat ia melihat istrinya kembali dengan nampan yang entah berisi apa dan meletakannya, sesaat kemudian ia pergi lagi dengan membawa nampan itu kembali.


Adam tersenyum merekah bahkan terkekeh geli dan berdiri untuk sekedar mengintip maidnya yang ada di dapur, sedang menggerutu karena sudah ia jahili. Tanpa ia sadari, suami Mina melihat wajah tampan nan rupawannya lewat ponsel yang masih terhubung itu.


Jono tertegun melihat ketampanan wajah dari majikan istrinya itu. Ia merasa sangat takjub dan sesaat pikiran buruk tentang istrinya muncul. ' Ya... Allah... tampan sekali majikan istriku...!!! Dan... mereka... hanya tinggal berdua saja selama ini... tidak ada orang lain selain mereka berdua...!!! Rasanya sulit untuk aku percaya bahwa di antara mereka, tidak pernah sekalipun terjadi apa apa... sedangkan Mina, istriku selalu saja melayani setiap kebutuhannya... apakah istriku berbohong padaku...??? Aku akan mencari tau kebenarannya lewat tatapan matanya...' batin Jono.


Sesaat kemudian, Mina menghampiri ponselnya yang memang masih menyala. Di lihatnya wajah sang suami tampak berbeda. Tidak seperti beberapa waktu yang lalu. Mina merasa heran, apa yang sebenarnya terjadi dengan sang suami.


"Mas... kok wajah kamu kusut gitu...???" tanya Mina pada sang suami.


"Oh... nggak... anu.. itu... em... ini... Dek..." jawabnya bingung.


Mina menajamkan pendengarannya sambil memicingkan kepalanya. "Kok... kamu kaya grogi gitu mas... emang kamu mau bilang apa... kebiasaan deh... kamu... Mas...!!!" ucap Mina sambil tersenyum.


"Gini dek... majikanmu kan laki laki, terus duda... tampan lagi... emang kamu nggak kepincut gitu...???" tanya Jono pelan pelan agar istrinya itu tidak menaruh curiga pada ucapannya.


"Lah...!!! kamu ini Mas...!!! Kamu mau tanya gitu aja, pake em... itu... anu... ya tinggal tanya aja napa Mas...!!! Kamu kan tau sendiri, aku sudah punya kamu, ngapain aku mengharap yang tidak pasti... kalau kamu kan, sudah pasti halal untuk aku, terus suami aku, bapaknya anak anakku, orang yang aku cintai... apa lagi coba...!!!" ucap Mina sumringah.


Tapi, sesaat senyumnya mulai pudar, ia mulai menangkap kata kata suaminya dengan perasaan kecewa.


" Kamu tanya seperti itu padaku, hanya untuk memastikan kan.. Mas... kalau aku ini berhianat atau tidak...???" tanya Mina degan mata yang mulai memerah.


Jono hanya diam terpaku menatap istrinya dari layar ponselnya. Dan menyesali pertanyaannya tadi pada sang istri.


"Ya... kalau kamu tidak percaya padaku, aku tidak apa apa... kamu pikir saja sendiri Mas dengan semua asumsi asumsi burukmu tentang aku... Aku bukan hanya setahun dua tahun mendampingimu... melainkan sepuluh tahun lebih... Apa bila itu belum cukup untuk membuktikan ketulusan cintaku padamu., entah berapa puluh tahun lagi yang kau ingin untuk aku dapat membuktikannya...." ucap Mina dengan nada kecewa.


"Dek... aku tidak bermaksud untuk..." kata kata Jono berhenti ketika melihat Mina istrinya itu terisak dengan air mata yang mengalir deras.


"Mas... apa yang kamu pikirkan tentang aku...??? Apa aku melakukan sesuatu disini karena serumah berdua dengan seorang duda tampan, kaya bahkan dia seorang miliarder lagi..!!! Apa yang kamu pikirkan...??? Kamu kira, aku dengan senang hati menyerahkan diriku pada pria lain selain dirimu...??? Tidak Mas... tidak....!!!" ucap Mina dengan masih terisak.


Ia menatap nanar wajah suaminya. " Aku rasa, kamu mulai meragukan kesetiaanku padamu... Mas... apa aku tidak salah mengenai pertanyaanku ini...???" tanya Mina dengan mulai sedikit berlinang air di matanya.


"Maaf... Dek... bukan maksud aku tidak mempercayai dirimu. Tapi, sulit bagiku untuk percaya, jika di situ kamu serumah hanya dengan dia dan tidak pernah terjadi apa apa dengan majikanmu...!!!" ungkap Jono jujur.


"Baiklah... Mas... jika itu yang ada di dalam pikiranmu... aku tidak akan banyak bicara lagi, untuk menjelaskan apapun padamu...!!!" Mina kecewa dengan sang suami dan langsung memutus vidio callnya dengan pria itu.


Mina menangis sejadi jadinya, tanpa memedulikan kemungkinan tuannya masih berada di sekitarnya.


Adam tersentak kaget mendengar seseorang menangis dengan sedikit kencang. Ia bangkit dari tempat ia duduk dan mencari asal suara isakan itu. Yang membuat Adam lebih kaget, pasalnya maidnya lah yang tengah menangis.


'Apa yang terjadi dengan wanita itu...??? Bukankah tadi ia begitu kegirangan saat ngobrol dengan suaminya...!!! Aneh...!!!' batin Adam heran.


Ia langsung menghampiri maidnya.


"Hey... Mina... kenapa menangis...??? Bukankah barusaja kau begitu bahagia... apa yang terjadi...???" Adam bertanya pada Mina sambil menyentuh pundaknya. Mina tengah membenamkan kepalanya di atas meja dengan masih terisak.


"Jangan sentuh saya... Mr... jangan sentuh saya... " seru Mina.


"Hey... apa yang terjadi...!!!???" Adam tidak kalah tinggi suaranya.


"Kumohon Mr... jangan sentuh saya sedikitpun.. agar suami saya selalu percaya kepada saya, bila memang di antara saya dan anda, benar benar tidak pernah terjadi apa pun...!!!" suara Mina meninggi.


Adam begitu kesal mendengar ungkapan maidnya itu. Ia tidak menyangka, bahwa maidnya menolak sentuhan tangannya di tubuh wanita itu. Adam tersulut emosi. Baru saja ia mau membuka hati untuk seorang wanita, tapi wanita itu menolaknya dengan penuh penekanan.


Ia tidak pernah merasa begitu terinjak harga dirinya. Puluhan wanita bahkan berbondong bondong mencari perhatian dirinya dan ingin berada dalam dekapan tubuhnya. Tapi, wanita ini yang notabene hanya pelayannya saja, begitu jual mahal dan tidak ingin di sentuhnya.


"Aku tidak akan menyentuhmu...!!! Tubuhku terlalu berharga untuk menyentuhmu... aku tidak tau apa yang suamimu pikirkan tentang dirimu, aku tidak peduli...!!!" Adam berbalik menuju kamarnya dan masuk ke ruangan itu sambil membanting pintu dengan keras.


Adam tidak habis pikir dengan apa yang di ucapkan Mina. Memang ia begitu menginginkan wanita itu. Tapi, penolakan keras yang baru saja ia dengar merupakan pukulan terbesar dalam hidupnya.


'Apakah diriku, tidak berharga lagi... bahkan seorang pelayanpun, tidak sudi kusentuh...!!! Baiklah... akan aku buktikan padamu Mina, bahwa aku tidak menginginkanmu...!!!' pekik Adam dalam hati.