
Adam merasa kacau, mengingat apa yang baru saja terjadi. Tubuhnya saat ini merespon lain dari apa yang ia sentuh tadi. Sesuatu yang sangat lembut serta nyaman untuk ia pegang dan begitu pas di tangannya. Meskipun wanita itu menggunakan bra tipis untuk menopangnya.
Adam menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran pikiran tidak senonoh yang merasuk kedalam otaknya. Meskipun tidak sengaja, tapi itu pasti cukup untuk membuat Mina berpikir bahwa dirinya menggunakan kesempatan dalam kesempitan saat menolong wanita itu. Tapi ia berusaha untuk membuang jauh jauh pikiran buruk itu.
Adam menyadari, berapa tahun ia tidak beradu dengan wanita. Meski banyak wanita yang mendekatinya mulai dari kolega bisnis, anak dari teman dimana ia menginvestasikan uangnya, sekretarinya serta wanita wanita jalang yang Stanly bawa ataupun sahabat sahabatnya bawa dulu. Tidak satu pun bisa membuka imajinasi liarnya kembali.
Mina...
Bagaimana bisa wanita biasa nan sederhana itu bisa membuat sesuatu yang seakan pernah mati itu bangkit kembali. Sungguh sangat di luar nalar. Wanita itu jauh dari kata SEXI dan berisi seperti wanita wanita yang pernah menggodanya. Bahkan Mina sama sekali tidak menggodanya. Bagaimana bisa tubuhnya bereaksi.
Adam mengusap wajahnya kasar. Berharap ia bisa segera melupakan kejadian tadi. Ia berjalan menuju ranjangnya untuk mengistirahatkan tubuh serta otaknya yang mulai berpikiran mesum agar jernih kembali. Lambat laun, ia terlelap dalam dunia mimpi.
*********
Mina berada di kamar mandi tengah membersihkan tubuhnya. Bayangan kejadian tadi membuatnya begitu malu. Benarkah tuannya itu sengaja menyentuh bagian dadanya tadi. Benarkah pria itu mengambil kesempatan dalam kesempitan saat menolong dirinya.
Mina buru buru menggelengkan kepalanya mengusir jauh jauh pikiran buruknya pada sang tuan. Mina yang selalu berpikiran positif terhadap orang lain, langsung mengalihkan pikirannya kepada hal baik.
Kemungkinannya adalah, jika sang tuan tidak menangkapnya tadi, dirinya saat ini tengah merasakan sakit karena terkilir atau terbentur pada benda keras atau lainnya. Kemungkinannya juga, dirinya cedera ringan atau bahkan berat.
Seharusnya ia berterima kasih pada sang tuan bukannya berpikiran negatif terhadap tuannya itu. Sudah barang tentu tuannya tidak akan tertarik padanya. Pria yang bisa memilih selusin wanita cantik sesuai keinginan dirinya. Tentunya sexi dan berkelas serta berpendidikan tinggi yang sepadan dengannya. Jadi, ia tidak perlu berasumsi buruk pada sang tuan dengan pikiran bodohnya.
Selesai mandi dan berpakaian, Mina kembali keluar untuk mengetuk pintu kamar sang tuan. Memberi tahu bahwa makanan untuk makan malamnya telah tersaji.
Pukul 18:30 pm, sang tuan baru keluar dari dalam kamarnya. Wajah serta tubuhnya segar sehabis mandi. Rambutnya juga masih terlihat basah. Pria itu berjalan menuju meja makan dan mendaratkan pantatnya di kursi.
"Mina..." pria itu memanggil.
"Iya... Mr... ada apa...?" sahut Mina mendekati pria itu.
"Apa bisa kita memulai makan malamnya.....???" tanya pria itu.
"Oh... iya... Mr... akan saya siapkan..." jawab Mina dan mulai menuang nasi putih ke piring sang tuan. Memberinya lauk serta sayuran di atasnya.
" Kau juga mulailah makan, kita makan bersama..." kata pria itu dengan lembut.
Mina menganggukan kepalanya dan mulai mengambil nasi dan lauk serta sayuran yang sama dengan sang tuan.
Mina hanya menganggukan kepalanya.
"Saya tidak ada pemikiran sedikitpun tentang anda yang sengaja menyentuh saya Mr... saya cukup tau diri disini, saya tau jika anda tidak sengaja melakukannya. Jadi anda tidak perlu mencemaskan akan hal itu. Anda tidak mungkin tertarik pada seorang pelayan yang bekerja di rumah anda bukan...? Jadi mari kita bersikap sewajarnya saja selayaknya tuan dan pelayannya seperti biasa. Saya hanya berterima kasih pada anda, mungkin jika anda tidak menangkap saya tadi, saat ini saya sudah cedera. Jadi mulai sekarang kita tidak usah memikirkan kejadian tadi..." kata Mina panjang lebar.
Adam menatap wanita di depannya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Mari makan Mr..." ucap Mina untuk menyadarkan tuannya yang terus menatapnya.
"Ah... iya... kau juga makanlah..." sahut pria itu.
Mereka makan dalam diam seperti biasanya. Hanya suara dentingan piring yang bertabrakan dengan sendok.
Setelah selesai menyantap makan malamnya, Mina membereskan meja serta mencuci bersih piring piring kotor dan juga gelas. Ia juga mencuci bersih anggur dan apel yang telah di kupas memotongnya dengan ukuran bite size dan memberikannya pada sang tuan yang tengah duduk di sofa ruang tengah.
Saat meletakan piring di depan tuannya, karena membungkuk, baju atasan yang ia gunakan tidak sengaja tersingkap ke bawah dan memperlihatkan buah dadanya yang terlihat kencang.
Adam yang melihatnya dan kaget, kemudian cepat cepat ia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Mina tidak tau jika gerakannya tadi membuat baju atasannya tersingkap. Setelah meletakan piring berisi buah di meja yang berada di hadapan tuannya, Mina berlalu kembali ke meja makan, duduk di kursi dan mulai memainkan ponselnya.
Adam menyalakan televisi dan mulai menikmati buah yang tadi di siapkan maidnya itu. Tidak ada yang menarik di acara televisi. Itu hanya sebagai pelariannya saat ini dari pikiran mesum yang melandanya.
Meskipun baru saja ia meminta maaf tadi, tapi wanita itu telah membuatnya kembali merasakan kegilaan yang dulu pernah ia rasakan hanya pada mendiang istrinya. Adam berusaha tenang dalam duduknya. Meski di bawah sana sudah mulai terbangun dari tidur panjangnya.
Adam bangkit dari sofa dan mematikan televisi nya, kemudian berlari ke arah kamarnya. Mina yang sedari tadi duduk memunggungi tuannya di kursi ruang makan, hanya menatap tuannya itu dengan terheran heran. Wanita itu kembali terfokus pada ponselnya yang tengah chating dengan sang suami.
Sementara Adam sedang berusaha untuk menidurkan adik kecilnya yang terbangun setelah lama mati suri di kamar mandi dengan sangat frustrasi. Bahkan sampai mandi lagi menggunakan air dingin agar mendinginkan tubuhnya.
Setengah jam kemudian, ia kembali ke luar kamarnya dan meraih gelas untuk minum air mineral. Mina yang baru saja keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah buku di tangannya, merasa heran kenapa sang tuan mandi lagi. Mina hanya mengangkat bahunya dengan santai dan kembali duduk di kursi tadi. Membaca buku serta sesekali memainkan ponselnya.
Sementara Adam, kini tengah menatap Mina yang sedang asik membaca buku di tangannya dengan tatapan menyeringainya.
'Kau benar benar membuatku frustrasi Mina... Bahkan kau tidak menggodaku sekalipun... Bagaimana bisa tanpa menggodaku pun kau mampu membuatku seakan gila...' batinnya menghela nafasnya kasar.