My Maid And I

My Maid And I
Part 44. My Maid and I.



Jane menyambar Sandwich milik Adam yang belum tersentuh di piring lain yang ada di depan pria itu dan memasukannya kedalam mulutnya sendiri tanpa malu. Ia tersenyum sambil menatap Adam yang tengah melotot padanya itu, Adam meletakan pisau serta garpunya di atas piring menghentikan segera acara sarapannya dan meminum jus jeruk miliknya.


Mina dan Stanly sedang menikmati sarapannya dan sama sekali tidak memperhatikan sang tuan yang mulai berwajah marah karena makanannya di serobot orang lain. Adam bangkit dari kursi yang ia duduki dan menatap maidnya itu dengan tatapan intensnya, kemudian memerintah Mina untuk membuatkan kembali Sandwich yang baru.


"Tolong buatkan lagi Sandwich untukku, dan bawakan ke ruang kerjaku...!!!" ucap Adam memerintah Mina dengan suara lembutnya dan beranjak keruang kerjanya dengan cepat.


Mina masih tetap melahap sarapanya dan tidak menghiraukan ucapan tuannya. Stanly yang melihat Mina tidak menghiraukan ucapan Bossnya atau lebih tepatnya tidak mendengarnya itu, langsung menyenggol kaki Mina dari tempat dirinya duduk.


"Ada apa Mr Stanly...??" tanya Mina pelan.


"Boss memintamu membuatkan Sandwich yang baru. Segeralah... sebelum ia marah...!!!" jawab Stanly datar.


"Baiklah...!!!" kata Mina malas sambil beranjak dari duduknya.


Sementara Jane menatap wanita yang ia kira kekasih Adam itu dengan tatapan sinisnya. Ia masih melahap sepotong Sandwich milik Adam dengan lahap dan menatap Stanly dengan senyumnya.


"Kau... masih saja menjadi bawahan Adam... Apa kau tidak bosan menjadi suruhannya...???" tanya Jane pada Stanly.


"Itu bukan urusan anda nona Jane Chrishtine Milano...!!!" jawabnya datar.


"Tentu saja itu menjadi urusanku... karena kelak, kau akan setiap hari berpapasan denganku...!!! Jadi, aku hanya ingin memastikan bahwa kau bisa menjadi bawahan Adam dan juga diriku dengan baik kelak...!!!" kata wanita itu bangga.


"Jangan berbangga hati dulu, tentu saja wanita pilihan Boss bukanlah anda nona Jane... Anda tau sendiri bukan, bahwa Boss tidak menghiraukan kehadiran anda di sini... Dan bahkan masih bersikap sama seperti 6 tahun lalu....!!!" Stanly tersenyum remeh.


"Kita lihat saja... Aku pasti akan bisa menaklukan hati Adam kembali...!!!" ketusnya.


"Baiklah... Aku tunggu tanggal mainnya...!!!" kata Stanly menantang memperlihatkan senyum mengejeknya pada Jane.



Jane memutar bola matanya jengah melihat senyuman asisten dari Adam itu dan beranjak dari tempatnya duduk. Ia menyerobot piring yang sedang di bawa Mina itu dan tersenyum pada Mina sekilas.


"Biar aku saja yang membawakan sarapan ini untuk Adam ku...!!!" kata Jane dengan tersenyum kemenangannya kemudian berlalu menuju ruang kerja Adam.


Mina yang memang sedang malas meladeni tuannya itu hanya mengangkat bahunya sekilas ketika asisten Stanly bertanya melalui tatapan mata pria itu yang tertuju padanya.


Mina kembali melahap sisa sarapannya dan segera membereskan piring piring kotor di meja makan dan akan membawanya ke dapur untuk dicuci. Namun, langkahnya terhenti ketika ia melihat tatapan mata sang tuan yang seakan ingin menerkamnya mentah mentah itu keluar dari ruang kerjanya yang di belakangnya di ikuti seorang wanita yang bernama Jane itu.


"Honey... apa yang kau lakukan...??? Kenapa membiarkan wanita lain yang membawakanku sarapan...??? Apa kau tidak mencintaiku lagi...??? Apa kau tidak takut jika nanti aku berpaling dari dirimu...??? Apa kau tidak cemburu jika aku hanya berdua saja di ruang kerjaku...??? Bukankah kita sudah sepakat untuk saling melengkapi satu sama lain...???!!!" kata Adam sambil meraih buku tangan Mina dan membawanya ke bibir pria itu kemudian menciumnya.


Stanly yang sedang meminum jus jeruknya, langsung tersendak serta menyemprotkan jusnya karena terkejut dengan apa yang di ucapkan Bossnya itu. Stanly membelalakan matanya karena saking kagetnya. Ia sedang mencerna kata kata Bossnya itu dan menatap Mina yang masih saja melongo dan sama sekali tidak menjawab pertanyaan Bossnya itu.


"Kenapa... Honey....??? Kenapa Hmmm....??? Bukankah semalam kita telah menyetujuinya, bahwa kita akan selalu saling mencintai dan saling melengkapi...!!" ucap Adam lembut.


Mina masih terdiam menatap mata sang tuan dengan tatapan terkejutnya. Suaranya juga masih tercekat dan tergantung berat di tenggorokan. Seakan ia sangat sulit untuk membuka mulutnya untuk menyangkal.


"Jangan pernah kau menghindariku lagi dan membiarkan wanita lain yang melayaniku. Aku dan Jane sudah tidak punya hubungan apa apa. Yang aku cintai hanya kau saat ini....!!! Jadi, hanya kau yang aku inginkan...!!!" Adam mengecup puncak kepala Mina dengan lembut dan menatap sendu mata Mina sambil menyunggingkan senyuman di bibirnya.


Jane menatap kedua orang yang menurutnya sangat menyebalkan itu dengan tatapan marahnya. Sementara Stanly, masih bingung dengan adegan yang baru saja terjadi itu. 'Bukankah semalam Mina menolak ajakan sang Boss...??? Tapi, kenapa sekarang dia setuju..??' batinnya.


Sementara Adam...


'Ah... Mina... aku sungguh minta maaf... tanpa persetujuanmu aku tetap memutuskan melanjutkan rencanaku... kalau bukan keadaan genting aku tidak akan memaksamu...' batinnya.


Sementara Mina...


'Sungguh tuan pemaksa... bahkan tanpa persetujuanku pun, ia tetap melanjutkan rencana bodohnya... apa yang harus aku lakukan...???' batinnya.


"Baiklah... Sayangku... aku ke kantor dulu ya... jaga diri kamu baik baik... nanti siang, aku ingin makan masakanmu, Stanly akan menjemputmu sebelum jam makan siang berakhir dan akan mengantarmu ke ruanganku..." Adam mencium kening Mina dan berlalu menghampiri sang asisten yang masih duduk di kuri ruang makan.


"Ayo... Stan... kita berangkat....!!!" kata Adam sambil menyunggingkan senyumnya.


Sebelum berlalu dari ruang makan, Adam membalikan tubuhnya menatap Mina dan Jane yang masih berdiri di tempatnya seperti semula dan menyunggingkan senyumnya.


"Jangan lupa datang kekantorku nanti ya... sayang, dandanlah yang cantik jangan terlalu sederhana seperti sekarang. Aku menantikanmu datang... jangan lupa sebelum makan siang..." kata Adam sambil tersenyum kemudian ia berlalu keluar yang di ikuti asistennya dari belakangnya.


Jane menghampiri Mina dan menjambak rambutnya dengan emosi yang membubung tinggi. Ia tidak terima Adam lebih memilih wanita ini ketimbang dirinya. Jane menampar Mina dengan keras membuat dirinya tersungkur ke lantai. Rambutnya sudah acak acakan dan bibirnya berdarah akibat tamparan Jane.


"Miss... anda tau kenapa Mr Adam tidak menyukai anda...???" kata Mina sambil mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya. "Itu karena anda kasar dan juga sombong. Saya jamin, sampai kapanpun anda tidak akan bersanding dengannya jika anda masih memiliki sifat buruk...!!!" kata Mina dan beranjak dari tempatnya tersungkur.


Mina mencuci piring kotor bekas sarapan dan berlalu ke kamarnya untuk istirahat karena pusing setelah di tampar wanita gila yang mengejar tuannya itu.


Ia juga tidak memperdulikan wanita gila yang bernama Jane itu yang masih berada di ruang makan sendirian. Mina merebahkan tubuhnya di kasur dan segera meraih ponselnya untuk menelpon suaminya.