My Maid And I

My Maid And I
Part 2. My maid and I



Malam sudah semakin larut. Jam di dinding sudah menunjukan pukul 23:30 tengah malam. Tapi belum ada tanda tanda tuannya kembali.


Setelah mematikan semua lampu mina memutuskan untuk menuju kamar tidurnya dan beristirahat. Begitu sampai disana mina membaringkan tubuh lelahnya dan terlelap begitu saja.


Adam pov #1


Rasa kantukku tak kunjung datang. Aku menilik arloji yang tersemat di tanganku. Jam sudah menunjukan 23:45 tengah malam. Aku beranjak dari kursi yang aku duduki dan berjalan ke tempat dimana sahabatku berada untuk berpamitan.


Setelah menghadiri acara makan bersama yang di adakan oleh salah satu temanku di restoran ternama aku memutuskan bergabung dengan Mike, Steve dan Jason pergi ke klub malam yang tidak jauh dari restoran tersebut.


Aku menuju tempat parkiran dan setelah menemukan mobilku, aku masuk kedalam sana dan memulai untuk menyalakan mesin. Perjalanan menuju Aparment yang ada di kawasan West Coast kulalui dalam keheningan. Karna pengendara lain pun sudah jarang. Tidak ada mobil yang berlalu lalang seperti di siang hari. Hanya beberapa saja yang mungkin memang mengharuskan untuk berkendara di malam hari.


Sesampainya di parkiran Apartment ku. Aku berhenti sejenak dan menyandarkan kepalaku di atas stir. Kepalaku sedikit pusing. Mungkin ini adalah efek dari kurang istirahat. Untungnya aku merasa pusing ketika telah sampai disini.


Aku keluar dari mobilku dan menuju lift. Setelah menekan tombol angka 12 pintu lift tertutup dan berjalan keatas menuju lantai dimana aku tinggal.


Ting...


Pintu lift terbuka, aku keluar dan berjalan menuju pintu Apartmenku. Aku menyematkan salah satu jariku di layar dekat pintu untuk membuka akses masuk.


Lampu lampu telah padam. Tak ada kehidupan disana. Ya ... mungkin saja maidku itu telah terlelap dalam mimpinya. Aku berjalan kedapur untuk mengambil air mineral. Aku benar benar haus. Bahkan aku meneguk hampir 3 gelas air.


Kurebahkan tubuh lelahku di sofa. Aku kehilangan kesadaranku dan terlelap begitu saja.


Adam pov end.


🐤🐤🐤


Author pov


Alarm di kamar mina berbunyi. Jam menunjukan pukul 05:00 pagi. Meski matahari pagi belum menyapanya. Ini adalah rutinitasnya setiap hari untuk bangun pagi.


Setelah membersihkan diri dan berpakaian rapi, mina menuju dapur. Mina hanya menyalakan lampu dapur untuk penerangan diasana. Setelah memasukan panci Rice cooker yang berisi beras dan air untuk di masak kedalam mesin penanak. Mina mengambil sapu dan menuju ruangan lain.


Mina membuka tirai dan jendela kemudian menyalakan lampu di setiap ruangan agar terang sementara karna cahaya matahari belum muncul.


Ketika akan menyapu ruangan tv, mina di kejutkan dengan sesosok pria yang sedang tertidur di atas sofa tanpa selimut dan hanya berbantalkan sandaran tangan di sofa.


Karna mina sudah membuka jendela dan angin pagi berhembus masuk. Mina mendapati tuannya itu menggigil kedinginan. Karna takut dimarahi apabila ia membangunkan tuannya itu, untuk menyuruhnya ke kamar.


Mina hanya mengambil selimut di kamar tidur tuannya dan menyelimutkan kepada pria itu. Mina menutup sebagian jendela di dekat tuannya berbaring. Walau bagaimanapun segarnya udara pagi, tapi cukup dingin karna semilirnya di dapat dari ketinggian 12 lantai.


Mina terpana melihat ketampanan tuannya ketika pria itu tertidur.


'Ternyata aanda benar benar tampan Mr...' batin mina mengagumi wajah tuannya itu.


Andai saja tidak begitu judes dan arogant dia termasuk pria tampan dan ideal pikir mina. Mina menggelengkan kepalanya dan berlalu mengambil sapunya kembali. Karna tidak ingin kepergok tuannya mina langsung menyapu sekitar tuannya tidur itu dengan cepat.


Selesai sudah mengepel lantai dan juga mengelap setiap sudut ruangan. Mina memasak nasi goreng dan secangkir kopi untuk tuannya dan juga dirinya sarapan. Jangan berpikir bahwa mereka sarapan bersama satu meja. Tentu saja tidak.


Mina mengambil sebagian nasi di letakan di meja dapur dan akan memakannya nanti ketika tuannya telah selesai sarapan dan berangkat ke kantor.


Mina membangunkan tuannya dengan pelan agar tidak mengagetkan pria itu.


Author pov end


Adam pov #2


Setelah aku benar benar membuka mataku dan meraih kesadaranku dengan sempurna. Aku mendengar suara perempuan. " Maaf mr saya membangunkan anda karna hari sudah pagi"


kata wanita itu.


" Mungkin anda akan telat ke kantor karna jam sudah menunjukan pukul 08:00" sambung wanita itu.


"Ya..." jawabku. kemudian beranjak kekamar dan membersihkan diri dan bersiap siap ke kantor.


Aku keluar kamar berjalan menuju meja makan. Disana sudah ada sepiring nasi goreng dan secangkir kopi hangat.


Aku terhenti sejenak dan mengingat ingat sesuatu yang mungkin kulupakan, bukankah semalam aku tertidur tanpa selimut !?. Jadi siapa yang menyelimutiku. Dalam mimpiku aku menggigil kedinginan dan tidak berselang lama merasakan kehangatan.


Jadi apakah mina yang memberiku selimut!?


Ah... mungkin aku lupa.


"Mina, kau dimana...!?" aku memanggil wanita itu. Ah maksudku maidku itu. Tapi tak kunjung datang.


Aku mencarinya ke dapur tapi, tak ada ia disana. Aku mendengar suara gemericik air di tempat cuci baju. Aku menuju kesana dan ternyata memang dia disana sedang mencuci pakaian.


"Mina" seruku padanya sambil memegang pundaknya.


"HAH.... ASTAGA MR ANDA MENGAGETKAN SAYA!?" kata wanita itu sambil memegangi dadanya. "Ada apa mr... ada yang bisa saya bantu" sambungnya.


"Tidak..." jawabku. "Aku hanya ingin bertanya apakah tidak ada makanan lain selain nasi goreng?" sambungku.


"Tidak ada mr, karena semua persediaan makanan memang telah habis dan juga tidak ada sayur , daging pun habiz" jawab wanita itu.


"Kenapa kemarin kamu tidak mengatakan kepadaku mina!?" nada bicaraku sedikit emosi.


"Maaf mr saya kira di kulkas masih ada sayur mayur kemarin. Tapi setelah anda pergi dan saya selesai membersihkan kamar anda, saya hendak memasak tetapi sayur yang saya simpan telah membusuk dan saya tidak memasak kemarin" jawab wanita itu panjang lebar.


"Jadi apa yang kamu makan kemarin!?" benar benar wanita ini pikirku apa dia tidak mati kelaparan batinku marah.


"Siang hari saya makan mie instant dan malam hari saya makan dua potong roti tawar yang masih tersisa di meja makan mr. Apakah saya salah!?" jawaban wanita itu santai.


"Apa....!!! kau bahkan hanya makan mie instant dan dua potong roti !? Apa kau ingin agar aku di denda oleh M.O.M di negara ini. Karena aku tidak kenyang memberimu makan" kataku dengan penuh amarah.


Aku mengambil dompet yang terselip di saku celana kerjaku dan mengambil beberapa lembar uang 100 Dollar SINGAPORE dan memberikannya kepada mina.


"Ambilah dan berbelanjalah di super market F.P / G*ANT belilah bahan bahan makanan sayur sayuran buah buahan dan daging ikan susu atau apapun yang kau butuhkan. Dan jangan membantah" bentak ku.


"Aku akan sarapan dan kau... sarapanlah dulu" aku mengatakanya sambil berlalu menuju meja makan.


Marah marah di pagi hari ternyata menyita tenagaku. Aku melahap sarapanku dengan cepat. Aku hanya tidak menyangka bahwa sarapan kali ini cukup enak. Aku terbiasa sarapan ala ala barat di pagi hari jadi ini baru pertama kali semenjak aku merekrut maid , dia memberiku sarapan nasi. Terutama nasi goreng.


Setelah menyelesaikan sarapanku aku beranjak dari kursi meraih tas kerjaku dan berjalan ke arah lift yang akan menuju tempat parkir. Mobil yang ku kendarai keluar area apartment dan menuju kantor yaitu tempat yang menjadi pusat perekonomian negara ini.


Adam pov #2 end