My Maid And I

My Maid And I
Part 12. My Maid and I.



Setelah percakapan dengan sang suami berakhir, Mina memulai lagi aktifitas siangnya dengan mengangkat jemuran pakaian yang telah kering kemudian menyetrikanya dengan rapi.


Sementara itu di Canada.


Adam bergegas menaiki mobil yang telah menjemputnya di bandara. Supir pribadi sang mama telah menunggunya setengah jam sebelum dirinya mendarat.


Perjalanan yang di tempuh dengan berjam jam di dalam pesawat tidak membuatnya kelelahan. Yang ada dalam fikirannya saat ini adalah kesehatan sang mama. Tidak pernah sekalipun Ellen sang memberinya kabar tentang mamanya kecuali benar benar parah.


Mengingat bahwa sang mama memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Membuatnya benar benar sangat kawatir saat ini.


Adam memandangi luar melalui jendela kaca mobil yang ia tumpangi. Sambil bernostalgia mengingat masa lalu. Dimana dirinya dan sang istri dulu berada.


Setelah menempuh hampir 2 jam perjalanan dari bandara, mobil memasuki gerbang yang telah terbuka. Mobil yang ia tumpangi berhenti di depan teras pintu utama mansion sang mama.


Para pelayan dan juga penjaga telah berdiri menyambut kedatangannya. Adam keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju pintu utama mansion.


"Selamat datang Tuan Johanson Junior" kata seluruh pelayan sambil membungkuk memberi hormat.


"Hmm..." balas Adam sambil mengangkat tangannya.


Memasuki ruang setelah pintu utama, Adam melihat bingkai photo pernikahan orang tuanya yang sedang tersenyum. Adam tersenyum sekilas sebelum akhirnya berlalu ke ruang berikutnya untuk mencari keberadaan sang mama.


"Kau sudah datang...?" Adam mencari asal suara itu.


Adam mendapati sang ayah yang sedang duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya. Setelah meletakan buku yang ia letakan di sebuah meja kecil disampingnya, pria tua itu melepaskan kacamata yang ia sematkan diantara telinganya.


"Hmmm... dimana Mom...?" tanya Adam pada sang ayah.


"Apakah... begini caramu menjenguk orang tuamu Son... setelah bertahun tahun tidak bertemu... tidak ada pelukan untuk ayahmu yang sudah tua ini Son...?" tanya sang ayah.


"Aku bukan anak kecil lagi... Dad...!" kata Adam dingin.


"Hmm... ok... Son... " kata sang ayah sambil menganggukan kepalanya.


"Well... Mommy mu di kamar sedang istirahat... kau boleh menemuinya nanti... istirahatlah dulu di kamarmu." kata sang ayah.


Adam tak menghiraukan sang ayah sambil berjalan menyusuri koridor meninggalkan sang ayah di ruang keluarga sendiri dan berlalu ke sebuah tangga yang menghubungkan ke arah kamar masa kecilnya hingga remaja saat tinggal di sini.


Sebelum menaiki tangga, Adam memandang sebuah pintu di dekat tangga yang merupakan kamar utama orang tuanya.


Sekilas Adam mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Ia mencari asal suara kaki itu. Dan betapa terkejutnya bahwa Ellen sang adik bungsu telah berada di depannya.


Ellen yang akan turun dari lantai dua itu terkekeh geli melihat sang kakak hanya memelototi dirinya. Tanpa pikir panjang adiknya itu menghambur ke pelukan Adam.


"How are you... Bro...." kata sang adik yang masih berada dalam dekapan Adam.


" I'm fine little...." jawab Adam sambil mengelus puncak kepala gadis yang menjadi adik bungsunya.


Tidak ada jawaban dari mulut Adam. Pria itu hanya memandang sang adik dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Aku istirahat dulu ya... nanti kita bisa mengobrol lagi... tubuhku benar benar lelah..." kata Adam pada sang adik.


Gadis itu hanya tersenyum sambil mengangguk.


"Istirahatlah kak..." kata sang adik sambil memandang punggung kakaknya yang berlalu menaiki tangga.


'Semoga kakak bisa memaafkan mama' batin Ellen. Gadis itu kemudian berlalu ke ruang perpustakaan pribadi milik ayahnya.


🚪🚪🚪🚪


Sesampainya Adam di kamar, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang menjadi tempat favoritenya dulu. Sambil menatap langit langit kamar yang bernuansa putih abu abu dan hitam yang memang warna kesukaannya itu.


Adam menerawang mengingat masa kecil hingga dia remaja. Kamar ini yang menjadi saksi pertumbuhannya. Di kamar ini pula ia bisa mengingat kasih sayang sang mama dulu.


Wanita yang selalu sepenuh hati membimbingnya serta mencukupi segala kebutuhannya, keinginannya, sabar menghadapi dirinya ysng nakal. Mengingat itu semua, Adam merasa begitu terharu dan berterima kasih bahwa ia di berikan seorang malaikat.


Tapi, semenjak dia berusaha memisahkan dirinya dengan sang kekasih. Membuatnya begitu membenci sang mama. Hingga sampai puncaknya dirinya nekat menikahi sang gadis itu walau mendapat pertentangan dari orang tuanya.


Berbagai upaya dilakukan sampai ia kehilangan sang calon buah hati. Setahun setelah keguguran sang istri, mama yang seharusnya menjadi panutan itu palah menjebak istrinya dengan seorang lelaki bayaran yang mengaku sebagai kekasih sang istri yang sedang mengandung buah cinta mereka yang kedua.


Hal itu yang membuat dirinya murka dan mengusir istrinya sendiri dari sisinya. Tepat 2 bulan setelah sang istri pergi, Mamanya membawa seorang wanita dari kalangan kelas atas yang menjadi keinginannya dulu untuk bersanding dengan Adam.


2 hari sebelum hari pernikahan Adam dan Jane, Adam pergi ke club malam untuk melepas luapan emosi dan frustrasinya dengan minum minum disana.


Tapi ia melihat pria yang pernah mengaku sebagai ayah dari anak yang sedang di kandung mantan istrinya itu tengah bercumbu dengan wanita bayaran disana.


Tanpa sepengetahuan pria itu, Adam mengikuti mereka di belakangnya berharap ia bisa bertemu dengan mantan istri yang menghianatinya untuk yang terakhir kali sebelum menikahi wanita lain.


Tapi yang di dapati Adam adalah sebuah kenyataan pahit. Pria itu tidak tau di mana mantan istrinya berada dan mengakui bahwa dirinya hanya ber akting untuk seseorang dengan bayaran tinggi.


Malam itu juga Adam mencari tau siapa dalang di balik permasalahan itu. Tapi setelah mengetahui sang dalang adalah mamanya sendiri, menbuat Adam naik pitam. Kemarahannya tak terbendung.


Penyesalannya yang mempercayai sang mama membuatnya begitu murka. Ia pergi mencari sang mantan istri saat itu juga. Untuk meminta maaf dan rujuk kembali. Berjam jam mencari wanita itu di bantu oleh Stanly dan anak buahnya yang lain.


Dan sampai akhirnya...


Wanita yang ia cari itu ia temukan di sebuah panti asuhan dengan perutnya yang telah membuncit dan begitu kurus kering. Hatinya terluka. Melihat wanita yang ia cintai menderita.


Dengan sebuah tekat, ia membuat rencana untuk membalas mamanya. Adam mencari tau tentang masa lalu Jane wanita yang begitu di banggakan mamanya itu untuk membuat mamanya sadar. Dan setelah mendapat cukup bukti, ia begitu senang.


Acara pernikahan mewahnya dengan Jane menjadi senjatanya untuk membuat sang mama mengakui kesalahannya dan mengakui Sarah sebagai istri sah di hadapan publik.