
Mina yang masih membenamkan kepalanya di bantal, lambat laun terlelap hanyut ke dalam alam mimpi. Karena semalam suntuk ia tidak tidur dan hanya menangisi nasibnya yang mulai diragukan kesetiaannya oleh sang suami.
Sementara itu, Adam yang telah segar kembali, keluar dengan pakaian baru untuk berangkat ke kantor. Ia menatap Stanly yang dari tadi menatapnya dengan bingung.
"Ada apa Stan...???" tanya nya pada sang asisten.
"Tidak..." jawabnya.
"Apa anda sudah siap Boss...???" tanya Stanly.
"Hmmm... ayo kita berangkat...!!!" ucap Adam sambil meraih tasnya dan berlalu ke arah pintu keluar.
"Ya..." jawab Stanly.
Adam yang terheran tidak melihat maidnya itu
, hanya mengangkat bahunya dan berlalu keluar dari pintu apartemennya yang di ikuti oleh sang asisten di belakangnya.
Sesampainya di dalam mobil, Stanly masih mencuri pandang pada sang Boss, lewat kaca spion sambil menygendarai mobil itu menuju jalanan pagi yang ramai. Adam sedang mengutak atik ponselnya, memeriksa e-mail dan juga pesan dari relasi bisnisnya. Sesaat pandangan mata Adam terpaku di kaca spion mobil bertemu dengan tatapan mata asistennya.
"Ada yang salah dengan penampilanku Stan...???" tanya Adam heran.
"Ah... tidak... Boss... hanya saja-" kata kata Stanly berhenti.
"Teruskan....!!!" perintahnya.
"Baiklah... Boss... akan aku teruskan...!!" kata sang asisten sambil menganggukan kepalanya.
"Aku hanya penasaran kenapa Mina. Ah... maksud ku, maid anda itu..." ucap Stanly.
"Apa yang terjadi dengan Mina...???" tanya Adam penasaran.
"Iya... maid anda tadi keluar dari dalam kamar anda sambil berlari dan menggelengkan kepalanya, sampai sampai dia tidak melihatku duduk di sofa. Jadi pagi ini aku tidak bisa menikmati kopi buatannya yang enak itu..." ucap Stanly sambil memanyunkan bibirnya.
"Aku juga tidak ta-" kata kata Adam terputus.
DEG....
Matanya membelalak sempurna.
"Eh... tunggu... Stan... maksudmu, Mina baru saja keluar dari dalam kamarku sesaat sebelum aku keluar...!!!???" tanya Adam pada Stanly dengan suara yang meninggi.
"Hu um..." jawab Stanly di barengi dengan anggukan. "Memang kenapa Boss...??? Apa sesuatu telah terjadi...???" tanya sang asisten penasaran.
"Tidak, tidak terjadi apa apa Stan...!" jawab Adam dengan suara yang terkesan berat.
Adam menundukan kepalanya dan mengusap wajahnya penuh frustrasi. Stanly yang melihat Bossnya itu tengah menjambak serta menyugar rambutnya itu, hanya terheran saja dan tetap mengemudikan mobilnya menuju pelataran kantor milik sang Boss.
"Kita sudah sampai Boss..." ucap Stanly yang ingin menyadarkan Adam dari lamunannya.
"Hmmm..." ucap Adam dan langsung keluar dari dalam mobilnya.
Adam memasuki pintu masuk kantornya dan tidak membalas sapaan dari karyawan yang saat itu berpapasan dengannya. Ia ingin segera masuk ke dalam ruangannya untuk memastikan sesuatu. Adam begitu terkejut saat Stanly mengatakan bahwa Mina keluar dari dalam kamarnya dengan berlari dan tidak menyapa asistenya tadi.
Adam menelusuri lobby kantornya dengan cepat menuju lift khusus President Direktur dan menekan tombol ke lantai tertinggi gedung miliknya ini.
Mina yang memungguginya tidak tau jika ia kembali ke kamar. Sesaat setelah selesai membersihkan cabinet ruang tamu, wanita itu kembali ke belakang dengan membawa ember berisi air kotor kemudian membuangnya dan mengganti air itu dengan yang baru.
Mina berjalan masuk ke kamarnya dan memunguti pakaian kotor yang ia lepas di sembarang tempat tadi dan memasukannya ke dalam keranjang. Sesaat kemudian, wanita itu berhenti dan menengok ke dalam kamar mandinya, dari CCTV kamar pribadinya, ia bisa melihat jika Mina, terkejut dan syok di saat bersamaan. Wanita itu berlari melewati ranjangnya dan berhenti sesaat, kemudian menutup kedua telinganya. Wanita itu keluar kamarnya sambil menggeleng dan tidak mengetahui jika Stanly sudah datang dari beberapa saat yang lalu.
Adam memukul kepalanya dan menjambak rambutnya frustrasi. 'Jadi, Mina melihatku tengah bermain main dengan adik kecilku...!!! Sungguh memalukan... Apa dia juga mendengar aku memekikkan namanya di saat pencapaianku....??? Ah.... bodoh... bodoh... kau Adam...!!!' gerutu nya dalam hati.
'Bagaimana aku menghadapi wanita itu nanti... sungguh memalukan... apa yang ia pikirkan tentang diriku saat ini....' batinnya.
"HAAAAHHHHHH....!!!" jeritnya yang membuat Alice sekretarisnya itu terkaget dari dalam ruangannya.
"Apa yang terjadi dengan si Boss....???" gerutu Alice.
"Kenapa...??" tanya Stanly tiba tiba.
"Ah... anda mengagetkan saya... Mr Stanly...!!!" ucap Alice kaget.
"Apa yang terjadi dengan si Boss...???" tanya Stanly penasaran.
"Ah.. iya... itu... Mr Adam, tiba tiba menjerit dengan keras. Saya tidak tau apa sebabnya....!!!?" kata Alice sambil mengangkat bahunya.
"Oh... ya sudah... jangan suka gibah ya...!!!" ucap Stanly penuh penekananan dan langsung masuk ke ruangan sang Boss.
-----------
Adam tengah membolak balik map yang berisi kontrak kerja sama dengan berapa perusahaan. Namun konsentrasinya buyar entah kemana. Ia sangat tidak fokus hari ini. Gara gara kejadian memalukannya tadi pagi. Ia tidak tau harus bagaimana bersikap pada maidnya itu.
"HAH....!!!" Adam menghela nafasnya kasar.
"Alice... buatkan aku kopi...!!!" perintahnya dari sambungan telepon.
Sesaat kemudian, sekretarisnya datang dengan membawa nampan berisi secangkir kopi.
"Kopi anda Boss..." Alice mempersilahkan.
"Hmmm... thanks...." ucap Adam yang pura pura sibuk dengan laptopnya.
Ia mulai menyesap kopi buatan sekretarisnya itu dengan pelan. 'Ada yang kurang... apa ya... kenapa kopinya tidak seenak buatan Mina...???' batinnya heran dan langsung meletakan cangkir kopi itu ke tempat semula.
Sementara itu di dalam apartemen. Mina baru saja terbangun dari tidurnya dengan limbung. Ia bingung dimana dirinya saat ini dan ia mencari ponselnya untuk melihat jam berapa sekarang.
Matanya terbelalak sempurna. Saat ini sudah jam 13:30 pm. 'Apa yang terjadi... ah... apakah aku tertidur...???' ia langsung bangkit dari tempatnya berbaring dan langsung menuju kamar mandi. Setelah membasuh mukanya, ia keluar kamarnya dan menuju dapur, karena perutnya lapar. Ia akan makan dulu, kemudian ia akan melanjutkan apa yang harus di lakukan ketika siang hari.
Ia makan 3 lembar roti tawar dan selai kacang di tambah minum susu segar dan pisang saja untuk mengganjal perut. Karena memang ia belum memasak tadi. Setelah kenyang, ia langsumg bebersih sambil menyalakan mesin cuci untuk mencuci pakaian kotor milik tuannya yang sudah ia rendam sebelumnya.
Saat ia akan masuk ke dalam ruang tidur tuannya itu, ia nampak ragu dan seakan enggan untuk memasukinya mengingat apa yang ia lihat dan ia dengar tadi pagi. 'Aku tidak tau harus bersikap seperti apa pada Mr Adam... Mengingat kejadian tadi pagi membuatku sangat malu... malu karena ternyata tubuhku menjadi fantasi liar pria itu... Apa yang harus aku lakukan....??? Apa aku bersikap seperti biasanya saja dan seakan ia tidak mendengar apa apa... Aku rasa, Mr Adam juga tidak tau kalau aku mendengar serta melihatnya bermain main dengan miliknya di kamar mandi...' mengingat itu, Mina langsung meremang dan malu.
😂😂😂😂 aku juga yang nulis malu sendiri... terima kasih yang sudah sudi mampir ke cerita recehku... terima kasih juga untuk yang sudah komen.... membuatku lebih semangat nulis...
😍😍😍😍