
*Ada adegan di atas 21+ harap yang belum cukup umur di skip.... 😅😅😅
Allina pov.
Aku tidak mengira, wanita yang Kak Adam nikahi hanyalah mantan pelayannya di Singapore. Meskipun aku tau saat ini wanita itu tengah mengandung benih kakakku. Tapi, rasanya sungguh sangat menjijikan harus tinggal serumah dengan seorang kakak ipar yang bahkan tidak memiliki apapun untuk di banggakan.
Aku sungguh muak melihat semua orang tampak menyayanginya. Aku harus mencari cara agar wanita itu segera pergi dari sini. Mungkin dengan sedikit bumbu bumbu perselingkuhan yang pernah di rencanakan ibu untuk Sarah...
Aku semakin muak saat melihat wanita itu karena mengingatkan aku pada Sarah. Ya, meskipun kami bersahabat. Tapi aku lebih menyukai Jane. Dia lebih baik dalam hal apapun dari Sarah. Sarah bagiku hanyalah parasit. Dia tidak sebanding dengan kakakku. Aku pun membencinya. Untungnya, anak yang ia kandungpun mati sesaat di lahirkan. Itu membuatku begitu senang. Tidak perlu lagi melihat copyan wajah wanita itu.
Saat ini, aku juga begitu benci pada wanita yang bernama Mina. Ia lebih cocok menjadi pelayan ketimbang kakak iparku. Aku berharap, Kak Adam segera pergi ke Singapore untuk mengurusi bisnisnya. Itu akan mempermudah diriku untuk menyingkirkan wanita menjijikan itu.
Entah mengapa aku hanya ingin Jane yang menjadi kakak iparku. Aku juga berharap wanita itu segera pergi dan Jane lah yang berada di posisi sebagai kakak ipar menggantikan wanita itu.
Allina pov end...
.
.
.
Mina Pov...
Aku senang, ternyata keluarga besar dari suamiku Mr Adam menikmati masakan yang aku buat untuk sarapan mereka sebagai pengenalan diriku menjadi menantu serta ipar mereka. Hanya saja, aku tidak melihat raut senang dan gembira dari saudara kembar Mr Allan. Miss Allina. Ia tampak tidak menyukaiku. Aku tau, siapa diriku. Tapi, haruskah aku merasa kecil karena tidak punya harta benda yang sepadan dengan mereka.
Aku mulai mencintai Mr Adam berawal dari keluarga mereka. Bagiku, tidak hanya suami yang harus di cintai dan juga dikasihi. Tapi orang tua serta saudaranya juga harus di perlakukan sama. Aku akan berusaha untuk mendekati Miss Allina. Agar wanita itu terbiasa dengan kehadiranku.
Aku juga tidak akan menyerah dengan pernikahanku kali ini. Cukup sekali kegagalan yang aku alami bersama Mas Jono. Aku tidak akan patah semangat menghadapi tantangan baruku di depan mata saat ini.
Semoga, tantangan kali ini tidak seberat dulu...
Mina pov end...
***
Adam mengajak Mina untuk kembali ke kamar. Setelah sarapan, keluarga sang suami sudah kembali ke aktivitas mereka masing masing. Adam tidak mengijinkan Mina untuk membereskan meja makan. Tentu saja itu akan membuatnya kelelahan. Adam ingin memanjakan istrinya kali ini. Ia juga ingin membayar semua perlakuan buruknya selama ini pada sang istri ketika wanita itu masih menjadi pelayannya. Mengganti semua dengan apapun yang di inginkan wanitanya itu. Ia akan memanjakan wanitanya dengan segala yang ia miliki.
Sesampainya di dalam kamar, Adam langsung memeluk Mina dari belakang. Mina hanya diam mematung dengan nafas tercekat. Ia bergidik ngeri saat mendengar deru nafas Adam di telinganya.
" Mr..."
"Aku harus menghukummu karena masih memanggilku dengan sebutan itu..." ucap Adam langsung membalik tubuh Mina agar menghadap dirinya.
"Ah... maaf... aku lupa... aku belum terbiasa..." ucap Mina saat matanya terpaku pada mata grey milik Adam sang suami.
"Biasakan... sayang... tidak perlu bersikap formal padaku..." ucap Adam lembut.
"Bisakah kita melakukannya Mina...???" tanya Adam pelan.
"Melakukan apa...??" Mina balik bertanya tidak mengerti.
"Malam pertama kita yang tertunda...." ucap Adam penuh harap.
"Ya... ampun... jangan saat ini... selain aku belum siap, ini juga masih pagi... orang lain bekerja, aku merasa tidak enak dengan Mommy dan Daddy. Serta penghuni rumah lain..." ucap Mina menjelaskan.
Adam menarik tubuh Mina agar merapat pada tubuhnya. Dan meraih tangan wanita itu, menuntunnya untuk menyentuh sesuatu yang sangat keras. Wajah Mina seketika merona merah karena malu.
"Bahkan, aku sudah berpuasa sangat lama Mina. Apa kau tidak kasihan padanya... hmm...? Kau membuatku begitu frustasi hingga aku berbuka dengan cara yang salah agar bisa mendapatkanmu..." ucap Adam dengan suara berat.
Mina mengingat dengan jelas saat pria itu menggagahinya dengan kasar dan penuh penekanan karena frustasi. Mungkin, ia akan baik baik saja dikala posisinya saat itu masih sendiri. Tapi, semuanya telah berlalu. Saat ini, pria di depannya adalah suaminya. Meskipun dengan cara yang tidak wajar mereka bersatu. Tapi apalah dayanya.
Tangan Mina mulai mengelus ringan pada bagian tubuh Adam yang menonjol itu. Adam merasakan sensasi panas menyeruak masuk kedalam dadanya. Ia meraih tengkuk Mina dan ******* bibir istrinya itu dengan lembut. Sementara tangan Mina masih bertahan di sana.
Adam melepas bibirnya dari tautan bibir Mina dan menatap mata hitam milik istrinya dan terpaku disana.
"Apa kau bersedia...?" tanya Adam dengan suara seraknya. Mina hanya mengangguk pelan. Karena ia juga ingin mendapatkan lebih.
Dengan senyum kemenangannya, Adam menganggkat tubuh Mina dan membaringkannya di atas ranjang. Bibirnya mulai menyusuri wajah dan leher wanita itu dengan perlahan. Adam menikmati expresi dari wajah Mina. Ia akan mengingatnya dengan jelas.
Sesaat kemudian, mereka telah telanjang bulat. Entah kemana perginya pakaian pakaian mereka.
"Saat ini, aku akan memanjakanmu sayang... Rasakanlah seberapa besar cintaku padamu..." ucap Adam saat ia sudah mengarahkan miliknya ke milik Mina.
"AÄ·h..." Mina mendesah tertahan.
"Jangan di tahan sayangku... aku ingin kau menjeritkan namaku..." nafas Adam mulai tersedat sedat menahan gejolak di bawah sana saat merasakan penyatuan itu. Milik Mina berkedut hebat seakan menarik milik Adam lebih dalam lagi.
Mina mendesah saat Adam mulai memompakan miliknya dan terus begitu sampai mereka mencapai puncak secara bersamaan.
"Terima kasih... sayang... aku mencintaimu..." ucap Adam saat ia melihat Mina di bawah kungkungannya sedang mengatur nafasnya setelah mendapatkan pelepasan. Adam mencium kening Mina dengan lembut dan beralih ke samping wanita itu.
"Apa kau lelah sayangku...?" tanya Adam pada wanita di dekapannya. Mina hanya menganggu tanda mengiayakan.
"Tidurlah... aku akan menemanimu..." ucap Adam dan memeluk istrinya itu dari belakang. Tangannya tak henti hentinya mengusap pelan perut Mina. Ia berharap jika janin dalam kandungan istrinya itu baik baik saja.
Mereka berdua mulai terhanyut dalam buaian alam mimpi dan terlelap.
Duh...
😂😂😂 lolos review tidak ini... 😂😂😂 semoga saja lolos... nggak hot hot amat kaya punya author yang lain loh... 😂😂😂