My Maid And I

My Maid And I
Part 14. My Maid and I.



Tengah malam Adam terbangun karena mendapat notifikasi dari handphonenya. Baru sejam yang lalu ia terlelap. Sebenarnya ia tidak begitu bisa memejamkan matanya. Ia berusaha untuk tidak memikirkan apa yang terjadi di ruang makan.


Ternyata makan malam itu tidak hanya dihadiri keluarga saja. Namun wanita yang pernah akan ia nikahi itu juga hadir di tengah tengah mereka. Meski awalnya Adam mau menikahi wanita tersebut dengan bujukan Mommy nya dan juga sebagai pelariannya dari Sarah.


Tapi ia lakukan dengan terpaksa. Sebelum akhirnya batal karena mengetahui kebenaran tentang Sarah. Wanita yang bernama Jane Milano sahabat dari Sarah Hamilton mendiang istrinya.


Setelah acara makan malam yang sedikit canggung, Adam kembali ke kamarnya. Ia tidak begitu bernafsu menyantap makanan yang terhidang. Melihat sikap Jane membuatnya muak. Karena wanita itu membuatnya mengingat Sarah dengan jelas.


Bahkan wanita itu mengusik ketenangannya dengan menjelekan Sarah di depan matanya. 'Seandainya Sarah masih ada, mungkin wanita itu sudah ku sumpal dengan paha kalkun panggang' pikir Adam. 'Tapi kupandangi Mommy tidak menghiraukan omongan wanita sialan itu. Membuatku merasa ada sesuatu yang salah dengan sikap Mommy. Setelah 4 tahun lebih aku tidak pernah mengunjunginya, wanita tua yang melahirkan diriku itu lebih terlihat kurus dari 4 tahun silam'


Tring...


Notifikasi di handphonenya membuyarkan lamunannya. Jam menunjukan pukul 00:10 am. Dan notifikasi di dalam handphonenya memberi tahukan bahwa Mina wanita yang menjadi maid di apartmen nya di Singapore itu tengah menghubungi seseorang.


Ya.. karena jarak dan waktu Canada dan Singapore 12 jam itu membuat Adam tengah malam terbangun di Canada yang mendengar notifikasi itu.


Adam menekan sebuah aplikasi di notifikasi yang memang di siapkan untuk Adam oleh asistennya. Aplikasi untuk menyadap meretas kegiatan maidnya juga pembicaraan maidnya. Aplikasi yang sudah di translete menggunakan bahasa Inggris dari bahasa manapun di dunia ini.


Adam menekan tombol on untuk mendengar percakapan maidnya.


"Hallo.." kata suara lelaki.


"Hallo....." lelaki itu kembali.


Namun tak ada jawaban dari Mina. Adam masih menunggu apakah maidnya itu menutup atau melanjutkan. Sampai terdengar lelaki itu kembali bersuara namun dengan nadanya yang meninggi.


"HALLOOOO...." kata suara itu. Adam sedikit emosi karena walau bagaimanapun, ia menloudspeaker handphonenya agar terdengar jelas.


"Ha... hallo... Mas.. ini aku..." kata sebuah suara wanita yang Adam tau itu adalah suara Mina.


Dan percakapan pun berlanjut. Adam mendengarkan dengan seksama. Apa isi perbincangan dan juga inti dari perbincangan mereka. Dan Adam kadang tersenyum kadang marah dengan percakapan mereka.


Adam merasa seakan ia adalah penguntit yang tidak sopan. Selain itu ia juga meretas isi handphone maidnya yang seharusnya begitu privaci. Mengingat ia juga tidak ingin privasinya di usik, ia merasa bersalah pada sang maid.


Tapi itu demi kebaikan sang maid.


Meski sebetulnya Adam merasa tidak nyaman.


20 menit berlalu...


Perbincangan dua orang yang saling merindukan itu tengah memanas membicarakan dirinya yang hendak mengembalikan sang maid kembali ke agenci. Adam marah sekaligus tertawa bagaimana bisa ia memperkerjakan wanita tukang gosip.


Namun sesaat kemudian pembicaraan mereka menjadi sesuatu yang lebih menyedihkan. Bahkan kata kata cinta dan ucapan terima kasih dari suara sang pria itu membuat Adam merasa bahwa pria itu begitu beruntung memiliki wanita sebaik Mina.


Ada rasa iri. Seandainya saja Sarahnya masih ada. Ia tidak akan merana pikir Adam. Adam masih terdiam mendengarkan percakapan mereka sampai suara sang pria menanyakan perihal dimana dirinya berada mengapa tidak terlihat.


Mina berkata pada sang suami bahwa dirinya tengah berada di benua Amerika untuk mengunjungi orang tuanya yang sedang sakit. Dengan begitu pria yang menjadi suami Mina itu berbicara seenaknya. Ia berpikir bahwa ia bisa dengan bebas menelepon Mina setiap hari.


Ada guratan emosi dalam pikiran Adam. Mengutuk pria yang sedang bercakap dengan maidnya itu dengan kata kata kasar.


Namun perasaan itu hilang dalam sekejap, ketika Mina sang maid menolaknya dengan memberikan penjelasan bahwa ia harus mematuhi aturan aturan rumah tersebut.


Adam kembali tersenyum mendengar kata kata Mina.


30 menit telah berlalu...


Mina telah mengahiri percakapannya dengan suaminya. Dan handphone Adam telah berhenti menyadap karena Mina mematikan handphonenya.


Adam tesenyum lega. Bahwa dirinya tidak menyesal tidak jadi mengembalikan maidnya ke agensi. Sebenarnya Mina wanita baik baik. Adam hanya bisa menunggu karena ini hanya permulaan saja. Meskipun Mina hanya menambahkan nomor suaminya saja sejauh ini. Ia belum bisa percaya sepenuhnya pada maidnya untuk saat ini. Adam hanya bisa menunggu dan mengamati tingkah laku maidnya itu, ia tidak ingin kecolongan untuk yang ke 2 kalinya.


Adam membuka sebuah aplikasi di handphonenya yang dapat secara langsung melihat CCTV apartmennya secara online melalui handphonenya meski jauhnya ribuan kilo meter.


Wanita yang ia lihat di CCTV saat ini tengah mengangkati jemuran pakaiannya dan kemudian menyetrikanya. Bahkan wanita ini tidak meninggalkan apartmennya sama sekali hari ini. Tapi ini baru hanya sebuah permulaan pikir Adam. Baru 1 hari maidnya itu di tinggalnya itu belum cukup untuk memastikan bagaimana sifat wanita itu yang sebenarnya.


Beruntung ia memasang CCTV di setiap sudut rumah yang bisa menjangkau apapun aktifitas dirinya. Kecuali kamar tidur wanita itu dan kamar mandi. Bagi Adam tidak sopan merekam privaci orang lain. Tak terkecuali kamar pribadi Adam. Meskipun privasinya terusik, toh ia sendiri yang menonton.


Adam meletakan kembali handphonenya di atas nakas dan kemudian mulai merbahkan dirinya di atas kasur. Meski belum bisa memejamkan matanya, ia tetap berusaha untuk tidak terlalu larut dalam memikirkan masalah yang belum tentu terjadi nantinya. Tapi dirinya belum bisa mempercayai maid itu sepenuhnya.


Adam menguap, lama kelamaan kantuk mulai menguasai dirinya. Adam hanya berharap bahwa ketika dirinya berada di alam bawah sadarnya ia bisa bertemu Sarah, cintanya.