
mina terbangun di tengah malam karena perutnya merasa lapar . kehamilannya sudah memasuki bulan ke 6 dan mulai terlihat. ia merasa kesepian karena sang suami pergi ke singapura untuk mengurusi bisnis propertinya sejak 2 bulan yang lalu. mina hanya dapat mengisi hari harinya dengan menemani mommy marriane yang memiliki hobi baru yaitu berkebun.
mina yang memang dari dulu suka bercocok tanam, langsung bisa mengambil hati sang mertua. sayuran serta bunga yang ia tanam menjadi subur dan terawat. beberapa minggu, mereka mengkonsumsi sayuran yang di tanam di halaman belakang mansion milik keluarga johanson. mommy marriane menjadi lebih sehat dan energic di banding sebelumnya. ia merasa memiliki umur yang masih muda saat ini.
dari kejauhan, allina menatap tidak suka pada sang kakak ipar. ia merasa tersisih dari posisinya sebagai tuan putri. ia tidak bisa lagi shoping dan berfoya foya menikmati rasanya di manja oleh mommy nya itu. tangannya mengepal dengan tatapan mata tidak suka. ia beranjak kembali menuju kamarnya untuk beristirahat. ahir ahir ini ia merasa begitu cepat lelah dan gampang mengantuk serta cepat lapar.
karena kesibukannya di dunia permodelan, ia lupa dengan jadwal tamu bulanannya yang sudah sangat terlambat dari dirinya terahir mendapatkan. allina yang masih saja berkutat dengan ponselnya merasa mual saat masuk ke dalam kamarnya. bau parfum yang sering ia pakai di ruangan kamarnya itu membuatnya begitu pusing dan mual.
allina melempar ponselnya ke atas kasur dan langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya dengan begitu tersiksa.
hoek... hoek... hoek...
allina masih terus saja memuntahkan isi perutnya sampai ia lemas.
mina yang akan masuk ke dalam kamarnya, mengurungkan niatnya karena mendengar allina muntah muntah tanpa henti. ia memberanikan diri untuk mendekati kamar adik iparnya itu dan masuk tanpa izin allina. mina menghampiri allina yang sedang duduk tidak berdaya di lantai dekat wastafel.
"miss allina apa kau baik baik saja...??" ucap mina sambil menghampiri allina yang lemah dunglai di sana.
allina tidak menjawab hanya diam tak bersuara. pandangan matanya kosong. ia pun tidak menolak sentuhan mina saat wanita itu memapahnya keluar dari dalam kamar mandi miliknya itu. tatapan matanya benar benar kosong. mina binggung pada kelakuan adik iparnya itu. saat ini ia tidak lagi mencaci ataupun menolak uluran tangannya.
allina duduk di tepian ranjangnya dan menatap wanita yang selalu di cacinya itu.
"apa yang kau rasakan ketika pertama kali hamil...???" allina bertanya dengan suara lemah.
"aku merasa cepat lelah, pusing serta mual dan juga porsi makanku berlebihan, ingin memakan sesuatu yang kadang tidak ada di sini. aku juga mual jika mencium bau yang sangat menyengat seperti bau parfum atau apapun... itu terjadi jika tri mester pertama kehamilanku... kenapa kau bertanya begitu...???" mina merasa ada yang janggal dengan pertanyaan allina.
"keluarlah dari kamarku... " allina mulai emosi lagi.
***
sementara itu, adam yang saat ini berada di kantornya tengah duduk dengan perasaan tidak menentu. setelah melihat sang istri masuk kedalam kamar adiknya dan tak kunjung keluar. ia takut terjadi sesuatu dengan istrinya itu . stanly yang melihat bossnya itu uring uringan, hanya memutar bola matanya jengah...
"boss... jika kau masih saja kurang percaya dengan keluargamu.,lebih baik mina di bawa kemari saja... agar anda tenang...!!!" ucap stanly datar.
adam menatap stanly dengan tatapan penuh intimidasi dan tajam. pria itu mulai geram dengan sikap stanly yang suka menggodanya dengan gamblang dan tanpa rasa takut.
"kau aku pecat dari calon adik iparku...!!!" adam tersenyum mengembang saat melihat wajah stanly di tekuk.
"ah... selalu saja ..." stanly mendengus kesal.
hahahhahahaha....
adam terbahak bahak melihat asistennya itu menggerutu.
"kita kembali ke kanada.... dan lanjutkan rencana konyolmu itu... tapi ingat, jangan sakiti keduanya..." ucap adam mengingatkan .