
kedatangan jane membuat gempar tamu undangan. para body guard serta keamanan mansion johanson yang tidak bisa menghentikan kedatangan wanita itu pun mendapat amukan dari stanly serta alvin.
sementara adam begitu yakin, jika jane akan merusak acara 7 bulanan yang ia selenggarakan untuk sang istri. suara riuh dari tamu undangan membuat keluarga mina ikut menatap kedatangan seorang wanita cantik itu dari dalam ruang khusus yang di sediakan adam untuk mereka. mereka mengira jika wanita itu adalah aktris utama yang di undang untuk acara itu.
adam mengepalkan tangannya dan langsung memeluk pinggang mina dengan posesif saat melihat jane mendekati mereka. wanita itu tersenyum sinis saat melihat adam begitu posesif memeluk sang istri.
prok...
prok...
prok...
jane menepuk tangannya saat ia telah berada di depan adam dan mina. wanita itu tersenyum mengejek saat ia menatap mina menggunakan pakaian mahal namun sederhana itu.
"hai... wanita udik...!!!" sapa jane pada mina dengan senyuman mengejek.
mina hanya menatap bingung pada wanita yang dulu pernah menamparnya serta mengaku sebagai kekasih adam. mina ingin memberi uluran tangannya untuk menyambut wanita itu. namun, adam menarik tangannya dengan segera sambil menggeleng saat mata mina menatapnya bingung.
"kau bahkan tidak pantas menggunakan gaun mewah itu di sini. kau hanya seorang pelayan, tempatmu bukan disini tapi di belakang... sungguh tidak kusangka kau rela membuat dirimu mengandung hanya karena ingin mengangkat derajatmu itu dengan cara menggoda kekasihku... dan dengan cara yang begitu licik... menyerahkan harga dirimu serta meninggalkan suami dan anak anakmu di indonesia... membuat dirimu seolah di perkosa agar adam menikahimu... sungguh kau wanita ular..." jane berbicara di saksikan ratusan tamu undangan serta wartawan yang ada di sana.
adam begitu geram saat mendengar ucapan jane serta mendengar kasak kusuk dari para tamu undangannya itu. jane berbicara seolah mina telah merebut adam darinya. padahal yang ia ucapkan merupakan kebalikan dari kenyataannya.
"jaga ucapanmu...!!!" ucap adam geram.
jane tersenyum sinis sambil menatap adam.
"apakah jika aku hamil kau juga akan bertanggung jawab padaku adam...?" tanya jane pada pria itu. membuat adam begitu geram.
"namun sayang sekali, aku hanya kehilangan keperawananku dan tidak hamil saat itu, sehingga kau tidak mau bertanggung jawab padaku..." ucap jane sambil tersenyum sinis. para tamu pun berbisik bisik melihat kejadian yang ada di hadapan mereka.
"jangan mengada ada jane, bahkan sekuku jarimu pun aku tidak pernah menyentuhmu, apa lagi mengambil keperawananmu..." ucap adam penuh emosi.
"apa kau lupa malam itu adam...??" tanya jane penuh dengan emosi yang bergejolak.
"malam apa dan di mana... aku bahkan tidak pernah bermalam denganmu... sekali lagi jangan mengada ada serta berhentilah berbicara omong kosong itu...." bentak adam penuh dengan emosi.
" ya... mungkin kau lupa, tapi aku tidak akan pernah lupa pada kejadian pagi itu..." ucap jane datar.
"pada hari di mana saat itu jason kekasihku menikahi wanita lain, aku begitu frustasi, aku meminum beberapa botol alkohol untuk menghilangkan sesak di dadaku. saat aku terbangun, aku tidur di ranjang apartemenmu dalam keadaan telanjang. aku mencarimu kemana mana, namun kau tidak ada... saat itu hatiku hancur, saat mengetahui suami sahabatku yang telah merenggut keperawananku..." ucap jane lantang dan membuat semua tamu undangan syok saat mendengar ucapan dari sang super model itu di depan adam. mereka tidak menyangka jika adam tega berbuat begitu pada seorang wanita.
"tidak pernah sekalipun aku menyentuhmu ataupun tidur denganmu. mungkin orang lain yang mengambil kesucianmu. aku bahkan tidak pernah berhubungan dengan wanita lain selain istriku sejak saat itu. jadi, minta saja tanggung jawab pada orang itu. dan bukan aku..." ucap adam datar.
adam terperangah serta tersulut emosi. bagai mana tidak, bahkan ia sama sekali tidak pernah menyentuh wanita lain lagi saat itu selain sarah mendiang istrinya.
" aku akan memaafkanmu jika kau pergi sekarang dengan cara baik baik... jika kau ingin tetap disini, bersikaplah selayaknya seorang tamu, jangan usik istriku dengan omongan tidak masuk akal itu..." tambahnya.
jane hanya tertawa mengejek.
"apa kau bilang adam...?" ucap jane.
"bisakah kau ulangi... sungguh aku tidak mendengarnya..." jane berkata seolah ia tidak mendengar.
"jika kau bisa bertanggung jawab pada wanita itu yang hanya seorang pelayanmu, maka kau juga harus melakukan hal yang sama padaku..." ucap jane sambil berteriak. membuat para tamu undanganpun memandang adam serta mina penuh ejekan.
allan yang baru saja keluar dari pintu utama pun langsung syok dengan apa yang ia lihat saat ini. wanita yang ia cintai serta sang kakak juga istrinya tengah menjadi pusat perhatian untuk para tamu. allan bergegas menghampiri mereka dengan cepat.
"al... bisakah kau bawa wanita ular ini untuk pergi dari acaraku...?" pinta adam pada sang adik.
"bukankah dia juga tamu undangan kak...?" tanya allan pada sang kakak yang memang belum mengerti dengan situasi ini.
"dia hanya pengacau al... bahkan dia memfitnahku telah mengambil keperawanannya. bahkan seujung jaripun aku tidak pernah menyentuhnya saat itu..."
deg...
ucapan adam membuat allan tertegun. allan menatap sang kakak dengan tatapan tidak percaya. ia merasa tercubit dengan ungkapan dari mulut sang kakak.
"jane... ikut denganku...." gumam allan sambil menarik paksa tangan wanita itu dan membawanya menjauh dari acara. jane mengikuti langkah allan dengan terhuyung huyung karena tarikan dari pria itu di tangannya begitu kuat.
"hey... allan... lepaskan aku..." jerit jane. membuat allan berhenti.
"aku harus meminta pertanggung jawaban dari kakakmu... biarkan aku kembali... jika wanita itu bisa mendapat tanggung jawab kenapa diriku tidak...!!!" jelas jane yang membuat allan begitu emosi.
dengan cepat allan menarik tubuh jane mendekat dan membopong wanita itu layaknya karung beras. allan masuk ke dalam mansion dan berjalan dengan cepat menuju kamarnya. allan tidak peduli dengan teriakan jane yang minta dilepaskan, serta ia tidak perduli dengan tatapan dari tamu sang kakak dan sebagian kolega bisnisnya.
sesampainya di dalam kamar, ia langsung mengunci pintu serta menjatuhkan tubuh jane di atas ranjangnya. jane begitu syok dengan sikap allan. ia bangun dari tempat allan menjatuhkannya serta menatap tidak percaya pada pria itu. allan mendekat sambil melepas kancing kemejanya satu persatu. allan berjalan mendekati jane dengan tatapan kosong.
jane tidak percaya dengan apa yang ia lihat. jane memundurkan tubuhnya berusaha untuk menghindar dari jangkauan allan.
"apa yang kau lakukan allan... kenapa kau melepas pakaianmu...?" tanya jane dengan suara ketakutan.
allan tersenyum, dengan tetap menghampiri jane.
"kau ingin meminta pertanggung jawaban pada pria yang telah mengambil keperawananmu kan...?" tanya allan pada wanita itu.
"mintalah padaku karena aku yang mengambilnya dan jangan kau usik kebahagiaan kakakku..." ucap allan sambil melepas celana panjang miliknya dan hanya menyisakan ****** ******** saja.
jane menggelengkan kepalanya tanda tidak percaya dengan apa yang ia dengar. allan mendekati jane dan duduk di tepi ranjang. matanya menatap jane intens. ia melihat ketakutan di mata wanita itu.
"allan..." ucapan jane terhenti saat allan menariknya ke dalam dada telanjang miliknya.
jane merasakan betapa terkejut dirinya serta tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"kau lihat... bekas gigitan di bahuku... itu adalah tanda bahwa aku lah yang telah mengambil kesucianmu. itu adalah gigitan mu saat kau melampiaskan rasa sakit saat aku merenggut kesucianmu... jane, pagi itu aku merasa begitu bahagia sekaligus dilema... aku belum memiliki apa pun untuk membahagiakanmu... bukannya aku meninggalkanmu begitu saja pagi itu. aku keluar bermaksud untuk mebeli sarapan karena di apartemen kakak tak ada apa pun. tapi saat aku kembali, kau sudah tidak ada di tempat. aku mencarimu dan berusaha untuk bertanggung jawab meskipun aku belum memiliki apa pun. aku tidak tau mengapa kau bisa pergi entah kemana begitu cepat. jane, aku tau, aku lelaki pecundang tapi, ijinkan aku untuk kembali bertanggung jawab pada kejadian itu. kumohon, jangan ganggu kebahagiaan kakak dengan kakak iparku saat ini..." ucap allan sambil terus mendekap jane.
jane melepaskan dirinya dari dekapan pria itu. ia menatap mata allan dengan seksama. tidak ada kebohongan di sana. yang ada hanya kerinduan serta rasa bersalah. jane mengelus pipi mulus allan pelan. ia menatap pantulan wajahnya di dalam bola mata allan. jane langsung mengalihkan pandangannya pada bahu pria itu. ia mengusap pelan bekas luka itu.
"bisakah kau ceritakan padaku bagaimana aku bisa berada di dalam apartemen adam...??" ucap jane meminta penjelasan.
allan mengangguk pelan. ia menyematkan anak rambut jane ke belakang telinga wanita itu.
"malam itu...."
ππππ malam itu kenapa ya...
buat readΓ©rs ku yang tercinta, semoga kalian sehat selalu. terima kasih buat para readers yang masih setia menunggu kelanjutan jalan cerita dari novel recehnya author ini. btw, maaf slow update.
di karenakan, author sedang berduka. nenek author meninggal dan belum 7 hari. selama itu pula, author harus berada di sana untuk menemani orang tua author yang sedang berduka. jadi, author tidak bisa up sampai begitu lama. btw...
author minta maaf yang se besar besarnya