My Maid And I

My Maid And I
Part 10. My Maid and I



Pagi telah menjelang. Angin berhembus melewati jendela yang terbuka. Dinginnya pagi hari tak membuatnya untuk meng urungkan niatnya untuk segera bangun. Meskipun matahari belum menampakan sinarnya, tapi alarm di nakas yang mengingatkan Mina untuk segera bangkit. Setelah merapikan tempat tidurnya, Mina dengan malas berjalan menuju kamar mandi.


Setelah mandi dan berganti pakaian, ia bergegas keluar kamarnya dan memulai dengan membuka seluruh jendela agar udara segar masuk. Mendapati AC ruang TV masih menyala, ia bergegas meraih remote control yang ada di dinding dan mematikannya segera.


Mendapati selimut yang masih tercecer di sofa, Mina melipat dan meletakannya di atas sofa dan akan menyimpannya ketika sang tuan telah bangun dan keluar dari ruang tidurnya. Mina memulai acara bersih bersihnya di pagi hari.


Setelah selesai membersihkan seluruh ruangan (kecuali kamar tuannya), Mina melihat jam di dinding sudah menunjukan pukul 08:00 am. Mengingat sang tuan sarapan pukul 09:00 am, Mina bergegas mengambil bahan bahan makanan di dalam kulkas dan memulai untuk memasak.


Beberapa menit kemudian, sarapan telah tersaji di meja makan. Secangkir kopi dan sosis panggang + omelet serta saus kacang merah ditambah sayuran rebus di sampingnya. Dan beberapa lembar roti tawar di atas piring lain.


Jam di dinding menunjukan pukul 09:00 tepat. Tapi sang tuan belum menunjukan batang hidungnya.


'Tidak seperti biasanya pria itu bangun telat' pikir Mina dan akan mengetuk pintu namun di urungkannya.


Biasanya tanpa mengetuk pintu pun sang tuan akan keluar dengan sendirinya dari dalam kamar tidurnya.


'Kenapa dengan tuannya itu sebenarnya' pikir Mina.


Mendapati sang tuan tidak keluar dari sana meskipun setengah jam tlah berlalu.


'Mungkin Mr Johanson tidak akan ke kantor dan berdiam diri di dalam. Tapi seharusnya dia kan sarapan dahulu, mengingat sekarang sudah jam 9 lebih 30 menit' batin Mina.


Mina mengetuk pintu kamar sang tuan tapi tidak ada respon sama sekali. Mina menunggu 30 menit untuk mengetuk pintu itu kembali.


Setengah jam telah berlalu. Sekarang sudah pukul 10: 05 am. Tapi sang tuan belum juga keluar dari dalam kamar tidurnya.


Takut terjadi apa apa, Mina bergegas menghampiri pintu ruang tersebut. Mina tau, meskipun tidak sopan ia meraih gagang pintu dan mulai membukanya. Namun tak mendapati sang tuan disana.


Mina bergegas berlari ke kamarnya mencari handphone yang di berikan oleh asisten Stanly bermaksud untuk menghubungi sang asisten. Belum sempat menekan angka, bel pintu berbunyi...


Ting tong...


Ting tong....


Ting tong...


'Siapa ya...' batin Mina.


'Ah... mungkin asisten Stanly telah datang...' gumamnya. Tanpa pikir panjang, Mina bergegas menuju ke pintu dan menatap layar sebelum membukanya untuk memastikan siapa yang datang.


Dan benar saja sang asistenlah yang datang. Dengan cepat Mina membuka pintu.


"Selamat pagi Mr Stanly...." sapa Mina ketika pintu telah terbuka lebar.


"Hm.... Ya... Mina... selamat pagi..." jawab Stanly.


"Maaf ... Mr Stanly...." Mina memulai. " Mr Johanson tidak ada di kamarnya... saya minta maaf karena saya lancang membuka kamar beliau... karna saya takut terjadi apa apa.... dan saya membuka pintu kamar beliau... tapi saya tidak mendapati Mr Johanson disana..." kata Mina panjang lebar.


"Oh... " jawab sang asisten.


"Aku tau dimana beliau... Mina..." jawabnya singkat. "Aku datang kemari untuk memberitahu kamu bahwa untuk beberapa minggu kedepan, Mr Johanson berada di Canada... Ibunya sakit... jadi kamu akan berada di apartmen sendirian... tidak tau pasti kapan ia kembali..." Stanly berhenti sejenak.


" Kamu hanya perlu merawat dan membersihkan tempat ini setiap hari.... untuk masalah makananmu, ia memberikan kartu ini untuk kamu berbelanja makanan dan juga keperluan lainnya.... gunakan kartu ATM ini dengan bijak... nomor pin nya 20121986 itu tanggal lahir Mr Johanson... agar mudah di ingat... setiap transaksi akan ada notifikasi di handphonenya melalui MBanking nya... jadi kau harus benar benar menggunakannya dengan sangat bijak... atau kalau tidak kau harus menanggung konsekuensinya apa kau paham Mina....? " kata Stanly sambil menyodorkan kartu.


" Iya... Mr Stanly.... saya mengerti dan sangat paham....!!" jawab Mina dengan tangannya terulur menerima kartu ATM yang di sodorkan sang asisten tuannya.


Dan sebelum benar benar keluar dari pintu Stanly berbalik dan berkata; "Ah... iya... dan 1 lagi Mina aku ingatkan... jangan sekali pun kau mengajak orang asing ke sini tidak perempuan maupun laki laki apa kau mengerti...!!!???" kata Stanly penuh dengan penekanan.


"Iya... tentu saja... Mr..." kata Mina sambil tersenyum.


"Ah... iya... Mr Stanly... apa saya boleh menelepon suami saya...???" tanya Mina sebelum pria itu benar benar keluar dari sana.


"Tentu... 1 minggu 1×..." jawabnya.


"Iya... Mr... terima kasih..." kata Mina dengan senyum merekah.


"Aku pergi..." kata pria itu dan berjalan menuju lift.


" Iya... Mr Stanly... hati hati di jalan..." kata Mina sambil tersenyum dan kemudian menutup pintu.


💐💐💐💐💐💐


Setelah kepergian sang asisten, Mina memunguti selimut yang ia lipat tadi dan membawanya ke kamar tidur sang tuan. Mina keluar kembali ke dapur dan mengabil lap, sapu, beserta ember berisi air yang telah di beri karbol.


Setengah jam kemudian, Mina telah selesai membersihkan kamar sang tuan. Dan kembali ke tempat cuci pakaian membawa pakaian kotor beserta alat alat kebersihan tadi.


Setelah merendam pakaian kotor sang tuan dan miliknya secara terpisah, Mina menuju meja makan dan mendaratkan pantatnya di kursi. Tangannya meraih piring berisi makanan yang seharusnya untuk sarapan sang tuan.


"Untung saja aku tidak memasak 'bacon'( daging ****) jadi aku bisa memakannya" kata Mina pada dirinya sendiri sambil menyuapi mulutnya dengan sesendok omelet.


Karena kelaparan, Mina memakan sarapannya dengan lahap. Sambil menatap layar handphone yang belum menyala. Mina sedikit ragu. Apakah ia bisa menunggu seminggu sekali untuk menelepon suaminya.


Sementara handphone yang ia bawa saat ini bukanlah sepenuhnya miliknya. Meskipun ia di beri handphone keluaran terbaru, tapi bukan berarti ia senang. Meskipun saat ini sampai beberapa minggu kedepan ia sendirian di tempat ini, bukan berarti ia bebas semau sendiri.


*Mina Pov*


'Meski sang tuan tidak berada di sini, bukan berarti aku bebas. Ada CCTV dimana mana. Meskipun mereka tidak mengatakannya, tapi aku tau dengan jelas. Aku tidak mungkin seenaknya di rumah orang lain. Bahkan orang itu memberiku pekerjaan dan juga makan serta tempat tidur yang sangat sangat nyaman.


Aku jelas menyadarinya. Apapun instruksi, aturan aturan mereka aku lakukan dengan senang hati. Asalkan itu baik dan tidak berbahaya ataupun beresiko pada diriku.


Meski mereka menganggapku bodoh, tapi aku tidak sepenuhnya bodoh. Aku tau apa yang mereka pikirkan tentang diriku.


Untuk saat ini aku hanya bersyukur karena Mr Johanson tidak jadi mengembalikan aku ke agensi penyalur pembantu. Karena bagi semua pembantu itu adalah mimpi buruk.


Aku benar benar berterima kasih kepada pemilik rumah ini. Atas semua kesabaran yang di tunjukan meski kadang kadang menyakiti hatiku. Aku tau resiko dan konsekuensinya ikut orang lain.


Bahkan saat pertama kali aku ikut orang tua suamiku (mertua), itu adalah konsekuensi dari rasa cintaku pada sang suami. Menuruti aturan aturan rumah mereka.


Sekarang pikiranku benar benar kemana mana. Bahkan tidak mengijinkan aku untuk berhenti sejenak.


Hanya tinggal 1 bulan lebih masa potonganku berakhir. Selepas itu aku harus benar benar bisa mengumpulkan uang gajiku selama 10 bulan. Agar bisa melunasi tanggungan hutang suamiku.


Semoga semuanya berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun.


Amin...


*Mina Pov end*