
Mina merasa begitu nyaman di dalam tidurnya. Ia tersenyum merasakan kehangatan tubuh seseorang.
'Eh... tunggu... siapa??? Seseorang..??? ' Mina langsung membuka matanya.
Ia melihat tangan kekar melingkar di pinggangnya. Mina membalik kepalanya dan sontak saja ia terkejut, melihat sang tuan lah yang tengah memeluknya.
Mina tidak menjerit, ia hanya berusaha melepaskan dirinya dari dekapan sang tuan dengan perlahan lahan menyingkirkan tangan kekar milik sang tuan dari tubuhnya.
Adam yang merasakan pergerakan seseorang, mengerjapkan matanya. Adam melihat Mina telah bangun tapi wanita itu tidak tau jika dirinya telah terbangun. Adam membiarkan Mina begitu saja dan ingin tau apa yang akan di lakukan wanita itu.
Ia tau, bahwa Mina tengah berusaha untuk terlepas dari dekapannya. Dengan senyum yang mengembang, Adam pura pura masih tertidur dan mempererat pelukannya. Mina merasa sangat sulit untuk lepas dari dekapan sang tuan.
'Apa yang harus aku lakukan...? Kenapa sulit sekali terlepas ...? Dan sejak kapan aku bisa tidur di kasur ini dan seranjang dengan Mr...? Bukankah aku tidur di kamar mandi...!!! Apa Mr... yang membawaku ke kasur...??? Apakah Mr berbuat macam macam padaku...? Tunggu,,,...!!! Bajuku masih utuh di tempatnya...!!! Ah... terima hasih Mr... anda tidak berbuat macam macam di saat aku tidur...!!! Ah... jam berapa sekarang....???' batin Mina gelisah dan bergerak berusaha untuk terlepas dari dekapan erat sang tuan.
"Diamlah... Mina... atau kau membangunkannya...!!!" gumam Adam dengan mata masih tertutup.
"Anda sudah bangun Mr...??? Jadi, tolong lepaskan saya...!!!" seru Mina mencoba melepaskan tubuhnya dari dekapan sang tuan.
Tapi Adam semakin mempererat pelukannya pada Mina.
"Mr... ini sungguh tidak masuk akal...!!! Lepaskan saya...!!!" teriak Mina.
"Tidak usah teriak Mina... tetaplah seperti ini sebentar. Aku belum cukup puas memelukmu..." Adam membenamkan wajahnya di ceruk leher mina sambil mengendusnya pelan.
"Mr... jangan seperti ini... kumohon...!!!" Mina memohon.
"Diamlah... atau aku akan berbuat lebih...!!!" ucap Adam dengan suara seraknya.
Mina yang mendengar ancaman tuannya, hanya diam membeku dan tidak bersuara. Adam yang merasakan Mina tidak lagi bergerak gerak seperti tadi, langsung membalikan tubuh wanita itu agar dapat melihat wajahnya. Adam menatap dengan intens wajah Mina dan menyematkan rambut yang menutupi wajah Mina di sela sela telinga wanita itu.
"Apa kau tidak merindukan sentuhan suami mu...???" tanya pria yang menjadi tuannya itu.
Mina masih saja tidak menjawab pertanyaan sang tuan dan menatap pria tampan yang menjadi majikannya ini dengan tatapan yang sulit di artikan oleh pria itu.
"Jawablah... Mina...!!!" Adam mulai mengusap pipi lembut Mina.
"Saya merindukannya Mr..." jawab Mina jujur dengan suara beratnya.
"Kenapa kau tidak melampiaskan kerinduanmu dengan menerima sentuhanku....???" tanya Adam dengan suara lembut.
"Karena anda majikan saya..." ucap Mina.
"Jika aku bukan majikanmu, apa kau mau aku sentuh...???" tanya Adam lagi.
Mina menggeleng.
"Kenapa...???" ucap Adam.
"Mina, bahkan saat ini kau sedang menghianatinya...!!!" Adam megingatkan.
"Itu karena paksaan anda Mr...!!!" gerutu Mina.
"Benarkah...??" suara Adam lembut.
"Ya...." ucap Mina sambil melepaskan tangan sang tuan dari pipinya.
"Mina... jadilah kekasihku...!!!" Adam berkata sambil menarik lengan Mina yang akan beranjak dari ranjang.
"Apa saya tidak salah dengar Mr...???" tanya Mina tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Iya... kau tidak salah dengar Mina.... jadilah kekasihku... aku akan mencukupi kebutuhanmu, orang tuamu dan anak anakmu... apa kau mau...???" Adam meyakinkan Mina.
"Saya tidak mau Mr..." ucap Mina tegas.
"Kenapa...???" tanya pria itu.
"Saya tidak bisa..." jawab Mina.
"Kenapa tidak bisa...??? Berikan aku alasannya... Mina???" Adam meminta penjelasan.
"Saya tidak bisa menghianati suami saya Mr..." Mina berkata dengan gemetar.
"Apa itu saja alasanmu...??? Aku ingin tau seberapa hebat dan tampannya suamimu itu, sehingga kau begitu setia padanya... sehingga kau tidak mau menjadi kekasihku...!!! " tanya Adam mulai dengan suara yang meninggi.
"Tidak, bukan hanya itu Mr... saya hanya tidak mau dan tidak ingin jadi salah satu koleksi kekasih anda. Tentu saja saat anda sudah bosan dengan saya, anda akan membuang saya dan melupakan saya. Setelah itu, apa yang akan saya dapat Mr...??? Saya sudah kehilangan suami saya, keluarga saya, anak anak saya, harga diri saya. Bahkan, orang tua saya akan membuang saya jika mencoreng nama baik mereka. Apa anda bisa bertanggung jawab atas diri saya...??? Tidak kan Mr...??? Jangan hanya memikirkan nafsu semata Mr... pikirkan juga nasib kedepannya orang yang anda inginkan itu. Jika orang lain mau dengan anda, mau merelakan segalanya untuk anda, cari orang itu saja Mr... jangan meminta kepada saya, karena saya tidak akan siap kehilangan segalanya..." Mina berkata panjang lebar dengan gemuruh di dadanya.
Adam mendengarkan dengan seksama kata kata Mina, Ia mengerti jelas dengan penolakan Mina kali ini. Ia paham akan hal itu. Mina tinggal di lingkungan yang berbeda dengan dirinya, sebelum bertemu di sini. Ia mengedepankan nama baik dan kehormatan keluarganya. Bahkan di saat genting sekalipun ia masih tetap menjaga kesetiaannya pada sang suami.
Adam melepaskan cengkraman tangannya di lengan Mina. Membiarkan wanita itu pergi ke toilet. Adam mengusap wajahnya kasar. Tidak menyangka dengan jawaban Mina yang menusuk ulu hati terdalamnya. Ia tidak pernah memikirkan nasib wanita itu akan bagaimana. Adam merutuki kebodohannya .
Mina keluar dari toilet dengan wajah yang basah. Matanya sembam dan memerah. Adam berlalu melewati Mina yang masih berdiri di depan toilet dengan cepat dan bergantian masuk ke sana.
" Prang...!!!!!"
Mina mendengar kaca yang pecah dari dalam toilet. Mina tidak perduli lagi dengan semua itu. Ia tidak mau, perhatiannya di salah artikan oleh pria itu sebagai rasa suka bukan rasa hormat dan tanggung jawab dari pekerjaannya.
Adam keluar dari dalam toilet memakai topi serta kacamatanya juga jenggot palsunya dan mengajak Mina untuk kembali ke apartemen. Hari sudah malam ketika mereka keluar dari salah satu kamar hotel milik Adam.
Tanpa di sadari mereka, seseorang mengambil gambar mereka dengan kamera ponsel dan menyimpannya. Ia juga mengikuti mereka dari belakang sampai mereka memasuki sebuah taksi dan berlalu pergi.
'Apa yang baru saja mereka lakukan di dalam Hotel. Jadi, selama ini Mina hanya berpura pura polos dan setia pada suaminya. Aku tidak menyangka dia berubah...' batin orang itu, kemudian berlalu pergi karena ada sebuah janji temu dengan seseorang di sekitar Hotel tersebut.