My Maid And I

My Maid And I
Season 2. MOO Part 6. Allina dan Stanly.



Setelah pertemuannya dengan Adam, Stanly kembali ke apartemen miliknya yang ada di Vancouver. Apartemen penuh kenangan dirinya dengan Allina. Stanly memang tidak pernah bisa melupakan cintanya pada adik dari sang Boss. Allina.


Semua kenangan manis serta membahagiakan terukir di apartemen ini. Bahkan foto terbaik Allina masih bertengger di dinding kamar miliknya itu. Ketika gadisnya masih begitu cantik dan lugu. Stanly tersenyum masam menatap foto yang bertengger di dinding itu.



Selama ini ia tidak berani kemari ketika singgah di Kanada. Selama ini ia takut jika suatu saat nanti ia bertemu dengan cintanya. Tapi untuk saat ini, Stanly begitu lega. Ia dapat dengan langsung melihat keadaan wanita yang paling ia cintai dalam keadaan baik baik saja. Sesaat Stanly dapat melepas rindu pada wanita itu. Selama ini, ia hanya menatap Allina dari acara fashion Show di sebuah saluran televisi ternama dunia. Stanly berusaha untuk melupakan wanita itu perlahan. Namun sangat sulit.


Apartemennya ini begitu bersih. Ia meminta salah satu pelayan di kediaman orang tuanya untuk membersihkan tempat itu seminggu sekali, meskipun tidak berpenghuni. Stanly berusaha untuk tetap membuat tempat penuh kenangannya itu tetap dalam keadaan terawat.


Stanly ingat, selama ini ia menjaga Allina seperti menjaga adik perempuannya. Meskipun ia begitu terpukul dengan kejadian yang menimpa sang adik dahulu. Allina telah menjadi obat untuk dirinya. Obat akan kerinduannya terhadap sang adik yang telah tiada.


Ia pergi dari keluarga Houglash sebulan setelah kematian sang adik, karena tidak ingin terlalu mengingat kemalangan sang adik yang meninggal setelah meminum racun. Adik perempuannya itu frustasi karena dirinya hamil dan sang kekasih palah menikahi wanita lain.


Stanly tinggal bersama Adam di Kota Ottawa yang tidak sengaja ia jumpai ketika dirinya meninggalkan kediaman Houghlash. Adam adalah seorang teman semasa kuliahnya di Washington DC Amerika Serikat. Ia menjadi sahabat pria itu serta bekerja padanya. Menjadi orang terdepan yang dipercaya Adam selama ini. Adam bahkan mempercayakan Allina di bawah pengawasannya saat wanita itu berkuliah di Vancouver. Dan karena hal itulah, Allina dan dirinya menjadi dekat sampai menjalin hubungan. Menjadi sepasang kekasih.


Perjalanan cinta mereka mulus tanpa hambatan. Oleh sebab itulah ia yakin jika wanita itu akan mau ia persunting. Tapi, ia begitu frustasi saat Allina memutuskan untuk tidak berhubungan dengan dirinya lagi dan memilih karier yang sedang ia geluti itu. Menjadi seorang model Fashion.


Gadisnya menjadi seseorang yang berbeda dan berubah 180°. Dari gadis yang ramah dan sopan, menjadi gadis liar. Bahkan ia mau berpose menggunakan bikini saat Fashion Show. Entahlah... saat ini, Stanly begitu bingung jika harus menghadapi gadisnya yang telah berubah menjadi wanita saat ini.


Meskipun cintanya masih tumbuh dan bertengger di hatinya, tapi ia cukup menyimpannya saja. Dengan melihat dirinya dari kejauhan, itu bisa sedikit melepas rindunya. Meskipun tidak dapat menyentuh serta mendekapnya dengan erat.


Stanly merasa sesak berada di dalam apartemen. Ia berlalu membuka pintu apartemennya dan kembali keluar dari ruangan yang mulai membuatnya sesak itu. Berlalu memasuki lift yang hendak turun. Stanly ingin menghirup udara


***


Dari lift sebelah, Allina tengah keluar dari sana ketika pintu lift yang Stanly naiki tertutup dan mereka tidak berpapasan.


Allina begitu suntuk dan ingin mengunjungi apartemen penuh kenangan dirinya bersama Stanly. Allina begitu terkesiap ketika ia dapat melihat pria yang ia benci sekaligus ia rindui itu. Pria yang membuatnya harus pergi menjauh karena sebuah ancaman. Ia tau, jika pria yang dulu menjadi kekasihnya itu bukanlah seorang pria dari keluarga biasa. Ia mencoba untuk menulikan telinganya dan menepis jauh kenyataan itu.


Allina tau, Keluarga Houghlash merupakan pemilik perusahaan kapal pesiar terbaik di benua Amerika. Dan memiliki beberapa anak cabang di benua Eropa , Asia, Australia.


Allina merasa kecil ketika ia tau jika pria yang di cintainya itu adalah pria yang kaya. Ia mencoba mencari cara agar dia bisa sebanding dengan Stanly. Dari gadis lugu dan sopan, ia berubah menjadi seorang gadis yang berani. Mengatasnamakan nama keluarganya ia memulai perjalanan kariernya. Ia tau, ia begitu berbeda dari sebelumnya. Allina mencoba untuk selalu percaya diri.


Ia ingat hari ketika Stanly dan dirinya bertemu di suatu restoran terkenal di Vancouver. Hari itu, Stanly begitu tampan. Pria itu membawa buket bunga mawar merah dan membawa kotak beludru berisi cincin. Pria itu akan melamar dirinya. Allina ingin menerima pinangan Stanly.


Tapi setengah jam sebelum pertemuannya dengan sang kekasih, Ibu dari pria itu memintanya untuk mengakhiri hubungannya dengan sang kekasih.


Ibu dari Stanly tidak mengetahui jika dirinya berasal dari keluarga kaya serta baik baik. Allina kecewa, namun ia sudah berjanji pada Ibu dari kekasihnya itu untuk mengakhiri hubungan mereka.


Malam itu, ia meminta sahabat semasa kuliahnya Leon untuk berpura pura menjadi kekasihnya. Selain ia tau jika Leon adalah seorang pengusaha muda yang sukses, ia rasa akan cukup untuk mengelabui Stanly jika dirinya membutuhkan backing yang kuat untuk mensuport kariernya.


Allina tau, meskipun Stanly berasal dari keluarga kaya, tapi pria itu selalu saja rendah hati. Allina merasa beruntung bisa berjumpa dengan pria sebaik Stanly. Tapi, janji adalah janji. Ia bertekad akan menepati janjinya pada Ibu dari pria yang sangat di cintainya itu. Dengan cara ia menjadi wanita yang berbeda, mungkin akan membuat pria itu melepasnya. Dan ternyata, pria itu tidak bisa berbuat apa apa akan keputusannya.


Allina melihat kekecewaan di mata pria yang sangat ia cintai itu ketika pria itu pergi meninggalkan restauran. Allina menangis sejadi jadinya. Leon merangkul tubuh sahabatnya itu dengan hangat. Ia tau jika Allina terpaksa melakukan hal itu.


Allina memasuki apartemen penuh kenangan itu dengan perasaan bersalah sekaligus sedih. Tempat itu masih seperti semula. Tidak ada yang berubah. Allina menatap foto dirinya yang masih bertengger apik di dinding kamar milik pria yang ia cintai itu.


Kebencian Allina pada Stanly berasal dari perubahan sikap Stanly yang bergonta ganti wanita. Pria itu mencari pelampiasan pada wanita wanita malam. Allina begitu terpukul dan berusaha tegar. Ia tau, jika Stanly mampu melupakan dirinya.


Allina menatap pantulan wajahnya di kaca dekat dinding yang bertengger fotonya itu. Ia telah berubah. Ia bukan lagi gadis polos yang di cintai Stanly dulu.




'*Aku harap aku bisa kembali ke masa itu... Masa dimana kau dan aku saling mencintai... Aku juga berharap jika dapat kembali ke masa itu, aku akan melawan ibumu dan mempertahankan hubungan kita...


Stanly... Aku menyesal... Menyesal telah membuatmu menjadi pria yang berbeda*...' batin Allina menatap pantulan wajahnya.