
Adam Pov...
Aku tidak menyangka, menaklukan Mina tidak segampang menaklukan rekan bisnis atau memenangkan tender besar. Rasanya begitu berat menghadapinya. Penolakannya membuatku begitu frustrasi. Bagaimana tidak, umurku tidak muda lagi. Sebagian rekan bisnis yang seumuran denganku sudah berkeluarga serta memiliki anak, bahkan sampai 2 atau 3.
Mungkin jika Sarah masih hidup, serta anak kami lahir dengan selamat, maka kehidupan kami pasti sempurna saat ini. Aku ingat, bayi laki laki yang menjadi darah dagingku tiada sewaktu masih dalam kandungan Sarah istriku.
Meskipun terpukul, aku masih berusaha untuk tidak memikirkannya dan tidak ingin terlalu terpuruk dalam kesedihan. Sarah yang tidak ingin jika putra kami tiada, ia berusaha untuk mencari tau serta ingin mengetahui apa penyebabnya.
Sarah begitu syok saat hal yang seharusnya membuatnya bahagia namun malah membuatnya menderita dan terpukul. Putra kami, di semayamkan dengan layak di pemakaman keluarga. Namun naasnya, Sarah tidak disemayamkan di dekat putra kami. Sehingga, ketika aku berkunjung, aku harus ke 2 tempat berbeda.
Saat ini, aku begitu pusing. Belum selesai masalahku dengan Mina, muncul 1 lagi masalah. Yaitu Jane. Jane berusaha untuk mengejarku lagi. Aku tidak tau apa motifnya. Tapi, ia begitu gencar mendekatiku. Untungnya, Mina tinggal di Mansion yang sangat jauh dari hiruk pikuk kota. Jadi, dengan leluasa aku bisa membiarkan dirinya berkeliling sekitar Mansion.
Jarak 1 hektar lebih tanah di sekitar Mansion masih tetap milikku. Aku cukup tenang, karena mungkin Jane tidak akan menyerang Mina dengan melakukan hal anarkis seperti saat ia dulu menyerang Sarah.
Aku menyadari, saat ini Mina belum resmi menjadi milikku dan masih menyandang status dari seorang pria di Indonesia. Itu membuatku untuk menahan, agar tidak menyentuhnya lagi untuk beberapa waktu sampai wanita itu bersih dari sebuah ikatan.
Saat ini ia mengandung anakku. Aku tau jelas itu memang benihku. Aku juga tau jika Mina hanya aku yang menyentuhnya tidak ada yang lain. Bahkan Stanly asistenku pun, tidak menyentuhnya. Jika bukan karena minuman keras yang aku konsumsi waktu itu, aku mungkin tidak akan melakukan hal itu dan dapat mengendalikan tubuhku dan pikiranku dengan baik.
Wanita seperti Mina, memang benar benar sangat langka. Wanita sederhana yang tidak matre dan tidak suka hidup glamour. Berbeda dengan semua wanita yang pernah mengejarku. Jika tau aku adalah pemilik ACJ Company, pastilah mereka langsung menyerahkan dirinya.
Yang menjadi hal teraneh dalam diriku adalah, Mina menjadi wanita kedua setelah Sarah, wanita yang mampu membangkitkan gairah hidupku. Serta gairah bercintaku lagi. Sebelum ini, meskipun wanita itu telanjang bulat sekalipun di depanku, aku tidak bernafsu apalagi bergairah. Tidak, tidak sama sekali.
Oh... rasanya, aku ingin cepat menjadikannya milikku. Hanya milikku. Ku tatap keluar jendela, Mina tengah berada di halaman Mansion, Tengah menatapi salju yang sedang mencair.
Wajahnya tidak mencerminkan kebahagiaan. Aku tau, jika wanita itu tengah kalut. Permintaannya tadi, membuatku menyadari bahwa memang jika wanita itu tidak tertarik sama sekali dengan tawaran pernikahan yang aku sampaikan.
Meskipun aku melakukannya dalam keadaan tidak sadar, tapi milikku dapat mengingat dengan jelas, jika milik Mina begitu menggigit dan nikmat. Sampai sampai aku tidak percaya jika wanita itu pernah melahirkan 2 kali.
Jika saja Stanly tidak mengirimi potret seorang anak lelaki serta seorang anak perempuan yang begitu mirip Mina, pasti aku masih mengira bahwa dia itu pembohong. Meskipun aku merusak kebahagiaan orang lain, aku akan memperjuangkan Mina. Aku akan membuatnya menjadi milikku seutuhnya.
Adam Pov end
***
Mina menatap pepohonan di sekitar Mansion milik Mr Adam. Udara bersih sore hari sesegar udara pagi. Mina tidak menyanggka jika jalan hidupnya tidak sesuai dengan yang ia rencanakan. Setelah finish kontrak, ia akan membuka usaha kecil kecilan dan mengasuh putrinya dengan baik.
Tapi, hal tak terduga menghampirinya saat ini. Mina mengandung benih milik tuannya. Mungkin jika ia mengandung dari hasil suka sama suka, itu pastinya tidak menjadi beban pikiran. Tapi, yang membuatnya kecewa ialah, ia mengandung dari hasil pemerkosaan tuannya terhadap dirinya.
Seandainya nanti anak itu terlahir serta tumbuh dewasa, dan bertanya apakah kami saling mencintai dan bagai mana mereka bertemu dan jatuh cinta, apa yang harus ia katakan. Jika mengatakan sejujur jujurnya bahwa anak itu dari hasil pemerkosaan ayahnya, apa dia tidak akan sakit hati.
Mina menghela nafasnya panjang. Ia berbalik menatap ke jendela. Di tatapnya mata Adam sekilas, kemudian Mina memalingkannya untuk menatap tempat lain. Satu hal yang belum bisa ia terima tentang pria itu. Begitu banyak wanita di bumi ini yang berparas cantik serta berpendidikan tinggi, tapi kenapa harus dirinya yang di inginkan oleh Adam.
Seandainya saja Mina masih lajang, mungkin ini adalah anugrah terindah karena di cintai pria kaya serta berpendidikan tinggi juga berkedudukan tinggi. Tapi bagi Mina saat ini, itu merupakan seperti mimpi buruk. Pria yang ia cintai pastinya sudah tidak mau menerimanya jika ia kembali dan memulai dari awal lagi, setelah ia melahirkan anak yang ia kandung serta menyerahkannya kepada tuannya Adam.
Walau bagaimanapun, Mina tidak akan melakukan hal itu. Setiap anaknya, berhak mendapatkan ASI Exclusive darinya selama 1000 hari emasnya. Itu akan sangat membantu tumbuh kembangnya jika ia mampu melaksanakannya.
Hah...
Mina menghela nafasnya panjang, belum tau hal itu terjadi atau tidak, tapi selalu saja menjadi beban pikiran. 'Baiklah... aku jalani dulu... aku akan memastikan satu hal pada suamiku... setelah itu, aku akan ikut alur hidupku saja...' batin Mina kemudian beranjak masuk ke dalam Mansion milik Adam tuannya.