My Maid And I

My Maid And I
Part 15. My Maid and I



Seminggu telah berlalu. Sang tuan tidak memberi kabar ataupun menanyakan kabar juga keadaan di apartmen. Hari ini Mina memutuskan untuk berbelanja kebutuhan hariannya. Setelah 10 hari yang lalu atau lebih tepatnya 3 hari sebelum sang tuan pergi ke Canada untuk menengok orang tuanya , Mina baru saja membeli bahan makanan. Sehingga bahan makanan cukup untuk dirinya sendiri selama seminggu.


Mina menatap jam di dinding menunjukan pukul 09:15 am. Masih cukup pagi untuk beristirahat berleha leha karena semua pekerjaan sudah selesai dengan cepat pagi ini. Mina mengambil handphonenya untuk menghubungi asisten sang tuan. Setelah tersambung, ia langsung mengutarakan apa maksud dari dirinya menghubungi sang asisten.


Mina meminta izin kepada asisten Stanly untuk pergi keluar berbelanja bahan makanan pokok dengan menggunakan kartu ATM yang pernah di berikan oleh asisten Stanly.


Setelah mendapatkan izin, Mina bersiap siap untuk berbelanja di super market yang letaknya sekitar 2 km dari apartmen tempat ia berada.


Mina mengambil kartu ATM yang ia letakan di laci kamar sebelumnya.


Tidak lupa pula ia menenteng stroler dan juga tas ransel. Setelah turun ke lantai dasar Apartmen, Mina berjalan menyusuri trotoar yang ada disamping jalan raya. Ramainya mobil yang berlalu lalang membuatnya sedikit waspada dan hati hati.


Tidak seperti di kotanya pikir Mina bahkan jangan dibilang kota. Itu lebih tepatnya adalah jalan utama masuk Desanya. Sebuah Desa terpencil di atas pegunungan yang ada di Provinsi di Indonesia.


Karena terus menerawang, Mina tidak menyadari bahwa dirinya tengah berada di depan sebuah mobil. Mobil yang di dalamnya berisi orang yang sedang marah dengan terus mengklaksonnya hingga ia tersadar. Mina meminta maaf namun pria yang akan keluar dari basement HDB flat itu palah memakinya dari dalam mobil dengan bahasa mandarin yang tidak di mengerti Mina.


Setelah orang itu berlalu, Mina melanjutkan perjalanannya ke Mall yang sudah mulai terlihat. Dengan bΓ©rjalan kaki, Mina bisa relaks dan juga tidak perlu menggunakan jaket. Karena sejatinya ia tidak kuat menahan dinginnya AC bus yang sangat dingin. Meskipun dirinya hidup di pegunungan namun dinginnya udara alami dan dinginnya AC itu berbeda pikir Mina.


Orang orang berlalu lalang dengan cepat. Menuju tujuan mereka masing masing. Tidak ada sapaan tidak ada obrolan. Karena sejatinya mereka tidak saling mengenal atau lebih tepatnya Stranger πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….


Mall yang ia tuju telah di depan mata. Meski lelah karena berjalan kaki, tapi ia sangat senang. Bisa melihat sekeliling tempat. Mina berjalan menuju lantai bawah menggunakan eskalator. Sesampainya di bawah, Mina mencari supermarket di antara deretan toko lain di dalam Mall.


Setelah melihat logo di atas bertuliskan 'Fa*r Pr*ce', Mina memasuki super market tersebut dengan berdesakan di antara kerumunan orang. Hari ini ada diskon besar besaran mengingat hampir memasuki bulan Februari. Untuk menyambut tahun baru China.


Mina tidak sengaja menyenggol bahu seorang pria. Setelah meminta maaf pada pria itu, Mina mulai menyusuri rak yang berisi berbagai keperluan dan kebutuhan rumah tangga.


Mengingat mungkin kedepannya ia hanya makan sendiri, Mina mengambil bahan bahan yang sederhana dan seperlunya. Tidak mengambil kualitas premium seperti biasanya. Meskipun tuannya itu kaya, tapi bagi dirinya yang hanya pembantu tidak ingin menghamburkan uang dengan percuma.


Meskipun bukan dengan uang pribadinya.


Mina memberikan kartu ATM pada sang kasir kemudian menekan anggka yang sudah ia tulis di telapak tangannya tadi sebelum berangkat. Dengan cekatan, Mina memasukan barang barang belanjaannya ke dalam stroler dan tas ransel.


Setelah menerima struk belanjaannya dan juga kartu ATMnya, Mina menjauh dari kasier dan juga kerumunan serta antrian di dalam super market. Mina menarik stroler dengan pelan sambil memandang sekitarnya.


Mina melihat begitu banyaknya Food court yang berderetan setelah super market yang ia datangi. Ingin sekali Mina membeli makanan khas Indonesia yang bersebelahan dengan toko kue khas Indonesia Bengawan Solo. Tapi di urungkannya.


Dia memilih untuk membeli makan siangnya dengan membeli BURGER K*NG dengan uangnya sendiri. Setelah membayar dengan nominal $5 SG. Mina menerima kantong plastik tersebut berisikan 1 burger 1 pepsi 1 kentang goreng salad + saus cocol kemudian berlalu keluar dari sana.


Mina menaiki eskalator menuju lantai atas dan berjalan keluar Mall. Mina kembali menyusuri jalan yang ia lalui tadi sewaktu berangkat. Mina mengeluarkan handphonenya dan juga earphone kemudian ia menyalakan music khas Indonesia kesukaannya. Setelah memasangnya di telinga, Mina memasukan kembali handphonenya ke dalam saku tas. Mina kembali melanjutkan perjalanannya ke Apartmen sang majikan.


Mina melewati zebra cross yang menghubungkan dari satu sisi ke sisi lainnya. Lampu hijau dengan sebuah tanda bergambar orang terus menyala. Hanya 30 detik waktu untuk menyebrang di tengah jalan raya.


Setelah sampai di seberang jalan, Mina mulai menyusuri jalan setapak khusus pejalan kaki. Mina sudah mulai hafal letak jalan yang ia lalui seminggu sekali itu. Tentunya itu hanya untuk membeli sesuatu kebutuhan atas ijin dan kemauan sang majikan saja.


Lagu Ari **** yang berjudul Hampa kini tengah mulai dimainkan di galeri musicnya. Mina mulai meresapi setiap lirik dari lagu itu dengan seksama sambil menelusuri jalan kembali ke Apartmen.


****


Kupejamkan mata ini


Mencoba tuk melupakan


Segala kenangan indah tentang dirimu


Tentang mimpiku


Semakin aku mencoba


Bayangmu semakin nyata


Merasuk hingga kejiwa


Tuhan tolonglah diriku


Entah dimana dirimu berada


Hampa terasa hidupku tanpa dirimu


Seperti diriku yang selalu merindukanmu


Tak bisa aku ingkari


Engkaulah satu satunya


Yang bisa membuat jiwaku


Yang pernah mati menjadi berarti


Namun kini kau menghilang


Bagaikan di telan bumi


Tak pernahkah kau sadari


Arti cintamu untukku


Entah dimana dirimu berada


Hampa terasa hidupku tanpa dirimu


Seperti diriku yang selalu merindukanmu


Selalu merindukanmu


Entah dimana dirimu berada


Hampa terasa hidupku tanpa dirimu


Seoerti diriku yang selalu merindukanmu


Selalu merindukanmu


Entah dimana dirimu berada


Hampa terasa hidupku tanpa dirimu


Seperti diriku yang selalu merindukanmu


Selalu merindukanmu


***


Lagu yang tengah menggambarkan diri Mina saat ini telah berakhir dan di lanjutkan dengan sebuah lagu berbahasa Inggris yang di nyanyikan oleh Charlie Puth yang berjudul Attention.


Tanpa terasa Mina telah sampai di palataran Apartmen dan mulai menyusuri jalan setapak untuk masuk ke pintu utama gedung Apartmen.


Mina menekan tombol lift menuju ke atas. Sambil menunggu lift terbuka, Mina masih setia mendengarkan lagu dari galeri musicnya yang berbahasa jawa dari Via Vallen yang berjudul Sayang.