
Mina membuka kotak yang di berikan asisten Stanly dan meraih benda pipih itu kemudian mengaktifkannya.
Tidak ada hal yang bisa ia lakukan. Ia ingin sekali menghubungi suaminya. Namun, ia masih harus meminta izin pada sang tuan. Meskipun asisten Stanly telah memberi izin, tapi Stanly bukanlah orang yang meperkerjakan dirinya maupun menggajinya.
Mina meletakan kembali benda pipih itu di atas nakas. Ia merebahkan tubuhnya di kasur untuk mengistirahatkannya. Mina terlelap untuk melepas penatnya. Dan tidur siang menjadi rutinitasnya, setelah selesai mengerjakan seluruh pekerjaannya.
Mina selalu bersyukur. Meski ikut majikan, dia di beri waktu 2 jam untuk istirahat siang. Yang telah tertera di tabel harian kerjanya( DAILY DUTY).
Pukul 3 sore, Mina terbangun dan beranjak ke kamar mandi. Beberapa menit berlalu, Mina keluar dengan wajah dan tubuh yang segar. Mina telah mengenakan pakaian yang bersih.
Ia keluar dari kamarnya dan meraih keranjang cucian untuk pakaian bersih dan mengangkati jemurannya tadi pagi.
Setelah menyetrika seluruh pakaian sang tuan, Mina masuk kedalam kamar tidur tuannya untuk menyimpan semua pakaian tuannya yang sudah ia setrika.
Melihat jam yang ada di dinding sudah menunjukan pukul 16:30 pm. Mina mengeluarkan sayur tauge dan daging ayam dari dalam kulkas. Ia akan memasak soto untuk dirinya makan.
Karena sang tuan tidak makan malam dirumah. jadi dia hanya memasak masakan yang ia inginkan.
Waktu berlalu dengan cepat. Mina telah selesai masak dan telah menyiapkan masakannya di meja makan. Ada telur rebus, tauge dan bihun rebus, irisan segar daun kol, daun bawang, seledri, jeruk nipis, bawang merah goreng kecap manis dan juga sambal cabai rebus. Tidak lupa kuah sotonya dan kerupuk bawang.
Mina membersihkan dapur terlebih dahulu. Menyapu dan mengepel lantai di sore hari juga sudah ia lakukan. Mina berlalu ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya yang berkeringat dengan mandi dan berganti pakaian bersih.
Ketika Mina keluar kamarnya dan hendak menyantap makanannya, dia mendapati sang tuan dan asistennya sedang duduk di meja makan dan sedang mengamati soto yang ia masak.
" Selamat sore Mr..." kata Mina sambil menghampiri meja makan.
"Ah... iya... Mina... selamat sore..." jawab dua orang itu berbarengan.
"Bergabunglah dan duduk di sini..." kata Stanly sang asisten.
"Oh... ya... bagaimana cara makan makanan ini...???" tanya Stanly.
"Ah... iya... Mina... aku minta maaf... karena seharusnya tadi kami makan malam diluar. Tetapi, karena Mr Johanson sedang tidak berselera jadi, kami kembali kerumah..."
"Dan juga... kami lupa mengabarimu untuk memasak sesuatu untuk kami makan... tapi mendapati di meja makan ada makanan, apa kau memasak untuk kami...???" tanya sang asisten.
"Maaf... Mr Stanly..." jawab Mina pelan.
"Sebenarnya ini makan malam saya. Jika anda sekalian berkenan untuk menyantapnya, saya akan mengambil alat makan untuk anda..." tawar Mina.
"Sudahlah... tak perlu banyak bicara... cepat ambilkan peralatan makanku.... aku sudah sangat lapar...!!!" Adam berteriak dan syarat akan perintah.
"Ya... Mr..." Mina menjawab sambil berlalu menuju ke dapur.
Mina telah menata sayuran dan bahan pelengkap soto di piring masing masing dan tinggal memberi kuah soto saja.
Tapi lagi lagi sang tuan komplen kenapa bentuk makanannya campur campur seperti makanan ternak.
Mina hanya tersenyum sambil menjelaskan bahwa dirinya memasak masakan Indonesia. Memanglah style nya begitu.
Memang rasanya begitu aneh di lidah mereka. Karena baru pertama kali mencicipi soto. Tapi pada suapan kedua, ternyata mereka mulai menyukainya.
Mereka makan dengan lahap ( saking kelaparannya๐๐๐) dan tidak memberikan sisa untuk Mina makan. Setelah Adam dan Stanly merasa kenyang, mereka beranjak ke ruang TV dan duduk di sofa panjang sambil bersender.
"Buatkan kami kopi..." Adam memerintah.
"Ya... Mr..." jawab Mina dan menghentikan tanganya yang sedang mencuci bekas makan mereka.
"Silahkan... Mr... kopi anda..." kata Mina sambil meletakan kopi di meja.
Kruyuk...
kruyuk...
Suara perut Mina begitu jelas di telinga Adam maupun Stanly. Ketika Mina hendak beranjak kembali ke dapur, Stanly meraih tangan Mina dan sontak wanita itu berhenti.
"Ada... apa... Mr Stanly... apa anda butuh sesuatu yang lain...???" tanya Mina dengan sopan.
"Apa... kau sudah makan... Mina...??" Stanly bertanya.
"Um... belum... Mr..." jawabnya jujur.
"Hah....!!! Kenapa kamu diam saja tak menghentikan kami ketika akan menghabiskan makanan di meja tadi...??? Lalu kau makan apa...???" tanya sang asisten.
"Ah... tidak apa apa Mr... saya bisa makan mie instant dan ditambah telur" jawabnya enteng.
Sementara Adam sedang terlelap di sofa karena kekenyangan dan mengantuk.
"Aku akan delivery... tunggulah... malam malam jangan makan mie instant... nanti rambutmu rontok dan jadi botak..." pria itu berkata sambil mengotak atik handphonenya untuk memesan makanan.
"Baiklah... Mr..." jawab Mina dan berlalu ke dapur untuk meneruskan acara mencuci piring.
40 menit berlalu...
Ting tong...
Ting ting...
Ting tong...
Makanan yang di tunggu tunggu datang.
Stanly membukakan pintu dan meraih kotak sushi yang ia pesan dan membayarnya.
Setelah menutup pintu, Stanly membawa kotak sushi itu ke dapur dan menyerahkan makanan itu kepada Mina.
"Mina... makanlah...." perintah Stanly.