My Maid And I

My Maid And I
Season 2 . My Only One part 1



**Semua cerita dibawah ini hanyalah imaginasi dan cerita fiktif dari otak author. Bukan unsur kesengajaan dan juga hanya untuk hiburan. Apa bila ada kesamaan nama dan tempat kejadian, itu merupakan kebetulan semata.


Jadi mari kita lanjutkan kisah Mina yang di nikahi majikannya itu**.


Cuz... lanjut... 😊😊😊


Mina pov...


Hari hari baruku telah di mulai di rumah mertua Bule ku di Canada. Bukan tanpa sebab aku tinggal di rumah mertua. Mommy Marriane Claire Johanson memintaku untuk tinggal di kediamannya karena kawatir dengan kandunganku yang artinya kawatir dengan calon cucunya jika aku tinggal di kediama Adam Suamiku.


Menjadi istri dari Adam Christian Johanson , Ah... ralat... Namanya di ganti menjadi Adam Abraham Johanson saat ini. Ya... Sejak dia memutuskan untuk menikahiku, orang tuaku memintanya untuk menjadi mualaf. Dan nama tengahnya diganti dengan Abraham. Entahlah, aku tidak tau apa maksud dari pria itu.


Entah apa jalan pikiran pria itu yang mau saja menyetujui persyaratan orang tuaku. Aku juga tidak tau benarkah pria itu mencintaiku seperti yang ia katakan ataukah hanya mencintai janin yang saat ini ada di dalam kandunganku. Aku belum sepenuhnya percaya. Mungkin menikahiku hanyalah sebuah tanggung jawab baginya karena telah menumbuhkan janin di rahimku.


Tapi setidaknya, aku mulai nyaman dengan pria yang sudah sah menjadi suamiku itu. Di mata Agama dan negara. Berbeda dengan Mas Jono, mantan suamiku. Pria ini sangat perhatian dan juga romantis. Entahlah... rasanya aku tidak berhak membedakan mereka. Yang tentunya mereka memiliki sikap serta sifat masing masing. Dan memiliki kelebihan serta kekurangannya masing masing.


Rasanya tidak adil bagi mereka untuk disamakan dan di bedakan. Akan sangat menyakitkan jika mereka tau. Yang pastinya, saat ini aku mencoba menerima apapun takdir akan jalan hidupku.


Lima hari pasca pernikahan, Mr Adam langsung terbang ke Singapura untuk mengurus perusahaan Real Estatenya yang sedang bermasalah. Setelah istirahat beberapa hari di kediaman orang tuanya.


*Kembali ke hari di mana kami baru sampai di Canada.


"Sayang... istirahatlah... bawa istrimu itu ke kamar... " Ucap Mariane ibu dari Adam.


"Hm... iya Mom... kau juga istirahatlah...!" ucap Adam membalas dengan senyuman dan menuntunku ke lantai atas.


"Honey... Apa kau lelah...?" tanya Pria itu padaku. Dan aku hanya mengangguk pelan.


Tanpa aba aba, Adam langsung mengangkat tubuhku dan membawaku ke kamar miliknya.



Kamar yang di dominasi warna maskulin dan cocok untuk pria yang saat ini telah menjadi suamiku. Kami ambruk bersamaan di atas matras yang sangat lembut ini. Rasanya begitu nyaman. Mr Adam berada di atasku, bertumpu pada sikunya. Wajahnya hanya beberapa inci di atasku. Ku tatap bola mata berwarna grey nya dan terpaku disana.


Tanpa sadar tanganku terulur dan mengelus rahang kokoh pria itu. Dengan lembut, Adam mencium puncak kepalaku.


"Mr..."


"Stop... Mina... jangan memanggilku Mr lagi... sekarang aku suamimu... bukan majikanmu... kau istriku... bukan lagi pembantuku..." ucap Adam dan langsung mengecup bibirku sekilas. Senyuman pria itu begitu menghipnotis dan memabukan. Aku seakan terlena sesaat sebelum akhirnya tersadar dan harus menanyakan sesuatu yang mengganjal di pikiran dan benakku.


"Apakah tidak ada hal yang perlu di tanda tangani...? Semacam perjanjian mungkin...?" tanyaku sambil memalingkan wajahku agar tidak lagi melihat bibir sexi sang tuan... ah... ralat maksudnya suami buleku.


"Maksudmu...?" tanya pria itu bingung dan langsung bangun untuk duduk di atas matras. Pria itu mengerutkan dahinya dan menatapku dengan bersedekap di dada.


Aku mengikuti pria itu untuk duduk di hadapannya. Dan menatap pria itu dengan perasaan campur aduk. Aku tau, ini bukanlah hal yang benar. Pria itu berhak berdampingan dengan yang wanita sepadan dan cantik serta pintar. Tidak seperti diriku yang sama sekali tidak ada apa apanya. Aku hanya memiliki ragaku saja tidak ada pendidikan tinggi serta karier yang cemerlang. Tidak ada kemampuan yang membanggakan.


" Perjanjian pernikahan atau semacam kontrak pernikahan Mr..." ucapku.


Pria itu membelalakan matanya dan berkata; "Kau itu bodoh atau korban novel yang sering kau baca Mina...?" kata Mr Adam tidak percaya. "Apa kau sungguh tidak maksud dengan setiap hal yang aku lakukan terhadapmu Mina...? Aku menikahimu secara sah... Aku memintamu dari orang tuamu untuk aku peristri hingga aku tua dan tak bernafas lagi Mina...!!! Apa kau berpikir aku hanya menikahimu demi janin di dalam kandunganmu...? Tidak Mina, tidak... Aku benar benar mencintaimu serta ingin menua bersamamu. Aku tidak pernah berpikir picik untuk memisahkanmu dengan bayi yang sedang kau kandung itu. Mungkin otak dangkalmu itu berpikir bahwa aku akan menceraikanmu saat bayi itu telah lahir. Apakah itu yang ada dalam pikiranmu...??" ucapan Adam meninggi dan langsung membuatku meneteskan air mata.


Aku tau, aku sudah menyalakan api dalam diri suamiku. Aku harus tau betul apa yang sebenarnya ia inginkan dari diriku. Aku bukanlah wanita yang anggun dan bahkan aku itu dulunya hanya pembantunya, pelayannya.


" Mr... Apakah anda tidak malu menjadi suamiku... aku hanyalah wanita biasa dan tidak sepadan dengan anda... Anda begitu tinggi dan tidak tergapai olehku. Aku begitu tidak nyaman dengan semua ini. Aku seperti Cinderela yang menemukan pria kaya dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengangkat derajat hidupku..." ucapku dengan berlinang air mata.


"Mina... aku tidak malu dengan apapun yang ada di dirimu. Aku mencintaimu apa adanya, aku hanya membutuhkan kamu, hanya kamu yang aku mau..." ucapnya dan langsung memelukku dengan erat.


"Tapi bagaimana dengan orang tua anda? Adik adik anda..? Apa mereka tidak malu memiliki Menantu serta ipar yang hanyalah mantan pelayan...?" ucapku sambil memeluk erat tubuhnya.


"Sssst... Diamlah... jikapun, mereka tidak setuju dan malu, mereka tidak akan hadir di pernikahan kita. Ini hidupku Mina, yang menjalani aku, bukan mereka. Siapapun yang membuatku nyaman, tidak akan mereka usik. Karena aku lah yang menjalani bukan mereka. Istirahatlah... tidak usah memikirkan hal konyol...." ucapnya sambil mengusap rambut panjangku dan mengecup keningku.


Setelah melepas pelukannya dariku, Mr Adam mengambil sebuah kotak dari dalam laci meja yang ada di samping ranjang. Pria itu membuka kotak yang berisi perhiasan lengkap.


"Pakailah... dan jadilah istriku dan milikku selamanya..." ucapnya sambil menyerahkan kotak itu padaku.


"Dan singkirkan pikiran pikiran konyolmu itu dari dalam otakmu... Kau terlalu banyak membaca novel fiksi tentang kontrak pernikahan. Sehingga kau berasumsi padaku serta mengira bahwa aku hanya menikahimu secara kontrak untuk beberapa tahun saja. Kau salah... Mina... Aku sudah tidak muda lagi. Umurku hampir 40 tahun. Dan bahkan, aku belum punya anak sedangkan pria sebayaku, sudah punya anak remaja serta lebih dari 1 anak. Aku ini hanyalah duda yang sudah tua... ah... ralat, aku ini suamimu... aku bukanlah orang lain untukmu... Be My Only One... I Love You Mina..." ucapnya dan langsung menciumku dengan penuh kehangatan.


Aku begitu bahagia... terima kasih ya... Allah...


Mina pov ... end