My Maid And I

My Maid And I
Part 76. My Maid and I.



Hari pernikahan Adam dan Mina tengah di langsungkan dengan di hadiri oleh tetangga dan sesama pekerja di tempat itu. Adam tersenyum senang menatap Mina yang di dandani ala adat Jawa. Kecantikan Mina terpancar dari dalam. Adam tau, jika wanita di sampingnya itu adalah wanita terbaik, meskipun di dapatnya dengan cara salah.


Pernikahan sederhana yang hanya dipersiapkan dalam kurun waktu 1 minggu saja. Tidak ada kemewahan serta glamour yang semula ia rencanakan untuk wanita yang di cintainya. Adam menatap Mommy dan Daddy nya yang tak lupa pula di dandani ala adat Jawa. Tiga hari sebelumnya, ia meminta seluruh keluarganya untuk datang ke mari.


Saudara lelakinya Allan serta dua saudari nya Allina dan Ellen. Tak lupa pula lelaki yang selalu di sulitkannya Stanly. Asisten sekaligus sahabatnya.


Prosesi pernikahan adat Jawa itu dilakukan setelah ijab qobul. Adam menikmati tahap demi tahap moment dari adat istrinya itu. Ia tidak menyangka jika maidnya ia peristri. Adam menatap lekat wanita yang telah menjadi istrinya itu.


Mina merasakan bahagia namun, ada hal yang membuatnya murung. Putra putrinya tidak hadir disini, karena mereka tidak menginginkannya. Mina menatap tangan yang menggenggam tangannya. Ia merasakan ada dorongan kekuatan dari tangan pria itu. Ya... tangan suaminya saat ini. Kehangatan tangan pria itu menjulur masuk ke relung hatinya, meskipun ini demi janin yang di kandungnya, Mina akan berusaha melakukan hal yang terbaik, meskipun harus berjuang lagi mendapatkan cinta dari keluarga suaminya.


Mina menatap wajah suaminya saat ini. Ia tidak menyangka bahwa dirinya menikah dengan sang majikan. Walaupun itu karena sebuah hal tak terduga. Bahkan dalam mimpi pun, ia tidak berani berharap untuk bersanding dengan pria itu.


Mina menfokuskan kembali pada acara resepsi itu dan berusaha untuk menerima kenyataan yang ada.


.


***


.


Saat ini, Adam dan Mina berada di pesawat jet bersama keluarga sang suami. Mereka akan kembali ke Kanada. Mina memandang mertuanya yang kelelahan dan tertidur di tempat mereka duduk. Saudara sang suami juga tertidur dengan sangat lelap. Sedangkan Mr Adam suaminya, masih bercengkrama dengan asisten Stanly.


Mata Mina memandang keluar jendela. Ia melihat gumpalan awan yang sangat banyak di luar jendela. Tak terhingga. Sepanjang perjalanan, hanya ada awan awan saja disana. Perjalanan ini merupakan sebuah awalan dalam perjalanannya mengarungi biduk rumah tangga dengan Mr Adam sang suami. Merupakan sebuah awal baru dalam hidupnya dan menutup lembaran lama.


Meskipun begitu, Mina tidak akan melupakan kenangan serta memori yang pernah ada di dalam hidupnya. Ia selalu berharap kebahagiaan selalu berada pada orang orang yang ia cintai.


***


Adam bersyukur semuanya telah terlewati. Saat ini hanyalah masalah waktu. Tentu saja ia sudah siap dengan segala konsekuensinya ketika mengambil pilihan. Yaitu Mina dan segala yang wanita itu cintai. Adam sudah siap dengan apapun kedepannya.


'Aku Adam Abraham Johanson berjanji, akan membahagiakanmu Mina istriku...' Adam mencium kening Mina dengan lembut dan mengelus rambut wanita yang saat ini tengah terlelap.


.


.


.


Tamat


..........


🎉🎉🎉🎉🎉


Alhamdulillah season 1 sudah selesai. Meskipun tidak banyak peminat dari para reader. Tapi, aku berterima kasih sekali untuk semua pembaca yang sudah mampir untuk menyempatkan diri membaca karyaku yang amburadul ini. Meskipun masih jarang yang kasih like apalagi coment tapi bagiku cukup memuaskan.


Ini merupakan karya pertamaku. Dan masih harus berusaha untuk belajar agar dapat menarik banyak peminat baca di season 2. Ya untuk hal ini, semoga kedepannya lebih banyak lagi peminat baca dari karyaku.


Untuk itu, mari kita selalu menjaga kesehatan dan keselamatan kita. Patuhi semua aturan aturan yang di berlakukan oleh kepemerintahan yang ada di sekitar kita. Salam dari sayang dari penulis.


👧👧👧