
3 hari kemudian.
Matahari telah membubung tinggi dari peradaban nya. Suasana musim semi yang sejuk dan menyegarkan berada di bawah mereka. Mina dan Adam saat ini berada di dalam pesawat jet pribadi milik keluarga Johanson. Mereka sedang menuju Indonesia. Adam memenuhi permintaan Mina yang ingin memastikan sendiri kebenaran hubungan antara wanita itu dengan suaminya. Ah... ralat mungkin mantan suaminya.
Meskipun duduk berhadapan, tapi pikiran mereka berada di tempat lain. Adam dan Mina saling diam dan tidak ada obrolan apapun, kaku dan dingin. Mereka hanya terfokus pada majalah yang mereka bawa sendiri sendiri. Sesekali Adam mengecek E-mail di ponselnya untuk memastikan sesuatu.
Mina yang dulunya mabuk kendaraan, saat ini tidak sama sekali. Mungkin efek dari kehamilannya. Saat ini, ia merasa baik baik saja. Seorang pramugari datang dengan membawakan berbagai makanan serta minuman di atas meja troli. Adam memilih jus jeruk serta Scotel dan Lasagna. Sedangkan Mina mengambil jus jambu, salad buah serta Sushi. Dengan ramah pramugari itu mempersilahkan Adam serta Mina untuk menikmati makanannya.
Setelah pramugari itu berlalu pergi, Adam hendak memasukan Scotel ke dalam mulutnya. Tapi pandangan matanya tertuju pada Mina yang tengah menatapnya. Mina menelan ludahnya saat menatap makanan di meja Adam. Adam yang tau bahwa Mina mugkin menginginkan salah satu makanan miliknya, ia tersenyum dan bangkit dari kursi yang di duduki nya dan menghampiri Mina membawa kedua makanannya, akan membiarkan Mina memilihnya.
"Mina, kau mau yang mana...???" tanya Adam pada Mina pria itu berdiri di hadapan Mina dengan sepiring menenteng Lasagna serta Scotel .
Mina membelalakan matanya karena tidak menyangka jika Adam memperhatikan dirinya. 'Oh... sial, jangan bilang jika Mr Adam melihatku menelan ludahku...' batin Mina sambil memalingkan wajahnya. Adam yang melihat Mina memalingkan wajahnya, hanya tersenyum.
"Pilihlah salah satunya, atau kau mau dua duanya...???" tanya Adam lagi yang masih setia berdiri di depannya.
"Saya tidak mau...!!!" ucap Mina datar.
"Oh... ya sudah...!!!" ucap Adam dan akan membalikan tubuhnya untuk kembali duduk.
Namun, tiba tiba Mina menarik ujung jaz Adam dan seketika pria itu berhenti. Mungkin karena gengsi, Mina tidak langsung memilihnya. Untuk lebih tepatnya, Mina malu akan hal itu.
Adam tersenyum menatap makanannya kemudian berbalik lagi menghadap Mina. Wanita itu menunduk. Adam tau, jika Mina masih enggan untuk berinteraksi dengannya. Tapi, Adam memilih untuk bersabar. Karena ia tau jika wanita hamil itu labil.
"Jadi, mana pilihanmu...?" tanya Adam menatap surai Mina yang tergerai menutupi sebagian pundaknya.
"Lasagna Mr..." ucap Mina yang masih saja menunduk.
"Hm... baiklah... kuletakan di mejamu..." ucap Adam lembut dan meletakan sepiring Lasagna ke meja milik Mina.
"Um... maaf, Mr... bisakah anda menyuapi saya...???" ucap Mina tapi masih meundukkan kepalanya.
"Baklah... tapi dengan satu syarat..." ucap Adam lembut.
"Apa...??" tanya Mina pelan.
"Ulangi caramu memintaku menyuapimu dengan cara, tatap mataku kemudian berkata; "Sayang... aku ingin di suapi....!!!" ucap Adam menggoda.
Mina bergidik ngeri. Selama ini, ia tidak pernah bersikap manja selain pada suaminya. Ia tidak ingin anak dalam kandunganya saat ini mengidam yang aneh aneh. Tapi rasanya sangat sulit untuk melakukannya. Apa lagi itu di lakukan bukan pada pasangannya sendiri. Lebih tepatnya, ah... entahlah.
Adam masih menunggu Mina melamun, atau mungkin sedang berpikir. Adam menatap intens wanita yang saat ini mengisi penuh hatinya itu. Rasanya sangat berat menahan diri pada wanita itu. Tapi, ia ingin agar wanita itu sendiri yang meminta kasih sayang padanya. Contohnya seperti saat ini.
"Baiklah... jika anda tidak mau, saya akan makan sendiri....!!!" ucap Mina dengan nada kesal membuat mulutnya cemberut.
Adam menatap Mina dengan tersenyum. Ia tidak tahan ingin mengecup bibir wanita itu saat ini. Jika saja tidak ingat jika Mina akan trauma lagi pada dirinya, pasti dengan segera ia lakukan. Tapi ia urungkan. Ia ingin bisa membuat Mina nyaman dengan kehadirannya dahulu.
Dengan segera Mina mengambil sepiring Lasagna itu dan mulai menyuapi dirinya sendiri dengan wajah yang di tekuk. Melihat itu, Adam langsung meraih piring yang di bawa Mina dan mulai menyuapi wanita yang sedang merajuk ini.
Adam memperhatikan Mina dengan seksama. Seakan ia bisa melihat senyum Mina sekilas saat suapan terakhir itu. Setelah meminum jus jambu miliknya, Mina meraih semangkok salad buah dari atas meja dan mulai menyuapi mulutnya sendiri. Adam yang melihat itu, langsung heran karena Mina tidak memintanya untuk menyuapinya lagi.
"Ehem..." Adam berdehem di dekat Mina tapi wanita itu hanya menatap sekilas, kemudian memfokuskan diri pada salad buahnya sambil sesekali menyuapi mulutnya dengan berbagai isian buah itu.
"Mina, kenapa kamu tidak memintaku untuk menyuapimu lagi...?" Adam bertanya pada Mina, saat wanita itu mulai mencicipi sushi miliknya itu.
"Ah... tidak usah Mr... mungkin anak anda ini tadi ingin di perhatikan oleh ayahnya. Saat ini, tidak perlu lagi..." ucap Mina sambil menikmati sushi miliknya.
Mendengar itu, Adam merasakan kehangatan yang menyeruak masuk ke dalam relung hatinya yang terdalam. Seakan dalam kata kata itu, Miba telah menerima anak yang di kandungnya saat ini.
Adam kembali mendekatkan dirinya pada tubuh Mina. Tanpa di sadarinya, Adam telah menarik Mina ke dalsm pelukannya.Mina yang tengah kaget dengan apa yang di lakukan Adam secara tiba tiba itu, langsung melepaskan pelukan pria itu dan berlari menuju toilet pesawat. Bukannya apa, Mina mual karena mencium bau parfum Adam yang maskulin itu secara dekat.
"Huek... huek... huek..." Mina memuntahkan seluruh isi perutnya. Adam mendekati Mina untuk membantu meringankan mual. Tapi, Mina menyuruh Adam untuk menjauh.
Adam menghela nafasnya pelan. Mencoba sabar untuk menghadapi wanita hamil Trimester awal untuk pertama kalinya. Adam menyadari satu hal, ia tidak menemani Sarah saat mendiang istrinya itu hamil Trimester awal wanita ìtu serta mengidamnya. Mungkin karena marah pada dirinya, anak yang di kandung Sarah tidak ingin melihatnya dan pergi sebelum melihat dunia.
Adam duduk di kursinya dan menunggu Mina keluar. Beberapa saat kemudian, wanita itu muncul dengan wajah pucatnya. Matanya merah karena menangis. Mina menatap Adam dengan tatapan sinisnya dan seakan membenci. Adam menyadari perubahan raut wajah Mina saat ini.
Dan Adam buru buru mendekati Mina, namun Mina mengangkat tangannya kedepan seakan bilang 'STOOOOOP...' Adam berhenti dan tidak mendekat pada Mina.
"Mr... saya ingin istirahat. Tapi bisakah anda tidak menggunakan parfum menyengat itu lagi... Mungkin anak anda ini tidak suka baunya dan membuat saya menderita karena mual mual terus jika mencium bau itu..." ucap Mina dan mendaratkan dirinya di kursi yang ia duduki tadi.
Piring kotor di meja sudah tidak ada. Mina menatap keranjang buah yang berisikan jeruk Florida di dapur pesawat. Mina sangat menginginkannya tapi enggan pergi ke sana untuk mengambilnya. Ingin meminta Mr Adam untuk mengambilnya, ia malas nanti mencium aroma parfum pria itu lagi. Tubuhnya lemas karena mengeluarkan semua makanan yang ia makan. Perlahan lahan, Mina terlelap dalam tidurnya dan masuk ke dalam alam mimpi.
Sementara Adam, hanya menatap Mina dari tempatnya duduk. Menunggu wanita itu hingga terlelap dengan nyaman.