My Maid And I

My Maid And I
Part 9 .My Maid and I.



Setelah menerima kotak pemberian asisten Stanly, Mina duduk di kursi dan membuka kotak itu. Mina terkejut dengan apa yang ia lihat di dalam kotak tersebut. Tatanan rapi dan lebih mirip dengan sebuah maha karya dari pada makanan.


'Rasanya sayang sekali bila harus dimakan' pikir Mina sambil memandang kotak yang ada di depannya itu. Perutnya mulai berontak dan Mina mulai melahap sushi itu dengan perasaan senang.


Sambil menikmati makanannya, Mina melirik ke arah ruang TV. Memandang dua orang tampan yang sedang terlelap sambil duduk berseberangan. Disana bahkan asisten Stanly ikut terlelap meski malam belum larut.


'Mungkin mereka kelelahan' pikir Mina. Dan menyelesaikan suapan sushinya yang terakhir. Mina merasa benar benar kenyang. Setelah minum sedikit air putih, Mina beranjak dari kursinya dan membuang sisa kotak sushi nya ke tong sampah.


Waktu benar benar berlalu begitu cepat. Setelah selesai membereskan peralatan makan di dapur dan membuang sampah di luar, Mina mulai mengantuk.


Saat akan beranjak ke kamar untuk istirahat, Mina mendapati dua orang yang sedang terlelap di ruang TV itu begitu nyenyaknya. Mina memutuskan untuk mengambil selimut untuk mereka berdua.


Mina menyelimuti kedua orang itu dengan selimut masing masing. Kemudian ia mematikan TV dan kipas angin menutup jendela juga gorden, kemudian menyalakan AC di ruangan tersebut agar lebih terasa sejuk.


Mina kembali ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya.


-------


Pukul 00: 48 am dini hari, Stanly terjaga dari tidurnya. Ia mengerjapkan matanya berulang kali dan bangkit melihat sekitar.


"Astaga...!!!" gumamnya agak sedikit keras dan mengagetkan Adam. Pria itu juga terbangun karena kaget.


"Ada apa... Stan...??? Kau mengagetkanku....!!!" nada bicara Adam sedikit berat karena bangun tidur dan juga marah karena kaget.


"Ah... Maaf... Boss... saya ketiduran dan lupa untuk kembali ke rumah..." jawabnya sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Tidurlah kembali... besok hari Minggu jadi kita tidak perlu ke kantor...." Adam memerintah.


"Bila perlu pindah ke kamar tamu..." tambahnya.


"Iya... Boss..." jawab Stanly.


Mendapati tubuhnya telah terbalut selimut, Stanly tidak merasa kedinginan meskipun AC di ruang tersebut dinyalakan. Dan berpikir ... siapa yang menyelimutinya.


Melihat kopi yang dipesan tadi ada di meja dan telah dingin, Stanly membawanya kedapur dan memasukan cangkir berisi kopi tersebut ke dalam Micriwave.


Stelah cukup hangat, Stanly kembali mebawannya ke meja di mana Adam sang Boss sedang duduk dengan menatap layar handphonenya.


"Kopi anda... Boss..." kata sang asisten sambil meletakan kopi milik Adam di meja tepat di depan pria itu duduk.


Stanly duduk dan menyesap kopinya sambil menatap Adam dan melihat seluet wajah sang Boss penuh dengan tekanan.


"Apa yang terjadi... Boss...!!!" tanya Stanly.


"Pesankan aku tiket pesawat ke Canada segera.... Mommy sakit...!!!" jawab Adam dengan suara berat menahan sesuatu di tenggorokannya.


Setelah beberapa menit berkutat dengan handphonenya, Stanly berkata;" Penerbangan anda 2 jam lagi Boss... Saya mengambil penerbangan tercepat...." kata Stanly.


"Siapkan koperku Stan... aku akan bersiap siap..." perintah Adam dan bergegas ke kamar mandi di ruang tidurnya.


Setelah semuanya siap, Stanly menarik koper milik sang Boss dan berjalan di belakang pria itu menuju lift yang menghubungkan ke parkiran apartment.


Stanly mengendarai mobil milik sang Boss dengan kecepatan sedang keluar dari parkiran apartment menuju jalan raya. Di dalam mobil, Adam masih berkutat dengan layar handphonenya.


Perjalanan ke Changi Airport tidak membutuhkan waktu lama. Setelah memarkirkan mobilnya, Stanly mengambil koper milik sang Boss dan menyusul pria itu kedalam.


Meski dini hari, orang orang berlalu lalang dengan urusan dan tujuan mereka masing masing. Keadaan bandara tidak sesepi jalan yang ia lewati tadi.


Stanly menghampiri Adam yang sedang duduk di kursi tunggu dekat pintu keberangkatan, melambaikan tangannya pada sang asisten. Stanly menghampiri pria yang menjadi Bossnya itu dan meletakan koper tepat di sampingnya.


"Stan... katakan pada Mina aku ke Canada untuk beberapa minggu... dan urusan kantor untuk sementara kamu yang handel... untuk keperluan rumah, kamu bisa berikan kartu ini kepada Mina... pin nya tanngal lahirku. Awasi gerak geriknya diluar rumah dengan menyewa orang. Aku tidak mau kejadian maid lama terulang lagi dan juga jangan ganggu dia..." kata Adam syarat akan perintah.


Stanly menganggukan kepalanya dan tersenyum mengejek.


"Kenapa kau tersenyum Stan...??? Apa kau mengejekku...???" tanya Adam pada sang asisten sesaat setelah pria itu menyunggingkan senyumnya.


"Tidak ... Boss...!!!" jawab Stanly


"Hanya saja anda seperti memerintahkan untuk menjaga wanita anda agar tidak berselingkuh..." sambungnya sambil terkekeh geli.


"Bukankah kau pernah mengingatkanku untuk selalu waspada agar kejadian maid sebelumnya itu tidak terulang Stan... apa kau lupa...???" Adam berbicara dengan nada tinggi. Dan membuat orang orang di sekitar mereka memandangi dengan tatapan aneh.


"Iya... iya... Boss... maaf saya lupa...." jawab Stanly masih terkikik.


Mendengar notifikasi keberangkatan, Adam beranjak dari kursi tunggu dan berjalan menuju pintu keberangkatan.


"Hati hati... Boss... semoga selamat sampai tujuan..." kata sang asisten kemudian melambaikan tangannya.


" Hmmm... titip urusan kantor..." kata pria itu yang sudah mulai check in.


-------


Stanly kembali ke parkiran mobil dan masuk kemudian ia berkendara kembali ke apartmen sang Boss. Yang lebih tepatnya ia tinggal 1 lantai di bawah apartmen sang Boss. Untuk mempermudah segala urusan.


Stanly berhenti di parkiran aparment dan keluar dari mobil. Lift yang ia tuju langsung terbuka dan ia menekan tombol lantai 11. Melihat jam di tangannya, baru pukul 04:05 am. Dia akan beristirahat dahulu di apartmennya baru kemudian esok hari ia ke apartmen sang Boss...


Stanly memasuki pintu apartmennya dan menutupnya kembali. Ia langsung menuju kamar tidurnya. Pria itu merebahkan tubuhnya dan terlelap begitu saja karena kelelahan.