My Maid And I

My Maid And I
Part 45. My Maid and I.



Stanly mengikuti langkah Adam dengan cepat di belakangnya menuju pintu lift yang terbuka. Di dalam sudah terisi beberapa orang yang juga akan berangkat ke kantor. Tidak ada yang bertegur sapa dengan penghuni apartemen yang lain.


Sesampainya di parkiran, ia langsung masuk ke dalam mobil yang sebelumnya sudah di bukakan oleh Stanly. Adam menangkap tatapan mata Stanly yang sedang menatapnya heran. Ia merasa sedang di perhatikan lewat kaca spion mobilnya.


"Ada apa Stan...??? Kenapa kau menatapku seperti itu...??? Ada yang salah dengan diriku...???" tanya Adam pada sang asisten.


"Aku hanya ingin tau Boss... apa hari ini anda sehat dan baik baik saja...???" Stanly mengungkapkan rasa penasarannya pada sang Boss.


"Bukankah kau lihat sendiri, aku benar benar sehat dan tidak kurang suatu apapun...!!!" ketusnya.


"Ia, tapi... aku rasa, anda mengalami sesuatu guncangan hebat, mungkin sih..." kata sang asisten ragu saat ini ia sedang menyetir mobil milik Bossnya itu.


"Kenapa kau berasumsi begitu..???" tanya Adam lagi.


"Aku penasaran kenapa Mina menyetujui ide tidak masuk akal anda. Bukankah kemarin, Mina menolak mentah mentah ide anda itu...???" tanya Stanly penasaran.


"Aku tau Stan... mungkin ini tidaklah masuk akal... tapi, aku spontan saja berakting seperti itu tanpa sepengetahuan juga tanpa persetujuan Mina. Itu karena, ada wanita menjengkelkan itu di sana... aku juga terpaksa memaksa Mina untuk berakting tadi... untung saja, Mina hanya terdiam... seakan sedang marah denganku..." kata Adam sambil menyenderkan bahunya di jog mobilnya itu.


"Apa anda tidak takut dan merasa kasihan pada Mina Boss... ???" tanya Stanly penasaran serta kawatir terjadi apa apa pada wanita yang pernah menolaknya itu.


"Maksudmu...???" tanya Adam bingung.


"Ya... tentu saja konsekuensinya, Mina harus berhadapan dengan kemarahan serta kebencian Jane pada Mina... sementara, Mina tidak pernah berurusan dengan siapapun di sini... karena memang ia selalu menjaga sikapnya...!!!" kata Stanly menekankan.


"Mungkin saja, saat ini Nona Jane sedang memaki Mina dan mencelakainya... apa anda tidak memikirkan keselamatan maid anda Boss...!!!" Stanly mengingatkan.


Adam langsung merogoh saku jasnya dan mengambil ponselnya. Ia langsung membuka aplikasi yang memperlihatkan rekaman CCTV apartemennya secara langsung. Ia langsung membelalakan matanya lebar lebar. Stanly yang melihat Bossnya terkejut, langsung menanyakan apa yang terjadi.


" Ada apa Boss...???" tanya nya.


"Kita putar balik Stan... kau benar, Jane menyakiti Mina... Cepatlah...!!!" seru Adam.


Tanpa banyak pikir, Stanly langsung mencari arah jalan untuk putar balik. Untung saja belum cukup jauh dari apartemen tempat mereka tinggal.


Sesampainya di parkiran, Adam langsung menuju lift yang di ikuti Stanly di belakangnya. Semampainya di depan pintu apartemennya, Adam langsung menyematkan ibu jarinya dilayar kecil pintu.


BIP....


Setelah mendengar bunyi bip... Adam langsung membuka pintu itu dan melihat kedalam mencari keberadaan 2 wanita yang tadi ia tinggalkan. Adam melihat Jane masih duduk sambil memainkan ponselnya. Sementara Mina, ia tidak melihat keberadaannya.


"Apa yang kau lakukan pada kekasihku...???" tanya Adam dengan suara tingggi.


"A-aku...." kata Jane terbata.


Belum sempat Adam melayangkan pertanyaan yang bertubi, Mina keluar dari kamarnya dalam keadaan matanya sembam sehabis menangis. Mina bermaksud untuk mengambil minum karena haus. Dan tidak memperhatikan sekitar. Ia juga tidak tau jika sang tuan telah kembali.


Adam memperhatikan gerak gerik Mina dari tempat ia berdiri. Sesekali ia mendengar isakan maidnya itu membuatnya merasa iba. Merasa bersalah dengan keputusannya menjadikan Mina kekasih bayaran nya tanpa persetujuan wanita itu tentunya.


Adam berjalan menghampiri Mina. Secara reflek, ia memeluk Mina dari belakang tubuhnya. "Sorry... Mina..." ucapnya.


Mina yang sedang meletakan gelas setelah meminum air mineralnya itu, langsung melepaskan tangan kekar tuannya dari tubuhnya dan berbalik menghadap pria itu sambil menatapnya nyalang penuh emosi dan kemarahan.


"Apakah anda sudah puas sekarang...!!!???" Mina langsung pergi meninggalkan tuannya itu dan berlalu menuju kamarnya.


Adam menatap punggung Mina dengan perasaan bersalah. Ia melihat bibir serta pipinya membengkak. Tentu saja itu ulah wanita yang bernama Jane yang sedari dulu mengejarnya. Adam berbalik menghampiri Jane.


"Pergilah dari sini... sebelum kau ku cekik hingga mati...!!!" kata Adam pada Jane.


"Stan... antarkan dia kembali dan pastikan dia tidak kemari lagi. Aku sudah muak melihat wajahnya...!!!" perintah Adam.


Stanly menggiring Jane dengan sabar di belakangnya. Jane masih saja menengok ke belakang mengharapkan Adam bisa memandang dirinya seperti 7 tahun lalu. Saat pria itu mulai menerima dirinya walaupun dengan cara yang buruk . Ia berusaha mendapatkan hati Adam karena walau bagaimanapun, pria itu yang merenggut kesuciannya. Dan apapun caranya, ia harus mendapatkan Adam meski menghancurkan hubungan pria itu dengan Sarah yang saat itu ialah sahabatnya.


Sungguh ironi. Ia masih saja tidak bisa mendapatkan simpati Adam. Ia membenci wanita yang saat ini menjadi kekasih Adam. Sekali lagi, ia harus berjuang agar Adam mau bertanggung jawab terhadap dirinya.


flash back...


"Aku akan menemanimu disini..." ucap Sarah. Saat ini, ia begitu tidak tega dengan keadaan Jane. Pria yang begitu di cintai Jane menikahi sepupunya. Jane begitu frustrasi dan sedih. Ia meminum whisky yang ia pesan dari seorang bartender. Sampai ia mabuk berat. Entah berapa sloki ia meminum minuman keras itu. Akhirnya dirinya tumbang.


Ketika ia terbangun dan tersadar, ia sudah telanjang bulat di sebuah kamar yang asing menurutnya. Ia menatapi sekitar dan berusaha bangkit dari ranjang sambil merintih menahan sakit di area selangkangannya. Ia melihat darah di seprei putih yang mendominan merah bercampur lendir putih yang telah mengering.


Ia menutup mulutnya sambil meneteskan air matanya. Ia telah kehilangan kesuciaannya. Ia turun dari ranjangnya dengan langkah gontai menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari suatu kemalangan yang menimpanya saat ini.


Kissmark bertebaran di mana mana. Ia bisa melihat dari cermin yang berada di dalam kamar mandi itu. Air matanya terus menetes tanpa henti. Ia merutuki kebodohannya saat ini karena semalam ia memilih untuk meminum minuman laknat itu dan sekarang berimbas pada dirinya harus kehilangan kesuciannya dengan pria yang entah siapa.


Setelah selesai mandi, ia kembali ke kamar dan memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai dan memakainya kembali. Ia harus mencari tau siapa pemilik apartemen ini. Pria seperti apa yang begitu tega menodainya.


Sesampainya di ruang tengah, ia langsung membelalakan matanya sambil menutup mulutnya rapat rapat mengetahui siapa pemilik apartemen ini. 'Apa yang harus aku lakukan Tuhan... pria itu adalah suami sahabatku sendiri... bagaimana ia bisa setega itu padaku... merenggut kesucianku... apa yang harus aku katakan pada sahabatku... ' batinnya.


Dengan langkah gontai, ia berlalu keluar dari apartemen yang tak lain adalah milik Adam suami sahabatnya itu. Ia tidak tau apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Untuk menghadapi Adam dan juga Sarah sahabatnya.


Biarlah... waktu dan jalan takdir yang menentukan...