
Mina melepas kepergian putranya untuk masuk ke dalam pondok pesantren. Mina menitikan airmatanya dengan tersenyum pada putranya. Ia bahagia karena sang putra mau menerima keputusannya untuk menikahi Mr Adam karena janin yang ada di dalam perutnya saat ini. Sementara Eko, cukup memahami situasi ibunya. Meskipun ia membenci pria bule yang telah memaksakan kehendaknya pada sang ibu, tapi ia cukup dapat menahan diri. Mungkin dengan demikian, sang ibu tidak lagi menderita karena harus menanggung beban hutang atau apapun. Ibunya tidak akan kekurangan uang jika bersama pria bule itu, tidak seperti saat bersama bapaknya yang sering kekurangan uang dan harus berhemat agar dirinya dan sang adik dapat membeli jajan. Mengingat itu, Eko menitikan air matanya.
Meskipun saat ini penampilan ibunya begitu berbeda, tapi Eko dapat melihat ibunya tetaplah sama. Sama sama masih nampak sederhana dan tidak glamour seperti tetangga tetangganya yang dulu baru pulang dari luar negeri. Eko bersyukur, meskipun saat ini ibunya telah bersama dengan pria yang bukanlah bapak kandungnya, tapi ibunya masih mengingat dia sebagai anaknya dan tidak melupakan jati dirinya sebagai seorang ibu.
Eko tersenyum membalas senyuman ibunya sambil membawa kotak yang entah apa isi di dalamnya, serta sekantong plastik has Indom***t yang berisi kebutuhan sehari harinya. Ia tau, kelak ibunya akan kembali lagi dengan membawa senyuman serta cerita bahagia.
'Semoga apa yang ibu lakukan dengan iklas, bisa berbuah kebaikan dan juga kebahagiaan untuk ibu. Aku hanya berharap ibu selalu bahagia. Ibu adalah orang yang paling berjasa dalam hidupku... Jadi, berbahagialah untuk saat ini dan seterusnya... Aku menyayangimu bu...' batin Eko saat melihat ibunya kembali ke mobil yang tadi di tumpanginya.
............................................
Sementara itu, Adam hanya menatap wanita yang ia cintai itu dari dalam mobil. Membiarkan wanita itu mencurahkan kasih sayangnya pada sang putra. Adam menatap Mina dengan intens. Ia tau, tau bahwa Mina adalah wanita yang lembut, penyayang serta penuh kasih. Adam merasa begitu menyesal, menyesal karena ia telah memisahkan kasih sayang ibu dan anak itu.
Adam tau, karena keegoisan nya lah, ia telah menghancurkan sebuah keluarga yang bahagia. Ia cukup sadar akan hal itu. Meskipun begitu, ia juga ingin memiliki wanita itu sepenuhnya. Hingga berbuat apapun agar bisa memiliki wanita itu. Pikirannya terus menerawang pada saat Mina masih dalam keadaan depresi karena perbuatannya.
Flash Back on...
Adam meminta Stanly sang asisten untuk segera terbang ke Indonesia. Dengan bekal alamat yang tertera di kontrak kerja milik Mina. Sesampainya di Indonesia tepatnya di kampung halaman Mina, Stanly mencari alamat rumah Mina dan berusaha untuk menemui suami wanita itu.
Tanpa di duga, suami dari Mina berada di rumah sakit tengah menunggui salah satu orang tuanya yang sedang sakit. Atas informasi dari tetangga yang bersebelahan dengan rumah Mina, Stanly bisa menemukan suami dari Mina.
Tanpa di duga, saat itu suami Mina tengah pusing dengan biaya operasi yang cukup besar untuk ibunya. Biaya yang di bilang sangat fantastis bagi mereka kalangan menengah kebawah. Dan kesempatan itu ia gunakan untuk memancing apakah ia mau melepaskan istrinya untuk uang sebesar 150 juta.
Stanly menjelaskan duduk permasalahan yang menimpa sang Boss dengan Mina istri dari pria tersebut. Stanly juga menjelaskan jika sang Boss telah memberikan kompensasi 1M pada pria itu dengan satu syarat, bahwa pria itu harus melepaskan Mina karena sang Boss akan bertanggung jawab.
Jono suami Mina hanya menatap orang bule yang berbicara bahasa Indonesia itu dengan logat aneh. Ia tidak begitu merespon dengan iming iming uang yang besar. Walau bagaimanapun kondisi Mina, ia akan tetap menerima istrinya itu dengan senang hati. Itu membuat Stanly begitu kehabisan akal. Stanly mencari berbagai cara agar pria itu setuju untuk melepaskan Mina.
Dengan cepat ia menerima tawaran Stanly. Ia sudah berpikir dengan mantab. Mina istrinya itu pasti akan bahagia dengan pria yang menjadi majikannya dan tidak akan kekurangan uang lagi. Dan sama sekali tidak seperti saat wanita itu bersama dirinya.
Dengan berat hati, ia menandatangani surat pernyataan itu. Setelah pria bule beserta pengacaranya berlalu pergi, ia menghampiri Dokter agar ibunya di operasi dengan segera. Ia tidak ingin menjadi anak durhaka, tapi sayangnya ia mendurhakai istrinya. Dengan menjual istrinya pada pria asing.
Setumpuk uang yang sangat banyak menurutnya, ia simpan sebagai sesuatu yang dapat mengingatkan akan sebuah kesalahan fatal yang ia ambil. Meskipun kembali, tapi sudah tidak ada jalan lagi. Sungguh ironi. Sungguh di luar dugaan serta nalar. Saat ini, hari ini, ia telah menjual wanita yang begitu ia cintai untuk menyelamatkan nyawa wanita yang ia cintai, wanita yang telah membuatnya ada di dunia ini.
Adam merasa bersalah pada Mina. Dengan meminta suaminya... ah ralat mantan suaminya untuk menyerahkan dirinya dengan paksa. Meskipun begitu, Adam masih harus berusaha meyakinkan Mina akan ketulusannya. Mina memang sangat sulit untuk jatuh cinta dan move on. Adam dapat merasakan sendiri bagaimana ia berusaha untuk memancingnya dulu. Mina tidak bergeming dari hal apapun. Mina masih tetap setia pada pria itu. Bahkan saat ia memerkosanya beberapa bulan yang lalu.
flash back off...
Adam tersadar dari lamunannya saat Mina masuk ke dalam mobil dan duduk di sampingnya. Adam melihat kilatan air mata di sudut mata Mina. Wanita itu begitu tegar. Tidak seharusnya ia menangis seperti ini.
Adam berjanji di dalam hatinya, ia akan melakukan apapun agar Mina bahagia, serta agar Mina mau memaafkan semua hal yang Adam lakukan. Apalagi satu hal yang membuat wanita itu harus mengandung benihnya saat ini.
Adam meraih tangan Mina dan menggenggamnya erat. Membawa genggaman tangannya ke bibirnya dan menciumi tangan wanita itu dengan lembut.
" Mina... Berjanjilah padaku, kau akan selalu bahagia saat bersamaku... jangan lagi ada air mata yang menetes, kecuali air mata dari bahagiamu. Aku tidak bisa berjanji tidak menyakitimu, tapi aku hanya bisa berjanji akan berusaha untuk membahagiakanmu..." ucap Adam lembut.
"Mina... I love You..." suata Adam terdengar lembut di telinga Mina. Mina tersenyum dan memeluk sang tuan dengan erat. Merasakan kehangatan tubuh pria itu.
Adam mencium pucuk kepala Mina dengan lembut dan mengusapnya pelan.
"Kita temui orang tuamu di Kalimantan untuk meminta restu. Kita bisa menikah disana dan aku ingin memintamu darinya untuk menjadikanmu istriku..." ucap Adam dan hanya di angguki oleh Mina.