My Maid And I

My Maid And I
Part 3. My maid and I



Tidak ada hal yang membuat Adam benar benar marah selain sarapan yang tidak sempurna. Apa lagi tidak memakan sayur sedikitpun.


Adam tidak pernah komplain tentang kebersihan ataupun kerapian rumahnya. Karena tau maidnya itu cekatan dalam bebersih dan berbenah.


Tapi soal makanan jangan kira itu mudah. Menu sarapan ataupun makan siang juga makan malam pun harus ada sayuran, karena sendari kecil ibunya selalu memberinya yang terbaik.


Soal rasa, ia tidak pernah mempermasalahkan rasa asal tidak terlalu asin dan pedas saja ia bisa memakannya.


Perjalanan menuju kantor di lalui tanpa hambatan karna ia lebih memilih menggunakan jalan tol ketimbang jalan yang biasa ia lalui.


Itu semua agar mempersingkat waktu. Karna waktunya tadi telah habis untuk berdebat dengan maidnya itu.


Rasa marah yang ia bawa dari rumah bisa berkibat fatal untuk bawahan bawahanya di kantor. Asisten pribadinya yang sering mendapat amukannya ketika Adam marah.


"Aku akan lihat nanti, apakah dia benar benar berbelanja atau tidak" gumam pria itu sedikit geram.


Asisten pribadi Adam yang bernama Stanly


sudah menunggunya di depan pintu masuk utama kantornya. Pria itu sudah mendapatkan sinyal bahwa sang Bos sedang dalam mode marah... 😠😑😑.


Dilihat dari wajah nya yang cemberut dan tidak ada senyum apa lagi menjawab sapaan dari karyawan lain.


Gerangan apa yang membuat sang Bos marah. Entahlah....πŸ˜“πŸ˜“πŸ˜“ pikir sang asisten sambil menghela napasnya...


Adam memasuki ruanganya di ikuti oleh Stanly sang asisten di belakangnya.


"Ada kabar apa mengenai proyek di daerah Jur*ng W*st"tanya Adam pada Stanly sang asisten.


"Mungkin anda harus meninjaunya sendiri Bos... karena ada beberapa hal yang mewajibkan anda kesana" jawab Stanly.


"Dan juga untuk masalah pembangunan infrastruktur di daerah itu belum cukup memadai" tambah pria itu.


"Jadi sebenarnya apa yang kau kerjakan selama ini?" tanya Adam dengan nada tinggi. "Bagaimana bisa uang yang ku infestasikan sebanyak itu tidak menghasilkan sesuatu yang berguna!?" tambahnya.


"Apa kau ingin aku pecat...?" tanya pria itu pada sang asisten. "Mengapa kinerjamu semakin tak memuaskan... apa kau punya masalah...?" menambahkan


"Maaf ... Bos..." kata sang asisten sambil menundukan kepalanyaπŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”


"Baiklah... persiapkan mobil segera... " kata Adam memerintah. "Aku akan memeriksa kembali berkas berkas ini sembelum menyusulmu ..." kata Adam sambil menunjuk tumpukan map di atas meja.


Stanly sang asisten telah menunggu Adam di depan pintu utama kantor. Melihat sang Bos keluar dari pintu lift, ia bersiap siap membukakan pintu mobil untuknya.


Setelah sang Bos memasukinya, Stanly menutup pintu mobil dan berlalu ke arah stir. Mobil hitam yang ia kendarai berlalu meninggalkan pelataran kantor menuju jalan raya dan bergabung dengan pengendara lain.


Di dalam perjalanannya, Adam komplain lagi. Dan ini masalah lain di luar kantor.


"Bagaimana bisa kau merekrut maid yang bodoh untuk di tempatkan di rumahku... Stan...!!?" Adam memulai pembicaraan.


"Bahkan dia tidak tau takaran gizi dari makananku" pria itu menambahkan.


" Apa maksud anda Bos...?" tanya Stanly heran.


" Bukankah Maid anda telah sesuai dengan yang anda inginkan Bos" Stanly menyatakan.


"Maksudmu...!!?" tanya Adam bingung.


"Ya... bukankah wanita itu... ah...maksud saya maid anda benar benar sesuai yang anda inginkan sebelumnya... dia tidak pernah mencampuri urusan anda, tidak genit seperti maid anda sebelum sebelumnya, bahkan menjaga privasi anda dengan baik" jawab sang asisten panjang lebar.


" Apa itu belum cukup Bos...?" Stanly kembali bertanya.


Ya ... ya... pikir Adam. Bahkan wanita itu tidak mengusik ketenangannya apalagi mencampuri urusannya. Yang ia tau hanya bebersih dan berbenah.


Pria itu menganggukan kepalanya menyetujui pemikiran asistennya tentang maidnya.


"Ya... hanya saja dia tidak pandai memasak" jawab pria itu pada sang asisten.


"Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna Bos... karna kesempurnaan hanya milik Tuhan" memberi jawaban atas ketidak puasan Adam.


Tiba tiba ...πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘... muncul ide di kepalanya.


"Mungkin untuk masalah itu, saya ada ide yang bagus Bos... " kata Stanly.


"Apa itu...?" tanya Adam penasaran.


" Bagaimana jika anda membuat tabel Menu untuk semua makanan anda...?" saran sang asisten. " Agar kebutuhan gizi anda setiap hari tercukupi"


"Tapi ... bagaimana dia bisa memasak makanan sesuai keinginanku bukankah selama ini dia hanya sedikit belajar memasak...!?" kata pria itu ada sedikit nada kecewa.


" Bukankah sekarang zaman teknologi canggih Bos... . Kita bisa menyuruhnya belajar memasak melalui internet... tidak perlu guru tutorial memasak... bagaimana Bos... Apa anda setuju...?" tanya Stanly sambil nyengir...πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


"Um... " Adam berpikir sejenak.


"Baiklah... mungkin itu ide yang bagus" Adam menyetujui. "Dan Segera persiapkan apa yang di butuhkan nanti sore setelah urusan ini selesai" pria itu menambahkan.


"Ok... Bos... siap laksanakan" kata sang asisten sambil mengangkat tangannya membentuk ok...πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ


Mobil yang ia kendarai masuk ke area pembangunan.


"Kita telah sampai... Bos"


🏒🏒🏒


Mina memeriksa kembali semua jendela memastikannya tertutup dan terkunci rapat. Keran air dan kompor gas tak luput dari pemeriksaannya. Dan yang terakhir lampu.


Setelah semuanya benar benar aman, Mina mengambil dompet di atas meja yang berisi list belanjaan dan juga 5 lembar uang pecahan 100 dollar yang tuannya beri tadi pagi.


Sambil menenteng keranjang besi beroda atau bisa juga di sebut stroller, Mina berjalan menyusuri koridor Apartment dan masuk ke lift.


Setelah berjalan melewati beberapa gedung Apartment ,Pent House, HDB Flat dan juga jalan raya yang padat, akhirnya Mina sampai di sebuah Mall yang ramai sesak penuh dengan Orang orang berlalu lalang dan hanya berkonsentrasi pada waktu dan tujuan mereka masing masing.


Meski bukan pertama kalinya berbelanja di Mall ini, tapi tetap saja Mina masih sedikit kebingungan. Karna saking banyaknya orang orang di sana.


Sesampainya di super market FP, Mina mengambil daftar list belanjaannya.


Mulai dari sayur sayuran , buah buahan , daging , ikan , telur , susu dll.


Setelah semua list barang yang akan di beli terkumpul, Mina menuju kasir dan menunggu antrian.


Setelah gilirannya mulai, Mina mengeluarkan barang barang dan sang kasir memulai menghitung harga semua barang. Selesai memasukan kembali barang barang dan membayarnya, Mina berjalan menyusuri pintu keluar super market. Sambil membaca list harga barang yang ia beli.


Melihat toko kue di depannya , Mina berhenti dan memandangi cake ulang tahun di depannya itu dengan seksama.


Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Meski tak pernah merayakannya tapi ia selalu berdoa untuk dirinya yang terbaik.


Mina berlalu tanpa membeli kue itu. Meski sisa uang potongan gajinya di berikan padanya setiap bulan tapi , Mina tidak pernah membelanjakannya. Ia hanya menyimpannya saja. Untuk jaga jaga apabila ia di kembalikan ke Agensi. Itu adalah satu satunya ketakutan Mina di negara ini.


Tuannya benar benar tidak mau tau untuk urusan kebersihan rumahnya. Tapi soal makanan jangan harap dia tidak marah jika ada 1 menu tidak tersaji.


Mina kembali menyusuri jalan yang tadi ia lalui dan kembali menuju Apartment tempat ia tinggal dan bekerja .


Sesampainya Mina di dalam Aparment tuannya, Mina mendapati sang tuan telah kembali dan sedang membaca koran di ruang tv.


Meski waktu baru menunjukan pukul 4 sore, tapi tidak pernah tuannya pulang begitu cepat.


"Anda sudah kembali dari bekerja Mr" Mina memulai pembicaraan.


"Ya..." Jawab pria itu


"Apa yang kau beli ?" tanya pria itu.


"Ah... ini Mr semuannya di keranjang ini" kata Mina sambil menunjuk barang bawaannya itu.


"Simpan dan buatkan makanan untukku !!" perintah pria itu.


"Um... maaf Mr... ini struk belanjanya dan juga sisa uangnya" Mina memberikan sisa uang itu kepada tuannya dan berlalu ke dapur.


'Tak ada yang istimewa di struk belanja itu 'pikir Adam santai. Semua kebutuhan rumahan yang di perlukan telah terbeli. Uang yang ia beri kepada wanita itu juga masih tersisa banyak tidak ada struk belanja lainnya hanya dari FP saja.


Setelah selesai membereskan semua belanjaannya Mina menghampiri sang tuan.


"Maaf... Mr... apa yang ingin anda makan" tanya wanita itu pada Adam


"Aku ingin makan steak ayam" kata pria itu sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.


"Baik ... Mr" jawab Mina pelan.


"Pendampingnya kentang wortel brokoli rebus dan sausnya saus lada hitam saja "pria itu menambahkan.


"Panggil aku ketika makanan sudah siap , aku akan mandi terlebih dahulu" sambung pria itu dan berlalu ke kamar.


*** 30 menit kemudian.


Makanan telah tersaji di meja makan. Persis seperti yang di inginkan sang tuan.


Mina menuju pintu kamar tidur tuannya...


tok...


tok...


tok...


Mina mengetuk pintu kamar tuannya dan menunggu tuannya membukakan pintu.


"Ya..." kata pria itu sambil membuka pintu lebar lebar.


"Makanan anda sudah siap Mr..." kata mina sambil menunjuk meja makan. "Hmm... ok" jawab pria itu.


"Lalu dimana makananmu... apa kau hanya masak untuku saja... kau makan apa..?" tanya Adam pada maidnya.


"Saya juga memasak makanan yang sama seperti anda Mr, tapi... saya akan memakannya nanti setelah anda selesai makan " jawab Mina pelan.


"Oh... ok..." jawab pria itu mengiyakan.


***


Setelah selesai makan Adam kembali ke ruang kerjanya sambil membawa secangkir kopi.


Sementara itu Mina sedang duduk di kursi sambil menikmati makanannya. Makan wortel mengingatkan ia pada anak perempuannya di INDONESIA. Dia sangat menyukai wortel.


Sambil mengunyah makanannya Mina menitikan air mata dan berpikir apa yang di makan anak anaknya saat ini.