My Maid And I

My Maid And I
season 2 moo part l0



mina tengah istirahat di kamarnya, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil menatap ponsel yang memang sengaja di tinggalkan oleh adam agar ia bisa menghubungi sang suami setiap saat.


mina begitu bingung. ia merasa sangat terpenjara di sini. hidup di negara asing dan sangat jauh dari negara tempat asalnya, kadang ia ingin terbebas dari sini, namun sebagai istri sah dari seorang pengusaha kaya dan juga tampan, ia merasa tidak cukup mampu untuk berperan untuk mendampinginya.


bagaimana tidak, mina hanya lulusam smp tidak ada pengalaman apapun di dunia bisnis untuk mendukung sang suami. yang ada ia hanya bisa bertani dan bercocok tanam. ia hanya memiliki keahlian sebagai seorang petani dan perternak.


mina merasa begitu berat menghadapi tantangan hidupnya kali ini. bahkan pelayan disini lebih berpendidikan di banding dirinya.


mina menghela nafasnya pelan. seakan ia tidak sepadan dengan sang suami serta tidak pantas berada di posisi ini.


setelah memakan makan siangnya bersama mertuanya dan juga allina. mina mengobrol sebentar dengan mereka di ruang keluarga dan akhirnya ia kembali ke kamarnya ini.


pikiran mina terus menerawang, ia merasa ada yang janggal dengan sikap allina akhir akhir ini. ia merasa jika allina tengah menyimpan rahasia. ia juga heran dengan porsi makannya yang lebih banyak dari biasanya. ia sudah tidak menghiraukan bentuk tubuhnya lagi seperti dulu. allina juga sering meminta mina untuk membuatkan sesuatu yang kadang membuat mina sang kakak iparnya itu geleng geleng kepala.


mina juga terheran dengan sikap gadis itu, yang tiba tiba berubah drastis pada dirinya. tidak ada lagi kata kata yang menyakiti hatinya sejak sebulan terakhir. awal awal dirinya berada di sini, adalah masa terberat. ia terus mendapat gunjingan dari para pelayan serta sering mendapat cacian dari allina. meskipun ibu serta ayah mertuanya tetap bersikap hangat padanya, tapi itu tidak membuatnya merasa nyaman.


apa lagi pada saat itu, adam baru kembali ke singapura. untuk menangani bisnisnya yang sempat terbengkalai karena masalah mereka yang lambat. ya meskipun saat ini ia merasa cukup nyaman dengan sikap dari keluarga sang suami. namun pikiran mina masih terpusat pada perubahan drastis allina.


"aku merasa kalau allina tengah mengidam..." gumam mina sambil menatap langit langit kamar.


"atau mungkin hanya perasaanku saja..." mina menepis pikiran buruk di benaknya.


"ia juga aneh... kenapa tiba tiba vakum dari dunia permodelan yang ia geluti itu..." gumamnya lagi sambil menekan dagunya.


mina masih asik dengan pikirannnya sendiri, sampai ia tidak menyadari jika suaminya tengah berada di ambang pintu dan masuk ke kamar mereka. mina masih menatap langit langit kamar dengan sesekali tangannya mengelus perutnya yang mulai membuncit.


adam tersenyum melihat mina yang tengah asik dengan pikirannya sendiri. ia mencoba menahan diri untuk tidak menghampiri istrinya itu. adam masih setia berdiri di sana sambil tangan yang bersedekap di dadanya.


adam tersenyum lembut mengetahui mina bergumam dan tidak menyadari kedatangannya beberapa saat.


"sayang... kau sedang memikirkan apa...??" ucap adam yang sudah tidak tahan ingin membuat sang istri menatapnya.


mina yang saat itu tengah berbaring, langsung bangkit dari rebahannya dengan cepat dan menatap pria yang mulai mengisi hatinya itu. mina tersenyum sumringah menatap kehadiran sang suami. mina bangun dan langsung berlari menghambur ke dalam pelukan sang suami.


"bie... kau sudah kembali...?" ucap mina yang masih di dalam dekapan adam.


"hmm... apa kau merindukan ku...???" tanya pria itu dengan lembut. adam melepas dekapannya dari tubuh mina dan menatap wajah cantik istrinya itu dengan senyum mengembang.


"mm..." jawab mina dengan di sertai anggukan pelan.


"apa yang kau pikirkan... sayang...? sampai sampai aku datang kau tidak menyadarinya..." ucap adam sambil tanganya memainkan rambut mina dan menyelipkan di sela telinga wanita itu.


."tidak ada..." jawab mina berbohong.


"aku tau kau tidak pandai berbohong..." ucap adam menambahkan dengan lembut.


"tidak ada yang ku rahasiakan bie..." mina tersenyum.


"aku dengar kau selalu membantah saat aku tidak disini..." ucap adam sambil menatap mata mina dan menyematkan anak rambutnya di belakang telinga istrinya itu.


"bie... aku tidak membantah... apa mommy marriane yang mengadu padamu...?" tanya mina sambil mengerucutkan bibirnya. sontak membuat adam gemas.


"jangan berbohong sayang... aku tidak suka..." adam mengingatkan.


"sungguh... bie, aku tidak berbohong... aku hanya merasa bosan jika harus berdiam diri di kamar... tubuhku sakit semua bie..." mina menjelaskan.


"kau tau sendiri kan bie, ini kehamilan ke tiga ku... aku takut tidak bisa melahirkan dengan normal jika hanya bermalas malasan di kamar..." mina menatap bola mata adam dengan tatapan sayunya.


"jika pun harus melahirkan secara caesar, aku masih sanggup untuk membiyayai nya sayang... aku hanya tidak ingin kau kelelahan dan berakibat fatal pada kau serta bayi kita..." ucap adam lembut.


adam mengelus perut mina dengan lembut. ia juga mengecup bibir istrinya dengan lembut namun lama kelamaan menjadi sebuah lum**an penuh tuntutan.


adam melepas panggutan bibir mina dan menatap wajah sang istri yang tengah terengah engah mengatur nafasnya setelah mendapat serangan ciuman dari dirinya.


" sayang... aku merindukanmu..." bisik adam pelan.


adam langsung merengkuh tubuh mina dan mengangkatnya menuju ke atas ranjang. ia sudah tidak sabar untuk menengok anaknya yang ada di dalam perut istrinya.


...


stanly menatap allina dari kejauhan. wanita itu tengah duduk di kursi pinggiran kolam renang. allina tengah meminum jus jambu yang di pesan langsung dari sebuah restaurant khas indonesia. serta tengah menikmati sepiring salad buah khas indonesia yang biasa di sebut rujak. ia sering memakan masakan khas indonesia yang di pesan dari restaurant langganannya atas rekomendasi dari mina sang kakak ipar.


ia sudah mulai menerima kehadiran mina di antara mereka. ia juga sudah tidak berhubungan lagi dengan sahabatnya jane. ia memutus kontak dengan jane semenjak sebulan yang lalu. ketika dirinya di minta menjadi angel utama oleh sang designer pakaian ternama. namun, jane berbuat curang dengan memberikan paku kecil di dalam sepatunya dan melukai telapak kaki allina. sehingga ia urung menjadi angel utama.


allina menikmati kesehariannya saat ini. apa lagi setelah mengetahui dirinya mengandung buah cintanya dengan stanly. meskipun ia tau, ia salah karena mempertahankan janin itu ketika stanly tidak mengetahui kejadian sebenarnya. bahwa dirinyalah yang menyerahkan tubuhnya untuk stanly. allina tidsk menyesal. meskipun seandainya saja stanly tidak mau bertanggung jawab, yang terpenting ia sudah memiliki janin itu dengan sebagian jiwa pria itu tertanam di dalam tubuh janin yang ada di dalam rahimnya saat ini.


allina tidak mempermasalahkan karier modelingnya lagi. yang ia pikirkan saat ini, ia ingin melahirkan janin yang ia kandung dan membesarkannya dengan penuh cinta.


allina menatap sekitar sambil memakan buah apel yang sudah di kupas oleh pelayan. ia menangkap tatapan mata pria yang ia cintai dan ia rindui itu dari seberang kolam renang. dengan cepat ia mengalihkan pandangannya dari pria itu agar, ia tida tau betapa besar dirinya merindui pria itu.


stanly tersenyum melihat tingkah allina yang baginya sangatlah menggemaskan. ia juga sangan merindukan wanitanya itu. tapi, ia harus bersabar agar lambat laun allina nya kembali pada dirinya dengan kerelaan langsung dari dalam lubuk hati wanita itu.


stanly beranjak dari tempatnya berdiri untuk menghampiri ellen dan melancarkan rencananya.