My Maid And I

My Maid And I
Part 35. My Maid and I.



Stanly mengusap wajahnya kasar, saat semua hasratnya telah terpenuhi. Pikiran jernihnya mulai kembali 1 per 1. Ia lupa bahwa ia sudah berjanji pada dirinya sendiri agar berhenti dari hal maksiat. Namun, tadi ia lupa pada janjinya seketika dan hal itu menjadi bumerang bagi dirinya saat ini. Wanita di sampingnya kini tertidur pulas dan begitu kelelahan.


Lagi lagi ia membawa wanita asing ke rumahnya. Meski ini bukan pertama baginya membawa wanita, tapi ada sesuatu yang lain. Sejak pertengahan bulan Januari ia tinggal di apartemen ini, sudah berapa kali bahkan tak terhitung ia membawa wanita ke sini. Meski sama sama menguntungkan dirinya serta wanita itu, tapi ini adalah sesuatu yang salah.


Stanly lebih membenci dirinya lagi saat ini daripada sebelumnya. Ia tau ia begitu kotor dan berdosa. Ini adalah terakhir kalinya yang ia lakukan dengan hal kotor sebelum benar benar berhenti.


Ia beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh kotornya itu. Dalam guyuran air hangat di bawah shower, ia begitu menyesal akan perbuatannya. Ia menarik rambutnya kasar, menjatuhkan dirinya di lantai kamar mandinya kemudian bersandar di dinding kamar mandi.


Pagi hari menjelang. Pria yang tidak tidur sama sekali semalaman, tengah membuat sandwich untuk 2 orang. Ya... untuk dirinya serta wanita yang tengah bersiap di dalam kamar.


Wanita itu keluar dari dalam kamar dan tersenyum pada Stanly. Wanita yang menggunakan pakaian bersih entah milik siapa dari dalam lemari ruangan itu.


"Sarapanlah... nanti aku akan mengantarmu kembali...." perintah Stanly pada wanita itu.


Wanita itu hanya mengangguk dan mendaratkan pantatnya di kursi ruang makan.


"Berapa bayaran yang kau minta...?" tanya pria itu sambil mengunyah sandwich nya.


"Terserah anda Mr... berapa pun..." jawabnya pelan kemudian menyuapkan kembali makanannya kedalam mulutnya.


"Apa 1000 dollar cukup...?" tanya Stanly lagi.


"Mungkin....." jawabnya ringan.


"Kenapa mungkin...?" tanya pria itu lagi.


Wanita itu menatap Stanly dengan tersenyum. ' Wah... pria ini tajir banget... 1000 dollar cui... bisa cepat kaya aku disini...' batinnya kegirangan.


"Aku akan menambahi 1000 dollar lagi, tapi kau harus berjanji padaku tidak usah melakukan hal bodoh itu lagi. Sayangi tubuhmu, serta setialah pada suamimu. Cukup aku yang terakhir menyentuhmu kali ini...." kata Stanly pelan.


"Dan maaf... aku berbuat kasar dan semauku semalam..." tambahnya dengan suara penyesalan.


Sali, wanita itu terperangah serta terharu dengan sikap Stanly yang lembut. Berbeda dengan semalam yang begitu kasar, kuat, cepat dan perkasa. Mengingat semalam membuatnya merona.


"Ehem... ehem..." Stanly berdehem saat melihat wanita di depannya melamun disertai merona di pipinya.


Mendengar deheman pria itu, pikiran Sali kembali terfokus pada makanannya yang belum habis.


Sesaat kemudian, wanita itu mengelap mulutnya menggunakan tisu yang ia ambil di depannya.


" Aku sudah selesai Mr..." kata wanita itu setelah meminum habis Milo hangatnya.


"Baiklah, kuantar kau pulang... dimana kau tinggal...?" tanyanya pada wanita itu.


"Rumah majikanku berada di Ang M* K*o... Mr..." katanya pelan.


"Memang apa pekerjaanmu...?" tanya Stanly penasaran.


"PRT atau lebih tepatnya Maid... mungkin sih..." jawab wanita itu santai.


"Apa majikanmu tidak mencarimu... semalam kau tidak kembali...?" tanya Stanly datar. Pria itu tidak menyangka bahwa wanita yang ia tiduri adalah seorang Maid seperti Mina.


Stanly bertambah frustrasi lagi.


"Majikanku berada di luar negri. Aku hanya bekerja sebagai penjaga rumahnya serta membersihkannya saja. Jadi, mereka tidak akan tahu apa yang aku lakukan kecuali ada seseorang yang memberitahunya" jawabannya masih tetap santai.


"Aku harap kau tidak melakukannya lagi...." pinta Stanly pelan.


Wanita itu menganggukan kepalanya sambil tersenyum. 'Aku sudah dapat 2000 ribu dollar, untuk apa aku mencari mangsa lagi saat ini...' batinya berbunga bunga.


"Amplop ini, berisi uang cash yang didalamnya nominal 2000 dollar. Aku memberimu lebih agar kau berhenti melakukan hal bodoh lagi. Tinggalkan semua kebodohan itu menuju jalan yang lebih baik... jika aku masih melihatmu melakukannya lagi, aku tidak segan segan membuatmu tidak di terima di negara manapun..." ucap Stanly penuh penekanan.


"Bukankah anda juga sudah menggunakan jasaku...!!!" kata Sali menekan kan.


"Iya.. tentu saja... kau ingin membeberkannya, aku pastikan kau lenyap..." kata Stanly penuh penekanan.


Wanita itu tercekat dan menatap takut pada pria dewasa di depannya. " Kau bersiaplah... aku antar kau kembali... ingat... jangan lakukan hal bodoh ini lagi atau kau ku kirim ke tempat pelacuran yang sesungguhnya... " kata pria itu dengan seringai menakutkan.


"I, iya... Mr..." jawabnya takut.


Selama perjalanan, Stanly hanya diam dan membisu. Walaupun ia mengancam wanita di sampingnya ini, ia tidak akan benar benar melakukannya. Ia hanya ingin wanita di sampingnya itu bisa bersikap baik layaknya Mina.


Sesampainya di daerah tempat wanita itu bekerja, Stanly menyuruhnya untuk turun dan langsung pergi meninggalkan wanita itu disana dan menuju apartemennya kembali.


Pukul 08:00 am, ia sudah berada di apartemen milik sang tuan yang berada tepat 1 lantai di atas apartemen miliknya.


Seorang wanita yang tak lain adalah Mina menyambutnya dengan senyuman seperti biasa


. Wanita yang hanya menggunakan kaos oblong model pria yang kedodoran di tubuhnya serta celana panjang training itu melekat dengan apik menurut Stanly. Wanita sederhana yang ia ingin miliki namun tidak bisa.


Mina terperangah melihat leher Stanly kemerah merahan dengan beberapa kiss mark dan terkikik geli sambil berlalu ke dapur.


Adam sang tuan yang tengah sarapan menatap aneh Mina yang kembali dari pintu depan sambil terkikik. Pandangan matanya berbalik dan menatap sang asisten yang tengah menghampirinya.


"MORNING ... BOSS..."sapa Stanly.


"Hmm... morning Stan... kau sudah datang...?" ucap Adam sambil menikmati sarapannya.


"Apa kau sudah sarapan Stan...???" tanya nya pelan.


"Sudah .... Bosss.... hanya saja belum ngopi...!!!" katanya lemas.


"Mintalah pada Mina untuk membuatnya. Kita masih punya waktu setengah jam lagi untuk berangkat..." kata Adam santai.


Setelah menerima kopi yang ia pesan, ia duduk di hadapan sang Boss dan mulai menyesap kopinya. Mina yang memulai lagi sarapannya di antara Stanly dan Adam, masih terkikik geli melihat leher Stanly yang masih terekspose.


Adam menatap heran pada Mina dan memperhatikan apa yang Mina lihat dar Stanly.


Adam terkejut dengan apa yang ia dapati adalah leher asistennya itu hampir penuh dengan kiss mark yang entah dari wanita mana lagi. Adam berdehem dan meminta Mina untuk melanjutkan sarapannya.


Sementara itu, Stanly terus diam diam mencuri pandang pada Mina. Dan berharap wanita itu tetap pada pendiriannya yang selalu setia pada suaminya.


'Betapa beruntung pria yang memilikimu Mina... Aku iri pada nya...' batin Stanly.


Sementara Adam, 'Kau masih saja mencuri pandang pada Mina... Stan... berhentilah dia bukan milikmu...' batin Adam.


Sementara Mina,'Mr. Stanly benar benar menggelikan... lantas siapa yang memberinya begitu banyak kiss mark di lehernya... apa ia tidak risih...??? Sungguh benar benar lady killer seperti katanya. Semoga saja ia akan terus melindungiku dan masih mau menganggapku layaknya adik perempuannya...' batin Miba kemudian melahap habis makanannya.