My Maid And I

My Maid And I
Season 2. My Only One part 3.



Sarapan pagi yang di siapkan oleh Mina telah tersaji di meja makan. Keluarga besar suaminya begitu tertegun melihat makanan yang tersaji di meja. Menunya beragam. Namun, entah tentang rasa. Mereka tidak yakin. Apa lagi makanan itu di masak oleh wanita yang sedang mengandung. Bisa saja rasanya Awkfull alias tidak enak. Mereka was was saat di minta untuk menikmati sarapan mereka masing masing.


Adam menatap Mina yang sedang berdiri dan begitu antusias melihat keluarga serta dirinya untuk mencicipi hasil karyanya itu. Ia menarik tangan istrinya itu untuk duduk di kursi yang dekat dengan dirinya itu. Adam mempersilahkan orang tua serta adik adiknya untuk menikmati sarapan pertama buatan menantu serta ipar mereka.


Allina menatap tidak suka pada kakak iparnya. Ia yang memang dari awal tidak menyukai Mina sang kakak ipar, hanya berharap jika makanan yang di siapkan oleh sang kakak ipar tidak sesuai rasa dan texture di lidahnya. Allina masih berharap jika Adam sang kakak menikahi Jane teman sekaligus sahabatnya di dunia permodelan. Allina masih belum bisa menerima Mina sebagai seorang kakak ipar untuk dirinya. Selain Mina dari kalangan yang tidak sepadan, ia juga membenci warga asing itu.


Bagi Allina, setelah Sarah tiada, hanya Jane yang pantas mendampingi kakaknya itu. Sifat Allina berbeda serta berbanding terbalik dengan saudara kembarnya Allan, Allina sangat hidup glamour serta memanfaatkan kekuasaan sang ayah untuk menekuni dunia permodelan. Allina selalu berkoar koar pada media bahwa dirinya adalah putri dari keluarga Johanson. Pemilik perusahaan alat alat medis.


Tapi, harapan itu sirna ketika ia mulai menyantap masakan kakak iparnya itu begitu pas di lidahnya. Ia kecewa, karena masakan wanita itu di luar expekstasinya. 'Aku akan mencari cara lain agar wanita itu bisa keluar dari kehidupan Kak Adam...' batin Allina.


Sedangkan Alvin Christian Johanson, Ayah Adam hanya tersenyum melihat Mina istri dari putranya Adam. Meskipun ia tau siapa Mina, ia tidak dapat memungkiri jika putranya dapat tertarik pada pesona wanita itu. Setiap hari putranya itu berinteaksi dengan wanita itu. Tentu sudah pasti ia tau wanita yang tinggal bersamanya itu adalah wanita baik baik.


Bahkan, ia selalu mengawasi sang putra melalui seseorang yang ia bayar dulu. Pria itu di tempatkan di dekat hunian sang putra, tepatnya di apartemen yang ada di pintu depannya. Ia selalu mendapatkan kabar serta informasi apapun dari pria suruhannya itu. Bahkan, ia mengetahui sang putra sering gonta ganti pelayan hanya karena sang pelayan menggodanya. Tapi, untuk pelayan wanita yang saat ini menjadi menantunya itu, ia tidak pernah sekalipun menggoda putranya. Bahkan ia selalu menolak putranya itu dengan halus.


Alvin sadar, dan ia juga tau. Jika putranya sudah tidak lagi muda. Putranya juga membutuhkan seorang pendamping yang dapat membuatnya bahagia. Ya... meskipun di luar expekstasinya. Bahkan, ia tidak pernah mengira jika ia akan mendapatkan menantu yang hanya seorang pelayan. Yang ia inginkan untuk saat ini hanyalah, kenyamanan hidup putra sulungnya dengan pasangannya. Ia tau mengapa sang putra tidak ingin menikahi wanita karier. Alasannya pun sudah ia ketahui sebelum ia menikahi menantunya saat ini.


Sementara itu, Allan adik dari Adam tengah menikmati sarapan yang di masak oleh kakak iparnya itu. Ia tau alasanya, kenapa sang kakak bersikeras untuk menikahi wanita yang dulunya pelayan itu. Selain ia pandai memasak, wanita itu juga selalu penurut serta terus berada di rumah. Ia mengetahui sifat asli dari kakak iparnya itu saat ia menjadi majikan pura pura wanita itu selama 1 bulan pasca kesembuhan wanita itu dari trauma pemerkosaan yang di lakukan oleh kakaknya itu.


Allan yakin, jika Adam kakaknya punya alasan lain, selain sebuah tanggung jawab atas perbuatannya itu. Allan sadar, meskipun wanita yang di cintainya kelak akan sangat kecewa melihat sang kakak menikahi wanita lain. Ia berharap, Jane wanita yang sangat ia cintai itu tidak merusak hubungan sang kakak dengan istrinya saat ini.


Ellen si bungsu hanya merasa takjub pada kakak iparnya saat ini. Meskipun ia di lahirkan dari rahim yang sama dengan Allina dan Allan, tapi sikapnya yang paling dewasa. Gadis berusia 25 tahun itu merupakan si bungsu dari keluarga Johanson. Ia gadis yang cerdas dan tanggap.


Adam kakaknya seorang pria pekerja keras. Ia akan cukup untuk memenuhi segala kebutuhan wanita itu. Wanita itu tidak perlu berkarier sendiri untuk mencukupi segala kebutuhannya. Wanita itu hanya cukup berdiam diri di dalam rumah dan menyambut sang kakak dengan hangat ketika ia pulang dari bekerja.


Untuk Ellen, ia tidak mempermasalahkan jika ia mempubyai seorang kakak ipar bekas pelayan. Asalkan Adam kakaknya merasa nyaman dengan wanita itu. Karena walau bagaimanapun, kakaknyalah yang menjalani.


Marriane, Ibu dari Adam tidak menyangka jika ia akan memakan masakan dari menantunya saat ini. Ia tau, meskipun ia kecewa pada sang putra karena menikahi pelayannya sendiri, tapi ia cukup memahami keputusan putranya itu. Ia tau jika menantunya itu wanita baik baik. Itu sudah cukup membuatnya menerima keputusan sang putra untuk menikahi wanita itu.


Adam menatap seluruh keluarganya satu per satu. Ia senang melihat semua orang memakan sarapan yang dimasak oleh istrinya. Tanpa sadar, ia menatap wanita di sampingnya dan menggenggam tangan itu dengan erat.


Mina yang merasa tangannya di genggam oleh suaminya, ia menoleh ke arah sang suami. Padangan maya mereka beradu. Mina menatap mata grey milik sang suami dan tersenyum. Meskipun masih banyak kecanggungan di antara mereka berdua, tapi lambat laun kecanggungan itu sirna.


'Mina istriku, tetaplah berada di sisiku. Apapun yang terjadi... Aku mencintaimu Mina...'ucap Adam dalam hati saat menatap manik hitam milik istrinya itu.


'Mr Adam , suamiku... aku akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan cinta dari keluargamu... Meskipun, aku harus memulai dari awal lagi untuk berjuang mendapatkan cinta mereka... Aku harap, kau mau menemaniku sampai aku tidak bernafas lagi...' batin Mina saat ia menatap mata grey milik sang suami.


💓💓💓💓💓💓💓


Terima kasih untuk semua reader yang berkenan mampir... Semakin banyak like yang mampir membuatku bertambah semangat untuk menulis... seharusnya udah up beberapa part. Tapi, authornya sibuk ngurusi kepentingan warga lingkungan jadi lebih fokus dulu sama hal di dunia nyata 😂😂😂. sebenarnya dari kemarin sudah mau up.... cuma signal internet lagi bermasalah terus... karena , kebanyakan tetangga sekitar menggunakan Wi-fi 😂😂😂😂 jadi, sinyal nya ngga kebagian...


Btw... terima kasih semuanya...