My Maid And I

My Maid And I
Part 60. My Maid and I .... 21+



Ada adegan yang tidak di anjurkan untuk remaja di bawah umur. Skip saja...


Hari Minggu kelabu. Seakan akan alam pun tau perasaan 2 orang manusia yang hidup bersama dalam satu hunian namun dengan kasta yang berbeda. Derasnya hujan di pagi hari yang dingin, membuat semua orang memilih untuk berdiam diri di dalam kamar dan menggulung dirinya dengan selimut.


Namun, tidak untuk Mina. Ia sudah mulai bebersih sedari tadi. Ia cukup tanggung jawab dengan pekerjaanya dan tidak memikirkan hawa dingin yang memang saat ini ia rasakan. Ia memang harus tanggung jawab pada pekerjaannya dalam keadaan apapun.


Sementara Adam, pria itu semalam suntuk tidak tidur karena begitu banyak pikiran yang menghantuinya. Saat ini, ia tengah duduk sambil memegang sebotol alkohol di tangannya. Memandangi rintik rintik hujan nan deras di kaca luar jendela kamarnya yang transparan.


Sesekali ia menyesap minuman yang ia bawa, untuk menghilangkan sejenak pikiran pikiran yang selalu mengusiknya. Ia tidak ingin mengingat hal semalam yang dapat membuatnya begitu frustrasi.


Adam menyadari, kini usianya tidak muda lagi. Saat ia ingin menjalin sebuah hubungan yang serius, namun sayang cintanya terpaut untuk wanita yang salah. Wanita yang masih menyandang sebagai istri dari pria lain dan wanita itu tetap bersikukuh untuk setia pada prianya. Adam memukulkan kepalan tinjunya ke pelipisnya agar ia lupa akan hal itu.


"Prang....."


Suara benda terbuat dari kaca yang hancur dari dalam kamar Adam, membuat Mina begitu kaget dan menghentikan sejenak aktifitasnya bebersih. Pintu kamar sang tuan, tidak tertutup rapat. Sehingga ia bisa mendengar suara pecahan kaca dari sana.


Mina membuka perlahan pintu itu agar ia bisa melihat ke dalam. Namun, ia tidak melihat apapun di ranjang. Kamar itu gelap karena lampu tidak di nyalakan. Hanya cahaya temaram dari sebuah jendela yang tirainya telah tersingkap.


Mina menutup mulutnya agar tidak menjerit. Ia mendapati sang tuan tergeletak di lantai dengan darah mengalir dari pelipisnya. Mina menghampiri pria itu perlahan. Mina menutup hidungnya karena bau alkohol yang begitu menyengat dari tubuh serta mulut sang tuan.


Mina melihat sang tuan begitu mengenaskan terkapar lemas di lantai karena alkohol. Serpihan dari pecahan botol berserakan di lantai. Mina takut untuk mendekati sang tuan, tapi ia harus tetap menolong pria itu agar tidak ada hal yang tidak di inginkan.


Mina perlahan lahan mengangkat tubuh kekar tuannya dengan begitu hati hati. Pria itu masih dalam keadaan sadar namun, mabuk berat. Mina memapah tubuh tuannya dengan pelan dan membawanya ke atas kasur dan membaringkannya.


Adam mencekal tangan Mina ketika wanita itu hendak mengambil alat kebersihannya untuk membersihkan serpihan pecahan botol kaca.


"Jangan pergi...!!!" pinta pria itu dengan mata yang seakan tidak punya semangat untuk hidup.


Mina menatap pria yang menjadi tuannya itu dengan perasaan iba. Ia hendak mendudukan tubuhnya di sisi pria itu berbaring namun, pria itu menariknya dengan kasar dan cepat, membuat Mina ambruk di atas tubuh kekarnya.


Jatung Mina berdegup kencang. Deru nafasnya yang semula teratur, kini mulai berpacu tidak teratur seakan baru saja berlari maraton berkilo meter.


Adam menatap mata Mina dengan intens. "Bahkan, tubuhmu menghianati dirimu setiap kali aku menyentuhmu..." ucap pria itu sambil tersenyum simpul.


Adam menarik tengkuk Mina dan langsung mlumat bibir wanita itu dengan cepat dan kasar. Ia ingin mengecap, menyesap apa yang begitu terlarang baginya itu. Mina yang belum siap di cium, langsung kalah oleh tenaga pria itu. Adam bangkit dan langsung membawa tubuh Mina di bawah kungkungannya.


Tangannya mulai merayap kemana mana. Mengelus dengan cepat dan kasar. Di sesapnya bibir Mina penuh nafsu. Dengan tangan yang masih mengembara kemana mana, Adam mulai menciumi leher Mina dan memberikan kecupan kasar di sana. Mina berusaha untuk memukul bahu pria itu namun salah satu tangan Adam mencekalnya dan mengangkatnya di atas kepala Mina.


Mina berteriak, memohon pada sang tuan agar sadar dan melepaskannya. Namun, pria yang sudah tertutup oleh amarah serta nafsu itu sama sekali tidak menghiraukan teriakan Mina.


Tangan Adam merayap masuk ke dalam kaos yang di gunakan Mina. Setelah menemukan apa yang ia cari, Adam mengerang kemudian mlumat bibir wanita itu dengan penuh nafsu.


Merasa sudah tidak ada perlawanan dari wanita yang di inginkannya itu, Adam melepaskan lumatannya dari bibir wanita itu. Ia tidak menghentikan aksinya begitu saja. Ia mulai melepaskan kaos yang melekat di tubuh wanita itu. Adam menelan ludahnya kasar saat melihat isi dari balik kaos yang telah terbuka itu dan masih di topang oleh bra berenda berwarna hitam yang kontras dengan tubuh wanita itu yang memutih, membuat nafsunya semakin menggebu.


Dengan cepat ia membenamkan wajahnya di sana dan memberikan gigitan gigitan kasar serta sesapan yang membuat dada wanita itu ruam kemerahan. Adam menatap hasil karyanya itu dengan tersenyum. Kemarahan di dalam dirinya masih saja bergejolak dan memaksanya untuk berbuat lebih.


Bra hitam yang menutupi serta menopang buah dada Mina seketika melayang entah kemana. Adam menatap apa yang selalu membuatnya ingin menyentuhnya itu dengan mata berbinar. Ia mengulum ujung dada Mina dengan kasar dan menyesapnya seperti bayi yang tengah kehausan.


Setelah puas berada di sana, Adam mulai menjalankan lidah dan mulutnya ke bagian perut Mina. Perlahan turun dan berhenti tepat pada celapan panjang training milik wanita itu.


Adam melepasnya dengan cepat dan membuangnya kesembarang tempat.


Mina tersadar dari pinsannya tapi masih menutup matanya ketika ia merasakan sesuatu sedang mengigiti area sensitifnya dengan cepat namun lembut. Mina melenguh pelan. Lenguhannya membuat Adam semakin bernafsu dan menyecapnya lebih dalam lagi.


Mina ingin menarik apapun itu agar berhenti. Mendapati tangannya menyentuh kepala seseorang, Mina langsung membuka matanya lebar lebar. Adam menghentikan aksinya dan melepas pakaian yang ia kenakan dan melemparnya ke lantai. Ia memperlihatkan tubuh kekar berototnya itu di hadapan Mina.


Mina bangkit dari tempatnya berbaring dan berusaha untuk pergi menghindari hal buruk yang akan terjadi itu. Dengan cepat Adam mencekal tubuh telanjang Mina ke dalam dekapannya. Mina membeku merasakan sesuatu yang keras menempel di pantatnya.


"Kau ingin kemana...???" tanya Adam dengan suara serak penuh nafsu.


"Kumohon Mr... lepaskan saya...!!!" ucap Mina memohon sambil mencoba melepaskan diri.


"Aku ingin kau merasakan... betapa besar aku menginginkanmu..." ucap Adam sambil menciumi leher Mina penuh nafsu.


"Ini salah Mr..." ucap Mina sambil terisak dan mencoba menjauhi tuannya.


"Aku tidak perduli...!!!" geram Adam dan langsung membopong tubuh Mina kembali ke ranjang yang ambruk bersamaan dengan tubuhnya.


"Teriakan namaku Mina... aku ingin mendengarnya dari mulutmu....!!!" Adam berbicara sambil menatap mata Mina yang sudah sedari tadi basah oleh air matanya.


Mina menggeleng saat milik tuannya memaksa masuk ke dalam miliknya.


"Bagaimana bisa milikmu begitu sesak Mina... apa kau berbohong padaku jika kau sudah memiliki 2 anak...???" Adam bertanya sambil berusahan menekan miliknya kepada milik Mina. Mina hanya menggeleng tidak percaya dengan apa yang ia alami saat ini.


Ketika miliknya sudah sepenuhnya masuk, Adam merasakan sensasi yang belum pernah di rasakannya dari wanita manapun. Miliknya seakan tersedot masuk lebih dalam dan memabukan.


"Mendesahlah... dan tatap mataku... lihat seberapa besar aku menginginkan dirimu..." ucap Adam dengan suara seraknya karena sudah tidak dapat menahan sensasi penuh kenikmatan itu.


😳😳😳😳 malu sendiri... 😂😂😂😂.... semoga lolos review... 😖😖😖😖


😭😭😭😭 bagaimana nasib Mina... kita tunggu next part... 😔😔😔😔