
Hari hari berlalu menjadi minggu dan minggu berlalu menjadi bulan. Tidak terasa, Mina telah melalui kerja kerasnya di negeri orang selama 18 bulan. Tepatnya 6 bulan lagi ia akan kembali ke negara tercinta untuk berkumpul kembali dengan keluarganya yang sangat ia kasihi itu.
Hutang yang selama ini menjadi tanggungannya telah terlunasi dengan mengirimkan langsung ke rekening bank milik boss suaminya itu. Ada sedikit kelegaan di hatinya. Beban yang selama ini menjadi hal terberat selama hidupnya, telah terlunasi dan seakan ia terbang bebas layaknya burung yang terlepas dari sangkarnya 😅😅😅 (hanya sebuah ungkapan...).
Seperti biasa, hari harinya tidak ada yang berubah. Masih dengan rutinitas hariannya di rumah tuannya itu. Selama itu pula, ia tidak pernah benar benar mengambil hari cuti nya selama ia bekerja dengan tuannya itu.
Tahun ke 2 ia berada di negara ini. Tepatnya di bulan February yang tengah menanti datangnya Chinese New Year Eve. Tidak ada yang istimewa seperti tahun sebelumnya. Karena ia bekerja ikut orang bule, bukan orang China disini. Jadi, ia tidak akan mendapatkan Ang pao yang sering di dapat ketika tahun baru China itu hadir.
Mina menatap pantulan wajahnya di cermin. Wajah yang tirus dan tubuh yang langsing serta kulit yang putih cerah. Ia tersenyum menatap wajahnya. Ia membayangkan kelak ketika ia bertemu suami tercintanya itu pasti akan berbuah kebahagiaan yang tak terkira.
Kulit tubuhnya yang sawo matang adalah salah. Ternyata karena paparan sinar matahari lah yang membuatnya tampak dekil dan lusuh serta kulitnya kecoklatan. Mina menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Masih dengan pikiran konyolnya, ia membaringkan tubuhnya di ranjang untuk istirahat siangnya.
Ting... tong...
Ting... tong...
Suara bel berbunyi menyadarkan dirinya dari hayalan konyolnya dan Mina beranjak dari kamarnya keluar dan berjalan menuju pintu masuk utama. Tanpa mengganti pakaiannya yang tadi ia gunakan.
Mina menatap layar monitor yang terdapat di dinding. Ia dapat melihat dari layar, seorang wanita berambut pirang tengah berdiri di depan pintu masuk.
Ia tidak tau siapa wanita itu, dan tidak ingin membukakan pintu untuknya. Tapi, wanita itu kembali menekan bel berulang ulang kali. Akhirnya, dengan terpaksa ia membuka pintu untuk meminta wanita itu agar pergi.
"Di mana Adam...???" tanya wanita itu dengan nada tinggi.
"Maaf... anda siapa..???" tanya Mina penasaran.
"Aku kekasihnya...!!!" jawabnya ketus dan menyerobot masuk tanpa permisi dengan menarik kopernya.
Mina hanya melongo dan masih berdiri di dekat pintu. Ia beranjak ke ruang makan dan mengambil ponselnya yang biasa ia letakan di meja makan dan segera menghubungi tuannya lewat ponselnya. Ia tidak ingin mendapat amarah tuannya karena kesalahan telah memasukan orang asing di rumah sang tuan.
Tut... tut...
tut... tut...
"Hallo..." terdengar suara berat khas milik tuannya itu.
"Maaf... Mr... saya mengganggu..." kata Mina pelan.
"Ada apa...?" tanya aang tuan.
"Ada seorang wanita memaksa menerobos masuk kedalam rumah anda Mr..." kata Mina.
"Siapa..?" tanya pria itu.
"Saya tidak tau namanya... hanya mengatakan bahwa ia kekasih anda.... bisakah anda kembali sebentar... Mr...???!" Mina memohon.
"Aku akan segera kembali...!!" jawab pria itu kemudian menutup sambungan teleponnya.
Mina menatap wanita yang tengah duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya, serta memperlihatkan kakinya yang jenjang saat menggunakan high heel berwarna krem senada dengan pakaian yang ia gunakan.
Mina membawakan segelas orange jus dan meletakannya di meja depan wanita itu.
"Minuman anda Nona..." kata Mina dan berlalu ke dapur.
Wanita itu hanya diam tidak menanggapi. Hanya berkutat dengan ponsel di tangannya.
Setengah jam berlalu, Mina masih berharap tuannya cepat kembali. Ia tidak nyaman dengan wanita yang dengan santainya kesana kemari meneliti rumah tuannya itu.
"Hey.. kau...!!!" serunya menunjuk Mina.
"Iya... saya....???" tanya Mina sambil menunjuk dirinya.
"Iya... kau... memang ada orang lain selain kau... dasar bodoh....!!!" gerutu wanita itu.
Mendapat cacian dari wanita yang mengaku kekasih tuannya itu, Mina hanya terdiam dan berhati hati. Bisa saja, jika ia marah marah pada wanita di depannya itu, ia akan mendapat semprotan dan juga omelan khas tuannya. Mungkin wanita itu benar benar kekasih tuannya.
Mina mendekati wanita berambut pirang itu dan bertanya. "Ada yang bisa saya bantu mungkin Miss...?"
"Kapan Adam kembali...???" tanya nya lagi dengan lantang.
"Saya tidak tau Miss... kapan Mr Adam kembali...!!!" jawab Mina pelan.
Merasa jengah dengan jawaban Mina, wanita itu kembali duduk dan menyesap orange jus yang sempat Mina beri tadi. Wanita itu langsung memuntahkan orange jus nya ke atas karpet dan marah marah.
"Kau beri aku minuman apa hah...!!! Apa kau tidak tau aku sangat benci rasa asam...!!! Kau mau meracuniku ya...!!!" ketusnya.
Mina yang kaget langsung menghampiri wanita itu bermaksud untuk mengambil dan menggantinya dengan yang baru. Takut pasti tuannya akan marah padanya. Tapi belum sempat ia mengambil gelas itu, wanita itu telah mengangkatnya dan menyiramkan orange jus itu ke muka Mina.
"APA YANG KAU LAKUKAN...!!?" suara Adam menggelegar dari ruang depan.
Mina berdiri sambil menunduk takut dengan sang tuan yang pasti akan memarahinya dan memakinya karena telah membuat kekasihnya kesal. Selain itu, matanya juga pedih terkena asamnya orange jus yang di tumpahkan oleh wanita di depannya itu.
"Apa yang kau lakukan disini...!!!?" tanya Adam pada wanita itu dan menghampiri Mina kemudian memeluknya erat. Mina yang di peluk tuannya itu sontak membelalakan matanya yang pedih dan berusaha mendongakan kepalanya untuk menatap tuannya itu.
"Honey... kau tidak apa apa...?" tanya sang tuan pada Mina dengan tatapan sendunya.
Mina melongo tidak tau apa yang harus ia katakan. Ia begitu syok dengan pernyataan tuannya itu. 'HAH.... HONEY...?? O.M.G....😲😲😲😲' dan langsung membuat kesadarannya cepat kembali. Mina mencoba melepaskan pelukan tuannya itu namun ia kalah. Tenaga pria itu begitu kuat.
"Apa yang sudah kau lakukan pada kekasihku...???" tanya Adam pada wanita berambut pirang itu.
Stanly yang baru saja masuk, langsung Syok dengan apa yang ia lihat serta apa yang ia dengar... 😲😲😲😲....
"What...!!!" pekik wanita itu dengan keras.
"Adam... kau bercanda kan...???" tanya wanita itu tidak percaya.
"Kapan aku pernah bercanda...!!!" suara Adam meninggi dengan masih memeluk Mina erat.
"Bukankah dia jauh dari kriteriamu Adam... aku sungguh tidak percaya...!!!" suara wanita itu mengeras.
Sementara Stanly hanya menjadi penonton di antara perdebatan mereka. Sambil menatap tidak percaya pada apa yang ia lihat. Bahwa boss nya itu memeluk pelayannya dan mengatakan bahwa wanita itu adalah kekasihnya. 'Sungguh menarik...' batinnya.