My Maid And I

My Maid And I
Part 31. My Maid and I.



Sesampainya di apartemen, asisten Stanly sudah menunggu di ruang utama. Pria itu tengah membaca majalah bisnis yang sedang trend. Pria itu menatap sang Boss dan juga Mina dengan tatapan menyelidik.



Stanly yang menggunakan kaos hitam lengan panjang dan juga celana jeans warna senada itu terlihat begitu menawan. Mina melihat ada guratan emosi di wajahnya.


"Kalian dari mana..???" tanya pria itu.


"Ah... Mr Stanly... sejak kapan anda di sini...??" tanya Mina basa basi mengalihkan pertanyaan pria itu.


"Ah... kau sudah datang Stan...??? Aku baru saja mengantar Mina berbelanja kebutuhan mingguan. Kau tau sendiri kan dia semalam begitu pucat...? Nanti kalau terjadi apa apa padanya di jalan, kita yang bakalan kerepotan untuk mengurusinya...." kata Adam datar.


Stanly menganggukan kepalanya dan kembali fokus pada majalah yang ia baca.


"Saya bawa ke belakang Mr... belanjaannya..." kata Mina sambil menarik stroller dari tangan tuannya.


"Hmm... Okey... Mina.... Jangan lupa... 2 kopi...!!!" kata sang tuan pada Mina.


Beberapa saat kemudian,kopi yang di minta tuannya itu telah siap. Mina membawanya ke hadapan 2 pria yang tengah asik duduk santai di sofa ruang utama. Seperti biasanya, kopi yang tersaji di cangkir selalu harum dan menggugah selera.



Tidak lupa pula beberapa potong fruit cake yang tadi ia beli di super market tanpa di sadari tuannya tadi yang mengambil asal di rak.



"Silahkan di nikmati Mr..." kata Mina dan berlalu kembali ke dapur.


"Thanks Mina..." kata Adam dan Stanly berbarengan.


Mereka masih asik bercengkrama membicarakan tentang bisnis. Sesekali Stanly mencuri pandang kepada Mina yang saat ini sedang memasak makan siang untuk mereka.


Pukul 12: 20 pm tadi ia kembali dari super market. Dan bergelut di dapur dengan menata bahan bahan serta kebutuhan lainnya di sana. Tepat pukul 13:00pm ia mulai memasak untuk makan siang 3 orang. Tepatnya sang tuan beserta asistennya dan juga dirinya.


Makanan telah tersaji di meja makan. ia sudah menyiapkan juga peralatan makan beserta minuman di meja untuk sang tuan dan asistennya. Untuk dirinya, ia masih meletakannya di dapur.


Untuk tuan beserta asistennya, ia memasak iga panggang saus lada hitam dipadukan dengan kentang, wortel, brokoli rebus semangkuk nasi beras merah serta sup jagung manis.


Sedangkan untuk dirinya, ia memasak sup tahu sutera dengan tambahan miso paste, orek telur wortel dan batang seledri, serta rolade daging ayam kukus.


"Sorry Mr... saya mengganggu... makanan anda berdua, sudah saya siapkan di meja..." kata Mina melapor.


"Ah... iya Mina... sebentar lagi kami kesana..." Adam langsung menyahut.


"Iya... saya permisi...." kata Mina undur diri.


Sesaat kemudian, Adam dan Stanly telah duduk di meja makan dan menatap menu mereka dengan mata berbinar. Tapi, Adam terheran kenapa hanya 2 porsi saja yang ada di meja. Lantas, Mina makan apa pikirnya.


"Mina... Mina... kemarilah..." Adam berseru.


"Iya... Mr... ada apa...???" tanya Mina sesampainya di hadapan sang tuan.


"Kenapa hanya 2 porsi...??? Di mana makananmu...???" tanya pria itu.


"Oh... makanan saya masih di dapur Mr... saya akan memakannya nanti setelah anda selesai makan..." jawab Mina pelan.


"Letakan benda itu, ambil makananmu kita makan bersama....!!!" tegasnya.


"Tapi,Mr... saya..." kata kata Mina terputus.


"Tidak ada tapi tapian...." ketusnya.


"Tidak ada bantahan..." kata pria itu dan kembali duduk di kursinya. Sementara Stanly hanya menatap kedua orang itu dengan tatapan yang sulit di artikan.


Mina menghela nafasnya pelan dan pergi membawa keranjang cucian kering ke dalam tempat setrikaan. Mina membawa makanannya ke meja makan tepat di antara sang tuan dan asistennya meletakan nampan berisi makanan yang berbeda dari mereka.


Melihat apa yang di makan Mina berbeda, Adam langsung menanyakannya tanpa jeda.


"Mina... kenapa makanan mu berbeda...??? Apa kau sengaja ingin membuatku marah...??? Kau ingin membuktikan pada dunia bahwa aku tidak memberimu makan daging yang mahal dan berkualitas seperti yang aku makan...??? Apa kau ingin lebih kurus lagi dan orang lain beranggapan bahwa aku seorang majikan yang kejam tidak memberimu cukup makan....??? Apa itu yang kau inginkan ha....???" Adam begitu marah dan emosi. Bahakan selera makannya sedikit berkurang.


"Mr... apa anda sudah selesai bicaranya....???" tanya Mina sedikit emosi.


"Makanan saya berbeda dengan anda karena saya memang tidak suka makan daging sapi... sedari kecil saya memang jarang makan daging sapi... selain itu, saya juga tidak bisa tahan dengan baunya... saya lebih suka memakan makanan yang simpel dan bergizi... saya rasa anda berlebihan dengan asumsi anda... saya menjadi kurus karena diet sehat. Makanan yang anda beri setiap hari lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi saya... saya tidak pernah merasa sebahagia ini bisa kembali kurus seperti sedia kala. Karena yang saya makan di Indonesia dulu meskipun bergizi, tapi berlebihan. Sehingga saya gemuk. Saya berterima kasih kepada anda tentunya. Dengan mengizinkan saya bekerja disini, saya bisa mengerti tingkat gizi dari makanan yang saya masak dan saya makan. Apakah saya salah Mr...???" suara Mina meninggi.


Adam terdiam mendengar kata kata Mina. Mata Mina terlihat merah seperti menahan ingin menangis. Ia tau, lagi lagi dirinya menyakiti maidnya itu dengan asumsinya.


"Well... duduklah... kita makan...." kata pria itu kemudian menyendok makanannya dan memasukan ke dalam mulut.


Sementara itu, Stanly masih terdiam menatap Mina dengan seksama. Stanly mengepalkan tangannya, karena Mina sudah tidak lagi menggunakan kalung pemberiannya itu.


Adam yang melihat asistennya tidak menyentuh makanannya sama sekali dan masih menatap Mina dengan tatapan tajamnya, ia menegur sang asisten dan menyuruhnya untuk segera makan.


"Stan..." seru Adam.


Stanly mengalihkan tatapannya dari Mina ke Bossnya.


"Makanlah..." Adam mengingatkan.


Selama makan siang berlangsung, tidak ada obrolan apapun dari mulut mereka ber 3.


Yang ada hanyalah suara dentingan piring yang bertabrakan dengan sendok.


Adam menatap Mina yang memakan makanannya tidak secepat dan selahap tadi pagi saat sarapan. Membuatnya kembali merasa bersalah.


Sementara Stanly, pria itu hampir selesai memakan makanannya meskipun dengan tidak bersemangat. Adam menatap Stanly sekilas. Dan tatapan matanya menangkap bahwa asistennya itu tengah memandang Mina dengan intens.


'Apakah Stanly menyukai Mina...??? Dia tidak berhenti menatap Mina atau mencuri pandang pada Mina... apa hanya perasaanku saja..!!!' batin Adam.