
Lamunan Adam seketika buyar saat mendengar suara dering ponsel yang di rasanya sangat asing namun seakan menenangkan. Di lihatnya ponsel milik Mina tengah berdering. Seseorang tengah menghubunginya.
Adam menatap layar ponsel itu yang bertuliskan MY BELOVED HUSBAND sebagai nama yang tertera di ponsel milik maidnya itu. Menampilkan foto wajah milik suami wanita itu.
'Cukup tampan juga suami mu Mina, aku tau kenapa kau selalu menjaga hatimu untuk dia...' batin Adam sedikit kesal.
Sesaat ponsel itu berhenti berdering. Adam menatap dapur yang telah kosong tidak ada sosok Mina di sana. Entahlah, ia tidak tau kemana perginya wanita itu. Adam masih melanjutkan makan malamnya yang memang sengaja ia buat pelan, agar maidnya itu tidak langsung masuk kamarnya.
Mengingat beberapa hari yang lalu, Mina selalu menghindarinya. Karena dirinya lepas kendali, mencium wanita itu tanpa memikirkan konsekuensinya. Tidak jarang ia selalu mencuri pandang pada wanita yang menjadi pelayannya itu. Saat ini, ia hanya bisa memendam keinginannya menahan hasratnya pada seorang wanita.
Dulu memang ia seorang player sebelum bertemu Sarah mendiang istrinya. Tapi, semenjak kepergian Sarah, ia menjadi sosok yang tertutup akan wanita. Seakan mati rasa. Yang membuatnya begitu frustrasi adalah, wanita yang saat ini membuatnya seakan hidup kembali dari mati surinya tak lain adalah pelayannya.
Wanita itu benar benar langka. Bagaimana bisa, ia menahan hasrat selama ini. Tinggal dengan tuan tampan tanpa tergoda sama sekali. Adam tidak pernah sefrustrasi ini sebelumnya ia tergoda wanita yang sama sekali tidak menggodanya. Yang lebih membuatnya seakan gila adalah, wanita itu masih milik pria lain.
"Ak-hirnya... kumenemukanmu.... saat hati ini mulai merapuh..." lamunan Adam buyar saat mendengar ponsel milik maidnya itu, kembali berdering. Di tatapnya, layar ponsel milik maidnya itu dengan seksama.
Lagi lagi, suami wanita itu yang menelpon. Lewat via vidio call. Adam celingukan mencari keberadaan Mina. Adam beranjak dari kursi yang ia duduki dan berjalan menuju pintu ruang tidur maidnya itu.
Tok..
tok...
tok...
"Mina... ponselmu berbunyi...!!!" Adam memanggil Mina dengan nada tinggi.
Tidak ada sautan dari dalam kamar wanita itu. Adam membuka pintu kamar itu dan mencoba masuk ke dalam ruang pribadi maidnya hanya untuk memastikan tidak terjadi apa apa pada maidnya. Adam masuk kedalam ruangan yang menurutnya sempit itu dan mencari keberadaan Mina.
"Mina... Mina...." tidak ada sautan dari dalam. Hanya terdengar suara gemericik air yang keluar dari dalam kamar mandi maidnya itu. Pintu kamar mandi Mina tidak tertutup rapat. Ia mencoba melihat apa yang sedang di lakukan maidnya itu di dalam.
Seketika, Adam tercekat melihat tubuh polos maidnya di bawah guyuran Shower air hangat yang sedang mengalir itu. Ia terpaku menatap setiap lekuk tubuh maidnya yang begitu ramping dan langsing sama sekali tidak seperti pertama kali saat dia datang.
Rambut yang panjang di bawah bahu, tubuh yang putih dan bentuk dada yang di lihat dari samping itu serta bokong yang terekspose itu.... Ah... membuat Adam begitu frustrasi. Ia mengusap wajahnya kasar. Mencari akal sehatnya kembali.
Adam bergegas keluar dari kamar maidnya itu dan langsung kembali duduk di kursi ruang makan. 'Untung saja lampu kamar Mina redup, kalau tidak aku sudah ketahuan mengintip wanita itu sedang mandi... betapa memalukannya diriku...' batin Adam merutuki dirinya yang hampir saja khilaf ingin langsung menghampiri wanita itu dan memeluknya di bawah guyuran Shower.
Memikirkan hal itu saja membuat sesuatu dalam dirinya bangkit dari tidurnya. Itu membuat Adam bertambah frustrasi. Tidak mungkin ia memaksakan kehendaknya pada wanita itu. Wanita yang tak lain adalah pelayannya, yang selalu menghormatinya dan juga dia adalah istri dari pria lain. Adam menutupi keinginannya itu dalam dalam.
Mina keluar dari kamarnya menggunakan kaos oblong dan celana panjang training yang memang sudah menhadi andalannya itu. Mina berjalan menghampiri tuannya dengan rambut yang masih basah hanya bermaksud untuk menanyakan di mana pakaian kotor yang ia bawa dari perjalanan bisnisnya itu.
Adam tercekat menatap maidnya yang sedang berjalan menghampirinya itu. Sesuatu yang telah tertidur dengan susah payah pun akhirnya terbangun lagi melihat Mina yang dengan sensual menghampirinya... 😅😅😅😅 (hanya dalam bayangan imajinasi Adam saja).
"Mr... Mr... " telapak tangan Mina melambai lambai di depan wajah tuannya itu. Mina merasa heran dengan tuannya yang tersenyum sendiri dengan mata berbinar bahagia.
"Mr... anda baik baik saja...???" tanya Mina dengan nada yang sedikit meninggi agar tuannya itu segera tersadar dari lamunannya.
Adam tersentak kaget saat Mina berdiri berada di depannya sedang melambaikan telapak tangannya. Ia langsung menetralisir keadaan tubuhnya yang sesaat melayang entah kemana. Tenggelam dalam hayalan semu.
"Ehem... ehem..." Adam berdehem.
"Ada apa Mina...???" tanya Adam dengan nada yang ia buat sedingin mungkin.
"Ah... saya hanya ingin menanyakan dimana pakaian kotor anda...???" tanya Mina penasaran.
"Oh... ada di dalam kamarku...!!!" jawab Adam cuek.
"Saya ambil besok apa sekarang...???" tanya Mina.
"Terserah...!!!" ketusnya dan beranjak ke sofa ruang tengah. Setelah menyalakan televisi, ia merebahkan tubuh lelahnya di sofa sambil tengkurap.
Mina merasa heran dengan tingkah tuannya saat ini. 'Kesambet setan apa sih... Mr Adam... sesaat senyum sendiri, eh... sekarang palah marah marah nggak jelas...' batin Mina menggerutu.
Mina membereskan piring kotor bekas makan
tuannya itu kemudian mencucinya dan menyimpannya di lemari. Setelah itu, ia membuat secangkir kopi untuk sang tuan dan teh hijau untuk dirinya. Mina menghampiri sang tuan dan meletakan kopi itu di atas meja yang ada di hadapan tuannya itu.
"Kopi anda... Mr..." ucap Mina mempersilahkan.
"Hmmm...." jawab sang tuan.
Mina berlalu meninggalkan tuannya yang mungkin sedang galau atau kasmaran, ia tidak peduli. Ia lebih baik menghindari pria berumur yang sedang labil itu dari pada membuat masalah dan berimbas padanya.
Mina meraih ponselnya yang ia letakan di meja makan. Ia melihat 3 panggilan tidak terjawab dari sang suami. Mina tersenyum menatap ponselnya. Ia bergegas menghubungi kembali nomor suaminya itu. Ia sangat senang akhirnya dapat beristirahat dan mengobrol dengan sang suami. Pria yang sangat ia cintai dan rindui itu.
Beberapa saat ia menunggu karena, nomor suaminya sibuk. 'Mungkin sedang ada panggilan penting...' Mina selalu berpikir positif. Ia menunggu beberapa saat lagi, kemudian menekan DIAL.
Panggilan via Vidio call mulai tersambung. Mina tersenyum melihat wajah tampan milik suaminya itu.
"Hallo... asalamuallaikum...???" ucap Mina sambil mengembangkan senyumnya.