
pagi menjelang, allina telah membersihkan diri dan sedang memakai mini dress selutut berwarna kuning cerah. ia mengucir rambutnya ala ekor kuda. ia ingin jalan jalan pagi bersama mina sang kakak ipar. itu merupakan rutinitasnya setiap pagi. mengelilingi taman mansion dan menghirup udara segar di pagi hari agar janin yang di kandungnya sehat.
setelah meminum susu coklat miliknya, allina duduk di kursi ruang tengah dekat jendela kaca yang sangat lebar. dari sana ia bisa melihat view kolam renang dengan jelas. tempat itu merupakan tempat favorite allina.
ia melihat pantulan wajah stanly dari kaca jendela. pria itu tersenyum sembari menatapnya. allina ingin membalas senyum pria itu, tapi ia urungkan. entahlah... allina merasa dilema. ia merasa malu pada stanly. karena pria itu tetap saja mencintai dirinya meskipun dulu ia meninggalkan pria itu.
dari lantai atas, mina turun dengan langkah pelan. ia tersenyum melihat allina telah bersiap. di tambah pria yang selalu menjadi dambaan adik iparnya itu berada di sisi wanita itu. mina melihat guratan kecemasan di wajah allina. ia mengerti kenapa allina merasa cemas. tentu saja ia takut jika dia menyakiti adiknya ellen. meskipun stanly telah menjelaskan tentang kenyataan yang ada dan sebenar benarnya.
mina juga tidak sengaja mendengar percakapan mereka semalam. saat ia ingin mengambil air minum di dapur, namun di urungkannya ia berbalik ke kamar dan tidak ingin mengganggu mereka.
"pagi... al... pagi... mr stanly...?" sapa mina pada dua orang yang saling terdiam itu.
"ah... kakak ipar... kau sudah siap...?" tanya allina dan di angguki oleh mina. stanly hanya menatap kedua wanita itu bingung. ia berpikir, kemana mereka akan pergi.
"ayo... kak... kita berangkat...." ajak allina yang sudah berdiri dari duduk nya dan menghampiri mina. ia sudah tidak sabar untuk jalan jalan serta keluar dari situasi tegang.
"mm... apa kau ingin bergabung dengan kami mr stanly... ?" tanya mina pada stanly. dan stanly menganggukan kepalanya.
"jika anda mengijinkan..." jawab stanly dengan senyum menembang. pria itu menggunakan kaos abu abu dan belum bercukur. menampilkan wajah tampan nya yang khas.
stanly berjalan mengikuti mina dan allina di belakang mereka. ia senantiasa mendengarkan celotehan riang mereka yang terkadang membuatnya tersenyum. ia merasa jika, ia telah menemukan kembali allinanya yang dulu telah hilang.
mina melihat adam menghampiri dirinya. suami nya itu nampak sedikit kawatir, pasalnya, ia tidak tau rutinitas pagi mina yang mengharuskan dirinya jalan jalan.
setelah berdebat dengan pria posesif itu, mina memutuskan untuk kembali bersama pria itu dan memberikan allina serta stanly ruang untuk berbicara dari hati ke hati layaknya semalam.
...
hari hari berlalu. usia kandungan mina sudah memasuki bulan ke tujuh. adam menyelenggarakan acara tujuh bulanan yang di adakan di mansion utama keluarga johanson. dengan prosesi adat jawa serta di lengkapi pula gamelan dan makanan khas jawa juga tak lupa pula ia memesan 7 tumpeng untuk memeriahkan acara itu dari sebuah restaurant indonesia yang terkenal dari makanan khas jawa tengahnya.
setelah mendapatkan kabar dari orang tua mina di indonesia, ia harus menyelenggarakan syukuran tujuh bulanan bayi yang di kandung mina, adam memutuskan untuk tetap menggelar prosesi adat tujuh bulanan mina dengan cara adat jawa. adat dari daerah mina berasal. itu bertujuan untuk mendoakan kesehatan bagi calon ibu dan juga si calon jabang bayi. meskipun janin itu akan menjadi anak ke 3 mina, tapi anak pertama untuknya dan juga mina dalam biduk rumah tangganya. maka dari itu, ia tetap harus melaksanakan acara tujuh bulanan itu.
adam mengadakan prosesi ini dengan mengundang seluruh sanak kerabat juga relasi bisnisnya dan menjadikan moment langka dan unik di negaranya dengan mengadakan acara budaya asing milik sang istri. itu ia lakukan sebagai ungkapan rasa syukur serta mengenalkan pada dunia, bahwa saat ini, dirinya telah memiliki pendamping hidup dan akan di karuniai keturunan.
adam mulai sedikit kawatir, karena ketika acara akan segera di mulai, tamu istimewa yang ia khususkan untuk sang istri belum hadir. sementara tamu tamu undangan telah berkumpul di halaman besar mansion johanson.
adam tengah menelfon sesorang.
"kau dimana...?" tanya adam.
"aku masih di parkiran bos... dan akan segera masuk...." jawab pria di dalam sambungan telepon.
"well... cepatlah....!!!" seru nya tidak sabar. ia ingin memberi kejutan bahagia untuk mina.
adam bergegas masuk ke dalam mansion untuk mencari sang istri yang tengah bersiap untuk acara tersebut. adam menatap mina yang tampak elegan dan sederhana.
wanitanya tersenyum melihat kehadiran dirinya. mina tengah menutup pintu lemari saat adam datang.
adam tersenyum sambil menghampiri sang istri dan mengelus perut wanita itu yang sudah mulai membesar. adam mencium pucuk kepala mina dan meraih lengan istrinya itu agar mengikuti langkahnya keluar.
"ayo... acara akan segera di mulai...!" ajak adam pada mina dan meraih tangan mina dan menuntunnya.
musik gamelan khas jawa di mainkan ketika adam dan mina memasuki tempat acara. mina menutup mulutnya karena terharu dengan apa yang di suguhkan oleh sang suami.
allan menatap sang kakak dari tempatnya duduk dengan senyum di wajahnya. ia tau jika sang kakak saat ini begitu bahagia. di lihat dari bagaimana posesifnya pria itu menjaga wanitanya serta suprize yang sang kakak lakukan untuk sang istri.
allina dan stanly pun tersenyum dari kejauhan menatap kebahagiaan yang terpancar dari wajah adam dan mina. mereka tulus mendoakan kebahagiaan sang kakak. apa lagi, mina telah menyatukan mereka. mina jugalah yang telah menjadi penengah ketika mereka bertengkar serta merenggangnya hubungan mereka yang kadang putus nyambung. mina telah menjaga allina dan janin yang di kandung wanita itu. mina juga lah yang menuruti proses mengidam allina karena allina selalu saja meminta sang kakak ipar untuk membuatkan sesuatu. entah itu siang ataupun tengah malam.
allina dan stanly pun akan segera melakukan prosesi pernikahan mereka tidak lama lagi.
ellen tersenyum bahagia. ia duduk di antara ayah dan kak allan. ia tau, apa yang di rasakan adam sang kakak. ia juga tau jika mina sang kakak ipar mulai mencintai kakaknya itu dengan tulus. ia tau dari tatapan mata wanita itu terhadap kakaknya.
ellen yakin jika mina adalah wanita terbaik untuk kakaknya.
alvin menikmati acara tujuh bulanan menantunya itu dengan suka cita. marriane pun selalu mendampingi sang suami dengan senyum mengembang. meskipun terasa asing buat mereka, tapi cukup unik dan penuh dengan makna.
tiba saatnya adam memberikan suprize untuk istrinya. ia menghadirkan orang tua serta saudara mina di tambah kedua buah hati mina yang ia lahirkan dari pernikahan mina terdadahulu.
namun, kedatangan jane mengacaukan segalanya. sebelum ia memberi suprize pada mina, jane mengacau dengan membawa beberapa wartawan masuk.
adam begitu geram pada wanita itu.
adam
mina
allan
stanly dan allina
ellen
alvin
jane