
Setelah melalui proses yang panjang, saat ini Adam, Allan dan Mina tengah berada di dalam pesawat Jet pribadi milik keluarga Johanson yang akan menuju Sidney, Australia. Allan sedang melakukan perjalanan bisnisnya ke sana. Dan pria itu singgah di Singapura bermaksud untuk mengunjungi sang kakak yang ia sayangi sebentar untuk mengetahui ke adaannya.
Tapi, ia begitu syok dengan apa yang ia lihat dan dengar. Sang kakak telah memperkosa seorang wanita. Walaupun dalam keadaan tidak sadar, tapi membuat Allan begitu kecewa dengan sang kakak. Allan tidak tau jelasnya siapa wanita itu. Untuk saat ini, ia hanya lebih mementingkan hal kemanusiaan, dengan menyelamatkan wanita itu dari ambang kematian.
Kedatangan Allan membuat Adam begitu bersyukur. Selain Allan bisa menolongnya karena dia juga seorang Dokter, peralatan dan kebutuhan medis selalu saja ia bawa kemana mana untuk berjaga jaga di dalam pesawat Jet pribadinya juga lengkap.
Adam menatapi Mina penuh syukur, mengingat jika ia membiarkan wanita itu beberapa saat lagi, ia hanya akan tinggal nama. Karena dehidrasi, kelelahan dan juga lapar karena sedari pagi perut wanita itu belum terisi apapun.
Meskipun ia harus berhadapan dengan orang tuanya nanti, untuk saat ini ia hanya bisa pasrah dengan Tuhan yang kuasa. Adam menggenggam tangan Mina dan menciuminya pelan. Berharap wanita itu ketika tersadar mau memaafkan dirinya. Berharap wanita itu baik baik saja.
Ia telah menghubungi asisten pribadinya, untuk mengurus segala sesuatu yang bersangkutan dengan Mina. Ia menyuruh Stanly untuk ke Indonesia agar mendatangi suami Mina dan memberinya sebuah kesepakatan atau apapun agar pria itu mau melepaskan Mina serta menceraikannya.
Berapapun banyak uang yang akan ia keluarkan untuk mengambil Mina dari sisi pria itu. Ia tidak peduli. Yang ia tau, saat ini ia bisa bersama Mina itu sudah cukup. Umurnya kini sudah tidak muda lagi, dan hampir 39 tahun ia tidak ingin bermain main lagi dengan wanita. Hati nya telah berlabuh untuk Mina. Saat ini yang terpenting, ia ingin bersama wanita yang membuat gairah hidupnya kembali lagi.
Ia tidak mempedulikan kasta atau apapun. Yang ia mau hanya Mina. Hanya wanita itu yang harus mengandung anak anaknya dan menjadi ibu dari anak anaknya. Wanita itu pula lah yang harus menemani hari tuanya meskipun di dunia ini begitu banyak wanita yang cantik, berpendidikan tinggi serta dari kasta yang sejajar dengan dirinya, ia tudak peduli. Yang ia mau hanya Mina. Jika seandainya keluarganya atau orang tuanya tidak menyetujui hubungan mereka, ia tidak peduli.
Ia ingat, beberapa jam yang lalu ia memohon pada sang adik untuk membantunya membawa Mina pergi dari negara itu dengan aman. Untungnya Allan adalah salah satu investor peralatan medis di sebuah rumah sakit dan juga ia mengenal salah satu Dokter disana yang memang sahabat Allan ketika dulu mereka bersekolah di Harvard University.
Dengan bantuan temannya pula ia melalui prosedur yang legal saat membawa Mina untuk keluar dari negara itu. Melalui catatan medis palsu Mina, bahwa wanita itu membutuhkan donor di luar negara itu.
Adam begitu lega saat ini melihat Mina lebih tenang karena obat penenang yang sudah Allan suntikan. Wanita itu histeris saat akan di bawa ke pesawat Jet pribadi Allan beberapa jam yang lalu. Dari rumah sakit menuju Changi Airport ia menggunakan helikopter untuk membawa Mina.
Ia selalu menggunakan fasilitas yang ia punya ketika hal mendesak saja seperti saat ini. Ia lebih suka hidup sederhana dengan hidup di apartemen yang menurutnya kecil itu. Dan membiarkan asisten pribadinya yang menjadi atasannya, ia ingin melihat keseharian karyawannya dengan lebih dekat.
Meski namanya menjadi Presiden direktur, tapi ia membiarkan dirinya bekerja hanya sebagai salah satu manager saja di perusahaannya sendiri.
Meskipun ia seorang pebisnis yang handal dalam hal tawar menawar serta sebagai seorang investor yang ulung, tapi untuk urusan kesehatan ia tidak bisa sembarangan apa lagi, itu menyangkut orang yang ia sayang.
Ia ingat saat dirinya terduduk lemas memohon pada sang adik untuk menyelamatkan nyawa Mina.
Flash back on
"Selamatkan dia Al... aku... aku telah memperkosanya dengan kejam Al..." ucap Adam dengan air mata yang mulai jatuh dari pelupuk matanya.
"Kak... jangan bercanda....ini tidak lucu...!!!" ucap Allan dengan nada tidak percayanya.
"Ia... Al... aku begitu bejad memaksakan kehendakku padanya , aku takut dia kenapa napa karena saat aku masih terpengaruh oleh alkohol, bahkan aku menyakitinya bukan hanya tubuhnya tetapi juga hatinya...." ucap Adam memohon.
Allan hanya diam dan sedang memikirkan bagaimana cara menolong sang kakak dan wanita yang tengah terbaring itu.
"Baiklah... kak... aku akan membantumu... hanya saja, harus menggunakan kekuasaanmu juga kak... jika tidak, cukup sulit untuk meyakinkan seorang sahabat yang ada disini...." ucap Allan pada sang kakak.
Adam dan Allan langsung membawa tubuh Mina yang masih tidak sadarkan diri itu menuju sebuah rumah sakit Internasional di sana. Dengan membopong tubuh Mina yang lemas, ia keluar dari lift dan langsung memasuki mobil yang akan di kendarai oleh Allan agar lebih cepat.
Allan menatap sang kakak dari kaca spion. Ia melihat jika tatapan sang kakak saat ini merupakan tatapan yang sama persis dengan hari dimana saat itu istrinya kritis. Kekawatiran serta rasa takut kehilangan terpancar dari mata Adam.
Allan begitu penasaran dengan sosok wanita yang begitu di cintai kakaknya saat ini. Setelah memberikan kabar kepada sahabatnya, Allan juga menyuruh anak buah nya untuk mencari tahu tentang siapa sosok wanita yang saat ini di pangkuan kakaknya itu.
Sesampainya di rumah sakit, Adam langsung meniju ruang IGD dan membaringkan tubuh Mina di atas brankar yang di sediakan disana. Setelah melalui proses yang rumit Mina telah tersadar dari pinsannya berkat cairan infus, Adam dan Allan saat ini mereka menunggu di roof top rumah sakit menunggu helicopter yang akan menjemput mereka.
Sementara Mina, duduk di kursi roda masih dalam keadaan lemas dan hanya duduk dengan membawa cairan infus di tangannya. Tapi saat mendengar sebuah helicopter mendekat ia mulai takut dan resah namun tubuhnya lemas tidak berdaya. Ia melihat 3 orang pria tampan dan salah satunya adalah pria bejad yang memperkosanya dan sekaligus pria yang menjadi tuannya itu.
Perjalanan dari rumah sakit menuju Changi Airport tanpa hambatan, membuat mereka lebih cepat sampai lewat udara. Mina hanya terdiam di dekat pria itu karena tubuhnya masih lemas. Mina hanya menatap penuh benci pada pria itu selalu mencoba untuk menjauhkan tangan pria itu dari tubuhnya.
Sesampainya di Airport, Mina bertambah resah dan mulai gemetar ketakutan saat Adam sang tuan membopongnya keluar dari dalam helicopter serta menuruni tangga. Mina menatap sebuah pesawat terbang yang ia tau lebih kecil dari yang ia tumpangi dulu dan pria yang membopongnya itu langsung menuju tangga kecil pesawat tersebut. Mina begitu ketakutan dan langsung meminta tuannya itu untuk melepaskan dirinya dengan suara seraknya. Tapi Adam tidak menghiraukannya. Membuat Mina begitu bertambah syok, takut, gemetar menjadi satu.
Mina menjerit histeris saat Adam membopong tubuhnya dan membawa dirinya masuk ke dalam Jet Pribadi. Ia meronta ronta meminta di lepaskan. Dengan sigap Allan menyuntikan obat penenang dalam infus milik Mina dan wanita itu langsung terkulai lemas begitu saja.
"Sorry... Mina..." ucap Adam dan langsung mencium kening wanita itu dengan lembut dan mulai memasuki Jet pribadinya.
Flash back off