My Korean Husband

My Korean Husband
Menabur benih...



Tak bisa di pungkiri, setelah kepulangan sang mertua Avril merasa lebih relaks dan bebas. Jika biasanya sang mertua selalu mengomentari apapun yang ia lakukan, kini Avril dengan bebas melakukan apa saja yang ia ingin lakukan.


Terkadang memang hidup tidak butuh komentar dari orang lain, cukup bisa melakukan sesuatu dengan kebebasan sudah bisa menciptakan nuansa kebahagian dalam diri seseorang.


Kebebasan bagi beberapa orang sudah termasuk kebahagian. Kebebasan tidak terdiri dari melakukan apa yang kita suka, tetapi memiliki hak untuk melakukan apa yang seharusnya. Rahasia kebahagiaan adalah kebebasan. Dan rahasia kebebasan adalah keberanian.


Avril sedang menyiapkan makan siang untuk keluarga kecilnya. Sedangkan Boo Young masih saja menggodainya untuk melakukan hal yang tadi sempat tertunda karena tangisan si kembar.


Tapi kali ini Avril tidak menghiraukan permintaan sang suami. Karena memang saat itu masih siang dan kapan saja Calvin akan keluar dari kamar, jadi Avril menyuruh Boo Young untuk menjaga sikapnya.


"Ini balasan untukmu karena kamu sudah memukulku kemarin!" Kata Avril dengan lugas.


"Sayang, aku sudah minta maaf. Tolong jangan menginginkan tentang pemukulan itu. Hal itu membuatku semakin merasa bersalah." Sahut Boo Young memohon.


"Bukankah memang kamu harus merasa bersalah, jadi lain waktu kamu bisa mengontrol amarahmu untuk tidak memukulku. Kamu ingat tidak dengan janji-janjimu yang katamu tidak akan menyakitiku, tapi nyatanya apa!" Imbuh Avril mengingatkan kepada sang suami.


Tidak ingin berdebat dengan sang istri, Boo Young pun memilih untuk pergi ke kamar Calvin. Dia tahu kalau Avril sudah mulai mengungkit kesalahannya, itu tidak akan ada habisnya dan itu akan mengingatkan Boo Young pada waktu dia pernah menyiksa Avril.


Sebenarnya Avril tidak mau mengingatkan Boo Young pada masa-masa itu, tapi Avril hanya ingin Boo Young menyadari letak kesalahannya.


*****


Siang itu Avril memasak oseng tempe dan dia mendapatkan tempe itu dengan membeli secara online. Dia juga membeli beberapa kerupuk dan makanan ringan asli Indonesia. Setelah mertua pulang, ia dengan bebasnya membeli apa yang ia butuhkan dan memasak apa yang ingin dia makan.


Terbebas dari mertua membuat pikiran Avril kembali jernih. Senyum mulai mengembang di bibirnya, seperti burung yang bebas dari sangkarnya.


Setelah Avril selesai memasak, ia kemudian masuk ke kamar Calvin dan menyuruhnya untuk makan siang. Calvin pun bersemangat dan segera beranjak dari depan laptopnya untuk menyantap makan siangnya. Karena dia tahu kalau sang Mama sudah memasak olahan tempe yang sudah lama ia ingin makan.


"Sayang, ayo makan!" Suruh Avril kepada Calvin.


"Okay! siap mom!" Sahut Calvin bersemangat.


Dengan semangat Calvin menarik tangan papanya dan mengajaknya untuk segera makan siang. Boo Young pun dengan malas mengikuti langkah Calvin. Rasa malas karena dia tidak mendapat jatah dari Avril.


Karena sudah lama tidak makan tempe, Avril pun makan sebanyak yang ia suka. Hingga membuat Boo Young menggelengkan kepalanya, karena baru kali ini dia melihat Avril makan sebanyak itu.


"Tenang saja, aku akan berolah raga setiap pagi untuk menjaga bentuk tubuhku. Aku tahu kamu hanya menyukai tubuh yang langsing, seperti yang di katakan mama mu kepadaku!" Kata Avril yang melihat Boo Young menggelengkan kepalanya.


"Ya! aku tidak pernah mengatakan kalau aku menyukai tubuh yang langsing. Aku selalu mencintaimu tanpa syarat!" Sahut Boo Young mengelak.


Tidak adil rasanya kalau Avril membiarkan badannya semakin menimbun lemak, karena waktu berat badan Boo Young naik saat ngidam, dia juga mati-matian untuk menurunkan berat badannya demi dia. Jadi ia pikir juga akan menyesuaikan diri pada sang suami.


Setelah mereka selesai makan siang, Avril masuk ke dalam kamar untuk memberi ASI si kembar. Sedangkan Boo Young dan Calvin duduk di sofa ruang tamu sambil menonton TV.


"Sayang, bagaimana dengan kuliah mu?" Tanya Boo Young pada Calvin.


"Sangat menyenangkan!" Jawab Calvin singkat.


Ketika mereka berdua sedang asyik mengobrol, tiba-tiba ada orang yang memencet bel pintu. Boo Young pun segera beranjak dari duduknya dan melihat siapa yang datang.


Ia melihat Eun Soo dan Seung Chul melalui CCTV pintu. Boo Young mengendus kesal atas kedatangan mereka berdua. Lalu ia memencet tombol untuk membuka pintu. Tanpa menyambut mereka, Boo Young pun kembali duduk di sofa dan menonton TV.


"Aunty......" Teriak Calvin berlari menyambut Eun Soo.


Di saat sang sama, Avril yang penasaran dengan siapa yang datang pun keluar dari kamarnya dan ia terkejut saat melihat Eun Soo yang sedang memeluk Calvin. Avril kemudian menghampirinya dan juga saling berpelukan.


"Om sama Tante kemana? katanya mama, mereka tinggal di sini." Tanya Seung Chul pada Avril.


"Mama sama Papa sudah pulang." Jawab Avril.


Kemudian Avril mempersilahkan mereka untuk duduk dan mengambilkan minuman untuk mereka. Sebenarnya Eun Soo datang tanpa memberitahu Avril, karena dia mau memberi surprise.


Karena sudah beberapa Minggu tidak melihat si kembar, Eun Soo kemudian mengajak Avril untuk melihat si kembar. Sedangkan Boo Young, Calvin dan Seung Chul masih duduk di sofa sambil menonton TV.


Betapa gembiranya Eun Soo saat melihat si kembar sudah tumbuh menjadi bayi yang imut. Walaupun ragu, tapi Eun Soo memberanikan diri untuk menggendong Afifah.Tangan Eun Soo terlihat kaku saat dia menggendong Afifah. Tapi dia tetap hati-hati dan sesekali mencium kening Afifah. Sementara Avril menggendong Abidah yang terbangun karena kebersihan yang di lakukan Eun Soo.


"Kapan kamu akan menikah?" Tanya Avril ingin tahu.


"Sebenarnya semua sudah siap, hanya belum dapat restu dari orangtua ku." Jawab Eun Soo menghela nafas panjang.


Walaupun Eun Soo termasuk gadis yang nakal, tetapi dia sangat berbakti dan patuh terhadap kedua orangtuanya. Dia sudah mempersiapkan semua keperluan untuk menikah, tetapi karena orangtuanya belum setuju, jadi dia masih berjuang untuk meyakinkan kedua orangtuanya.


"Syukurlah... perusahaan Boo Young sudah stabil. Untung saja ayahnya Dinna baik, jadi dia mau menanamkan sahamnya di sana. Sekarang Dinna saja sudah mulai kerja di perusahaan milik Boo Young." Kata Eun Soo bercerita.


"What! Dinna kerja di perusahaan Boo Young?" Tanya Avril serius.


"Iya! makanya sekali-kali datang ke kantor dan kamu akan tahu situasi kantor itu seperti apa." Suruh Eun Soo.


Memang Boo Young tidak pernah cerita apa-apa tentang perusahaannya dan dia tidak tahu menahu soal masalah yang di hadapi perusahaan Boo Young yang katanya hampir bangkrut.


Raut wajah Avril seketika berubah menjadi kesal. Dia tak habis pikir, Dinna yang suka menggoda suaminya, ternyata sekarang bekerja di satu perusahaan milik suaminya. Itu berarti Boo Young dan Dinna sering bertemu dan hal yang di khawatirkan Avril adalah jika Dinna masih suka menggoda suaminya.


****


Setelah makan malam Eun Soo dan Seung Chul berpamitan untuk pulang. Sedangkan Boo Young membantu Calvin untuk mengganti pakaiannya dan menemaninya untuk tidur.


Sementara Avril baru saja selesai memberi ASI pada si kembar, lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Di saat ia keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di tubuhnya, di saat itu juga Boo Young masuk ke dalam kamar.


Seperti kucing yang melihat ikan asisln, dengan tatapan yang susah di artikan, Boo Young langsung menerkam Avril hingga mereka terjatuh di atas ranjang dengan posisi Boo Young menindih Avril. Bagi Boo Young, dengan badan Avril yang semakin berisi, hal itu membuat Boo Young semakin menyukainya.


Dengan sekuat tenaga Avril menghentikan Aktifitas sang suami yang mulai liar menelusuri setiap bagian sensitif tubuh Avril. Karena Avril sendiri sudah tidak tahan dengan serangan-serangan nakal dari sang suami.


"Jelaskan dulu, kenapa kamu tidak pernah cerita tentang Dinna yang saat ini bekerja di perusahaan mu!" Pinta Avril sambil memelototi Boo Young.


"Sudah tidak bisa tahan lagi, jelasinnya nanti setelah kita lakuin ini." Kata Boo Young yang semakin menekan tubuh Avril.


Kekuatan Avril tidak bisa mengalahkan kenikmatan yang di berikan oleh Boo Young. Setiap sentuhan tangannya, menghasilkan sebuah kenikmatan yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.


Kelincahan tangan Boo Young membuat Avril semakin pasrah dengan apa yang suaminya lakukan pada tubuhnya. Seperti tak ingin kehilangan kesempatannya lagi, Boo Young pun segera melakukan aksinya dan menanamkan benih di ladang milik Avril.


Akhirnya malam itu menjadi malam yang sudah lama Boo Young nanti-nanti. Tanpa gangguan dari si kembar, mereka pun melanjutkan sampai kedua kalinya hingga Avril lupa menagih kepada Boo Young untuk menjelaskan tentang Dinna.


Bersambung.....