
Seminggu sudah orangtuanya Avril tinggal di Korea. Hari ini mereka akan pulang, tapi Avril menyuruhnya untuk tinggal beberapa hari lagi, karena dua hari lagi pesta pernikahannya Eun Soo dan Seung Chul. Karena tiket sudah di beli, merekapun tetap akan pulang ke Indonesia.
"Dua hari lagi kan Eun Soo menikah Ma, apa gak nunggu sekalian?" Tanya Avril, berharap orangtuanya menunda untuk pulang.
"Mama sudah beli tiket, nanti tiketnya mubasir kalau hangus. Lagian Papa mu ada kerjaan dan ada janji sama orang, jadi kita harus pulang. Nanti kalau si kembar sudah cukup umur, pulanglah ke Indonesia." Jawab sang Ibu.
Avril pun tak memaksa mereka untuk tinggal, tapi Boo Young dan Avril tidak bisa mengantar mereka, jadi hanya Calvin dan sang asisten yang mengantar nenek kakeknya ke bandara. Sebenarnya Avril ingin mengantar mereka, tapi karena badan si kembar demam setelah vaksin, sehingga ia tetap di rumah.
Sedangkan Boo Young pagi itu ada meeting dengan rekan bisnisnya, jadi ia juga tidak bisa mengantar mertuanya ke bandara. Keadaan perusahaan yang membaik membuat Boo Young semakin sibuk mengurusi perusahaannya.
*****
Setelah selesai sarapan, Boo Young dan Avril masuk ke kamar. Avril memberikan si kembar Asi, sedangkan Boo Young pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ketika Boo Young keluar dari kamar mandi, Avril sudah menunggunya duduk di pinggir ranjang.
"Sayang, sini aku bantu pakai dasinya!" Pinta Avril yang berjalan menghampirinya.
"Nah gitu dunk! Aku tidak suka kamu marah-marah dan berpikiran negatif terus." Ledek Boo Young.
Avril hanya tersenyum mendengar ledekan dari sang suami. Ia menyadari kalau akhir-akhir ini ia sering marah-marah tidak jelas, padahal sang suami tidak melakukan apa-apa. Namanya juga ibu menyusui, jadi suami harus mengalah.
"Maaf ya sayang, hari ini aku tidak bisa antar orangtuamu ke bandara." Kata Boo Young.
"Iya gak apa-apa! Mereka tahu kok kalau kamu ada meeting. Kamu gak usah khawatir, mereka paham kok!" Sahut Avril yang merapikan baju sang suami.
Melihat Avril yang sedang berdiri tepat di depan wajahnya, membuat Boo Young tidak bisa menahan untuk tidak mendaratkan ciuman. Dengan lembut ia pun mencium sang istri dengan menarik dagunya.
Mendapat serangan bibir dari sang suami, Avril pun segera melingkarkan tangannya di pinggang Boo Young dan membalas ciuman darinya. Karena Avril hampir kehabisan napas, ia pun mendorong Boo Young yang semakin tidak terkendali.
"Hari ini kamu jangan capek ya, kamu harus mempersiapkan diri untuk nanti malam." Kata Boo Young merayu.
"Ah apa sih! Sudah siang nih, cepetan pergi kerja!" Suruh Avril sambil merapikan baju sang suami yang sedikit berantakan karena ulahnya.
Kemudian Boo Young dan Avril keluar dari kamar. Sebelum berangkat, ia berpamitan kepada mertuanya dan meminta maaf karena tidak bisa mengantar mereka ke bandara. Waktunya bersamaan dengan meeting di kantor.
"Ma, Pa... Maaf aku gak bisa antar kalian ke bandar." Kata Boo Young meminta maaf.
"Iya gak apa-apa, Kan ada Calvin nanti yang antar kita." Sahut Papa mertuanya dengan menggunakan bahasa Inggris.
Setelah berbasa-basi, Boo Young kemudian berpamitan kepada mereka untuk pergi ke kantor.x,q
*****
Sesampainya Boo Young di kantor, ia melihat Dinna yang sudah duduk di kursi kerjanya. Ada yang berbeda dari penampilan Dinna pagi itu. Rambutnya ia biarkan terurai dengan make up yang sedikit mencolok. Pakaian yang ia kenakan pun terlihat elegan dan sedikit memperlihatkan belahan dadanya.
Sempat Boo Young melirik ke arahnya, tapi ia segera mengalihkan pandangannya. Sebagai laki-laki normal, siapa yang tidak suka dengan penampilan Dinna. Cantik dan memiliki postur tubuh yang menarik. Tapi Boo Young berusaha untuk tidak menatapnya, agar ia bisa mengontrol dirinya.
"Selamat pagi...." Sapa Dinna yang berdiri berjalan menghampiri Boo Young.
"Pagi... Kamu sudah membuat laporannya?" Sahut Boo Young tanpa menatap Dinna.
"Sudah, ini kamu cek dulu." Kata Dinna sambil memberi berkas kepada Boo Young.
Dinna kemudian berdiri menunduk di samping Boo Young sambil menerangkan isi laporan tersebut. Boo Young yang sedang duduk di kursi kebesarannya pun bisa mencium aroma parfum milik Dinna. Aroma floral dan Fruity yang elegan, mengingatkan Boo Young kepada Boo Rua, karena Boo Rua juga menggunakan parfum yang sama.
Dengan sengaja Dinna berpura-pura kehilangan keseimbangannya, hingga ia jatuh tepat di pangkuan Boo Young. Tanpa menyentuh Dinna, Ia pun menyuruh Dinna untuk segera bangkit dari pangkuannya.
"Cepetan berdiri, nanti di lihat orang jadi gosip lagi!" Suruh Boo Young dengan nada sedikit kesal.
Dengan senyum sinis, Dinna berjalan kembali ke tempat kerjanya. Sedangkan Boo Young mempersiapkan untuk meeting. Dinna tahu kalau Boo Young saat itu sedang gugup.
Pagi itu, sekertaris Boo Young minta ijin tidak masuk kerja. Dengan alasan anaknya sakit dan di bawa ke rumah sakit. Jadi seharian, di ruangan itu hanya ada dirinya dan Dinna. Kondisi itu di jadikan Dinna mencari kesempatan untuk menggoda Boo Young.
Sudah waktunya meeting, Boo Young dan Dinna keluar dari ruangan secara bersamaan. Hal itu membuat para karyawan berbisik-bisik membicarakan mereka berdua. Ada yang berfikir kalau Boo Young dan Dinna sedang selingkuh.
Sebelum meeting di mulai, Dinna terlebih dulu berfoto-foto dengan rekan-rekannya, termasuk Boo Young. Lalu ia edit foto itu dan memotongnya, hingga yang tampak di foto tersebut hanya dirinya dan Boo Young.
*****
Meeting pun selesai, Boo Young dan Dinna segera kembali ke ruangannya. Siang itu Dinna mengajak Boo Young untuk makan siang, tapi ia menolak, karena Avril akan mengirimi makan siangnya untuknya.
"Makan siang di luar yuk!" Ajak Dinna.
"Sorry Din, Istriku mengirimi ku makan siang." Tolak Boo Young yang sedang menunggu makanan yang di kirim Avril melalui asistennya.
"Oh.. ok!"
Dengan rasa kecewa, Dinna pun langsung keluar dari ruangan untuk makan siang.
Tak lama kemudian, makanan itu pun datang. Dengan bersemangat, Boo Young segera membuka bungkus makanan dan segera memakannya dengan lahap. Setelah makan, ia pun menelpon Avril untuk mengucapkan rasa terimakasihnya yang telah memasak untuknya dan juga menanyai keadaan si kembar.
Boo Young nampak lega ketika Avril memberitahunya, kalau demam si kembar sudah turun.
Di waktu jam kerja, Boo Young sama sekali tidak melihat ke arah Dinna, walaupun Dinna terus-menerus mencoba menggodanya. Boo Young berharap, waktu cepat berlalu dan segera pulang ke rumah.
Tak terasa sudah waktunya pulang, Boo Young dengan buru-buru mengambil ponselnya dan langsung keluar dari ruangannya tanpa memperdulikan keberadaan Dinna. Ia teringat si kembar yang sedang demam. Ia pun menyuruh asistennya untuk menambah kecepatan laju mobil.
Sesampainya ia di apartemen, ia langsung melepas sepatunya dan mencuci tangannya. Lalu ia masuk ke kamarnya, di lihatnya sang istri sedang bercanda dengan Calvin.
"Papa sudah pulang!" Sapa Calvin.
"Iya sayang, gimana keadaan si kembar?" Tanya Boo Young yang berjalan menuju tempat si kembar.
"Panasnya sudah turun kok. Baru saja selesai minum Asi dan langsung tidur lagi." Jawab Avril membantu Boo Young membuka jasnya.
Sementara Boo Young mandi, Avril pun keluar kamar untuk menyiapkan makan malam yang sudah ia masak sore tadi dengan di bantu oleh Ahjumma.
Setelah makanan siap, Boo Young dan Calvin keluar dari kamar untuk makan malam.
"Tadi Mama sama Papa ngomong sesuatu tidak?" Tanya Boo Young kepada Avril.
"Biasalah, mereka menasehati ku." Jawab Avril sambil makan.
"Kata nenek, Mama gak boleh marah-marah terus!" Imbuh Calvin.
"Nah... Betul tuh!" Sahut Boo Young bersemangat.
Seperti biasanya, setelah makan malam, Boo Young menemani Calvin sampai tidur. Sedangkan Avril masuk ke kamarnya. Baru saja ia masuk, suara handphone Boo Young berbunyi, tanda kalau ada pesan masuk.
Avril yang posesif pun langsung mengambil handphone Boo Young yang ia letakkan di atas nakas. Raut wajah Avril seketika berubah, ketika melihat nama pengirim pesan tersebut. Ia pun segera membuka pesan itu. Kini raut wajah Avril menjadi marah, tampaknya pesan itu membuat Avril marah.
Bersambung....