My Korean Husband

My Korean Husband
Visual Calvin



...****************...


Hari ini adalah hari Minggu. Avril berencana untuk meluangkan waktunya bersama Calvin. Dari memasak makanan kesukaan Calvin sampai merangkai Lego bersama. Tentu saja ia tak sendirian, dengan di temani sang suami, mereka mencoba melakukan Quality time bersama Calvin.


Tentu saja hal itu membuat Calvin merasa senang. Melihat papa dan mamanya bahagia, dia pun ikut merasakan bahagia. Tiba-tiba sang papa mengajaknya untuk pergi ke taman hiburan, Calvin pun berloncat-loncat kegirangan.


Akhirnya sang papa mengajaknya pergi ke tempat yang ingin ia datangi dengan sang papa. Sebelumnya Calvin pernah pergi ke taman hiburan, tetapi waktu itu dengan Seung Chul. Dia cukup senang, tetapi dia belum merasa puas jika tidak dengan sang papa.


"Ok! kita ganti baju dulu." Kata Boo Young menggandeng tangan Calvin untuk masuk ke kamar.


Boo Young membantu Calvin untuk mengambil pakaiannya. Dengan penuh kasih sayang, Boo Young pun membantu Calvin untuk memakai pakaiannya dan juga kaos kaki. Calvin yang mendapat perhatian penuh dari sang papa pun berterima kasih dan memeluk sang papa.


"Papa, Terima Kasih Papa sudah menyayangi ku." Kata Calvin sambil memeluk sang papa.


"Sudah seharusnya papa bersikap demikian, karena Papa sangat menyayangi mu." Balas Boo Young memeluk Calvin.


Mereka berdua pun keluar dari kamar dan Boo Young menyuruh Calvin untuk menunggunya duduk di sofa ruang tamu sambil menonton TV, karena Boo Young mau mengganti pakaiannya.


Sementara Avril masih di dalam kamar mandi, karena dia sedang mandi jadi perlu waktu yang cukup lama. Sehingga Boo Young mengetuk pintu kamar mandi agar Avril cepat keluar.


"Sayang, sudah selesai belum?" Panggil Boo Young sambil mengetuk pintu.


Karena Avril tidak menjawab, ia pun segera meraih ganggang pintu dan membuka pintu kamar mandi. Dan ternyata Avril sedang mandi di bawah shower, pantas saja ia tidak mendengar panggilan dari sang suami.


Sebenarnya Boo Young ingin sekali mengganggu Avril yang sedang mandi, tetapi karena dia tak ingin Calvin menunggunya terlalu lama, ia pun langsung membasuh mukanya.


"Sejak kapan kamu di sini?" Tanya Avril sambil meraih handuknya.


"Baru saja! aku langsung cuci muka." Sahut Boo Young sambil melap wajahnya.


Karena posisi Avril ketika mandi membelakangi Boo Young dan dia berada di dalam ruangan yang tertutup oleh kaca, ia pun tak melihat atau mendengar keberadaan sang suami.


Boo Young yang melihat sang istri hanya melilitkan handuk di tubuhnya, seketika ia pun menarik tangan Avril dan mendaratkan ciuman di bibir sang istri. Lagi-lagi teringat Calvin yang sedang menunggunya, ia pun menghentikan aktifitasnya dan keluar dari kamar mandi.


Avril pun hanya tersenyum melihat tingkah laku sang suami dan ia pun mengikuti Boo Young keluar dari kamar mandi. Mereka berdua memakai pakaian kasual. Kemudian, Boo Young keluar dari kamar untuk menghampiri Calvin.


Sedangkan Avril merias wajahnya dengan riasan natural. Terlihat cantik tapi natural. Memang dasarnya Avril tidak suka riasan yang tebal dan hanya memerlukan lipblam untuk bibirnya, karena warna bibirnya sudah merona dari sananya.


"Ayo berangkat!" Kata Avril dengan semangat.


"Let's go!" Sahut Calvin.


Mereka bertiga pun langsung keluar dari apartemen menuju ke parkiran mobil. Dengan posisi Calvin di tengah, mereka pun masuk ke dalam lift dan tak lama kemudian mereka pun sudah di parkiran.


Boo Young membantu Calvin untuk memasangkan sabuk pengaman di bangku belakang, kemudian ia masuk ke dalam mobil. Berbeda dengan di Indonesia, jika duduk di belakang jarang ada yang memakai sabuk pengaman, kalau di Korea di wajibkan jika tidak siap-siap uang dendanya.


"Papa, kalau nanti Calvin sudah menjadi asisten profesor, boleh tidak Calvin minta sesuatu?" Tanya Calvin dengan antusias.


"Kalau Papa mampu, pasti Papa turuti. Memangnya Calvin ingin apa?" Tanya Boo Young penasaran.


Avril memang tahu apa yang sedang Calvin inginkan, karena beberapa hari yang lalu ia sempat bertanya dengan Avril harga barang yang sedang ia inginkan.


Dengan ragu-ragu Calvin mulai memberi tahu sang papa. Sebenarnya saat itu Calvin sedang deg-degan, takut sang papa marah karena barang itu cukup mahal.


"A-aku ingin Teleskop yang baru saja release." Kata Calvin dengan ragu.


Calvin ternyata menginginkan Teleskop besar yang harganya mencapai ratusan juta rupiah. Seperti dugaan sang mama jika Calvin sedang menginginkan Teleskop yang baru di launching kan oleh perusahaan milik Amerika.


Boo Young melihat Calvin dari kaca spion dalam, lalu dia tersenyum lebar. Di lihatnya Calvin tampak gugup menanti jawaban darinya.


"Kenapa musti menunggu kamu jadi asisten profesor, sekarang Papa bisa membelikan mu." Sahut Boo Young dengan tersenyum.


Mendengar jawaban sang papa, Calvin pun tertawa kecil. Dia sangat senang, sampai tidak tahu caranya mengekspresikan rasa senangnya. Calvin mengucapkan rasa terima kasihnya kepada sang papa, sampai dia melepas sabuk pengamannya dan mencium sang papa.


Bagi Boo Young uang segitu tidak seberapa, harga miliyar pun jika untuk sang anak dia pun rela membelikannya. Apalagi, selama ini Calvin tidak pernah meminta sesuatu darinya.


Akhirnya, merekapun sampai di taman hiburan dan mereka turun dari mobil sesegera mungkin. Tak ketinggalan, Boo Young mengabadikan momen mereka dengan mengambil foto. Saat itu Boo Young mengambil gambar Calvin.


Jepreettt



Calvin yang sangat imut dan ganteng seperti sang papa, melihat ke arah kamera. Matanya indah seperti sang mama, hidung dan bibir terlihat seperti sang papa.


Kemudian mereka bertiga berjalan mengelilingi taman hiburan. Mereka juga menikmati wahana yang menurut mereka aman untuk anak-anak. Calvin dengan ceria menaiki wahana sendirian, karena orang dewasa tidak di perbolehkan.


Walaupun Calvin anak yang genius dan memiliki pemikiran yang cukup dewasa, tetap saja dia masih anak-anak. Dia juga butuh refreshing dan menghabiskan waktu dengan keluarga. Bersyukur dia memiliki orang tua yang tidak memaksakan sesuatu yang tidak Calvin sukai.


Sebagai orang tua yang baik, Avril dan Boo Young mencoba untuk memahami sang anak. Mereka juga tidak ingin jika anaknya kehilangan masa-masa kecilnya karena terobsesi dengan sesuatu.


"Bagaimana? kamu tidak takut?" Tanya Boo Young khawatir.


"Begitu saja! tentu saja aku tidak takut. Kalaupun Papa mengijinkan aku untuk naik halilintar, aku pun berani hehehe...." Kata Calvin ketawa kecil.


Tentu saja Calvin belum boleh menaiki wahana yang berbahaya, selain umurnya yang belum cukup, tinggi badan Calvin juga belum melewati batas minimum.


Karena merasa capek, Avril pun mengajak mereka untuk duduk di bawah pohon sambil memakan kue beras pedas. Karena tingkat kepedasan di Korea tidak terlalu pedas, Calvin pun juga ikut makan kue beras itu.


"Calvin tidak kepedasan?" Tanya Boo Young kepada Avril.


"Tidaklah... kita di Indonesia malah sering makan makanan yang lebih pedas dari ini. Kalau ini mah tidak pedas sama sekali." Jawab Avril sambil memasukan kue beras ke dalam mulutnya.


Setelah selesai makan kue beras, kemudian mereka melanjutkan permainan selanjutnya. Calvin ingin mencoba semua wahana yang ada di sana. Tentu saja yang di perbolehkan untuk anak-anak seumurannya.


Bersambung....