My Korean Husband

My Korean Husband
Visual Avril



...****************...


Hari ini hari libur, Boo Young berencana untuk mengajak Avril pergi ke suatu tempat. Sebelum berangkat, Avril lebih dulu mempersiapkan sarapan untuk Boo Young. Wajah Boo Young berseri-seri penuh kebahagiaan karena merasa ada yang memperhatikannya.


Sebelum Avril datang ke dalam hidupnya, asisten Joon lah yang selalu membuat sarapan untuknya. Hari-harinya bagaikan pohon tak berbunga, kesehariannya hanyalah kerja, makan dan tidur. Sesekali menemui sang kekasih, itupun tak cukup membuat hidupnya berwarna.


Sekarang dia merasakan rasanya di perhatikan dan merasa sangat di cintai. Boo Young duduk di kursi makan sambil tersenyum-senyum sendiri, sedangkan Avril mengambilkan nasi untuknya.


"Senyumnya di tahan dulu, sekarang makan dulu nasinya dan kita pergi ke tempat yang kau janjikan!" Suruh Avril dengan semangat.


"Di layani istri seperti ini membuatku tak bisa berhenti tersenyum karena bahagia." Sahut Boo Young dengan jujur.


Setelah mereka menghabiskan sarapannya, Avril pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Tak seperti di Indonesia, biasanya Avril mandi setiap hari dua kali, tetapi semenjak di Korea dia ketularan dengan kebiasaan orang Korea yang hanya mandi sekali ketika mau tidur, kecuali kalau mandi wajib.


Kemudian Avril keluar dari kamar mandi, di lihatnya Boo Young yang sudah memasukan barang-barangnya ke dalam koper kecil.


"Memangnya kita pergi ke sana berapa hari? Kok kamu bawa baju banyak?" Tanya Avril heran.


"Tiga hari kita di sana! kamu bawa barang mu sendiri." Jawab Boo Young dengan santai.


Boo Young menyuruh Avril untuk membawa koper sendiri, bukan tanpa alasan Boo Young menyuruh Avril membawa koper sendiri. Itu karena Boo Young menyembunyikan sesuatu yang ia taruh di kopernya. Karena tidak mau ketahuan dengan Avril, ia pun segera mengunci kopernya setelah selesai menaruh barang-barangnya yang ia butuhkan.


"Kenapa kita tidak membawa koper yang lebih besar saja dan barang-barang kita muat dalam satu koper. Juga tidak memakan tempat." Kata Avril yang terlihat semakin heran.


"Kita pergi hanya berdua, jadi mobil kita masih ada banyak tempat." Sahut Boo Young tersenyum.


Ketika Boo Young pergi ke kamar mandi, Avril diam-diam mendekati koper milik Boo Young. Ia penasaran dengan apa saja yang di bawa Boo Young. Tetapi baru ia sadari kalau ternyata Boo Young memberi kode pada kopernya.


Avril pun curiga kalau Boo Young menyembunyikan sesuatu darinya. Karena tidak mau terlihat ingin tahu, Avril pun diam saja saat Boo Young keluar dari kamar mandi.


"Bawa ini!" Kata Boo Young sambil menyodorkan sesuatu yang berada di kotak.


"Apa ini?" Tanya Avril heran.


Setelah Avril buka, ternyata isinya lingerie warna merah. Setelah ia sentuh, bahanya sangat lembut dan nyaman ketika bersentuhan dengan kulit. Avril yang ingin tahu harga lingerie itu pun langsung membuka internet dan mencari merk pada tag tersebut.


Betapa kagetnya Avri saat mengetahui harganya mencapai $ 900 atau sekitar Rp 13.000.000 Harga yang sangat mahal bagi Avril. Ia pun mendatangi Boo Young dan memprotes untuk tidak membeli barang-barang mahal.


"Ya! aku tahu kalau kamu banyak uang, tapi setidaknya kamu harus memikirkan orang di luar sana yang kelaparan!" Protes Avril.


"Kenapa kamu marah? Aku membeli itu untuk istri ku dan aku ingin memberi barang dengan kwalitas baik. Itu caraku menghargai Isti ku!" Bela Boo Young pada dirinya sendiri.


Merasa tidak akan menang melawan Boo Young, akhirnya Avril lebih memilih diam. Akhir-akhir ini Avril memiliki hobi baru, dia selalu mengecek harga barang yang di berikan oleh Boo Young.


Bisa di bilang, Avril termasuk orang kaya baru. Tapi karena darah Indonesia yang sangat kental dan meniru sifat sang mama, Avril selalu menyayangkan jika menghamburkan uang hanya untuk hal yang tidak perlu.


"Sayang, Ayo berangkat!" Ajak Boo Young dengan tiba-tiba memeluk Avril dari belakang dan mencium lehernya.


"Ya! jangan mencium leher ku!" Protes Avril.


Avril segera melepaskan tangan Boo Young yang melingkar di perutnya. Dan Boo Young dengan tersenyum segera melepaskan pelukannya sebelum Avril murka.


Dengan memakai baju warna putih dan riasan yang natural, membuat wajah Avril tampak cantik dan ele



Awalnya Boo Young memang tidak tertarik dengan wajah Avril yang sangat Indonesia. Maklum standar cantik Korea dan Indonesia tidaklah sama. Tetapi semakin di perhatikan wajah Avril semakin cantik, manis dan tidak membosankan. Di tambah kebiasaan orang Indonesia yang sopan dan perhatian hingga membuat Boo Young benar-benar jatuh cinta pada Avril.


"Kamu merusak riasan ku!" Protes Avril mendengus kesal.


"Tanpa make up pun kamu sangat cantik!" Puji Boo Young dengan tersenyum.


Mereka berdua keluar dari apartemen dengan membawa koper masing-masing. Boo Young menggandeng tangan Avril dan memasuki lift. Boo Young kemudian mengambil foto mereka berdua untuk ia upload di media sosialnya.


Walaupun Boo Young jarang aktif di media sosial, tapi ia sesekali memamerkan foto Avril dan Calvin. Seakan-akan memberi tahu kepada dunia bahwa mereka berdua adalah miliknya.


"Waaahhh pemandangannya bagus sekali. Aku pikir pemandangan yang paling bagus hanya di pulau Jeju, ternyata di sini juga sangat bagus." Kata Avril mengagumi pemandangan di sana.


"Kalau Calvin libur musim panas, nanti kita ke Pulau Jeju. Sekarang waktunya kita berduaan." Sahut Boo Young sambil menyetir.


Avril membuka kaca mobil dan melihat keluar menikmati pemandangan yang sangat indah. Tak lupa ia mengabadikan pemandangan itu dengan merekam video. Di rasa ia mendapatkan momen yang bagus, lalu ia membagikan di media sosial.


Sesekali Boo Young melirik ke arah Avril yang tampak bahagia. Melihat Avril ceria seperti itu, Boo Young pun ikut bahagia.


"Seperri inikah rasanya membuat orang yang di cintai bahagia?" Batin Boo Young.


Membahagiakan orang tua memang sangat menyenangkan, tetapi ada kebahagiaan tersendiri bagi Boo Young ketika melihat orang yang di cintai bahagia. Mungkin ini hal pertama baginya, jadi ia sangat menikmati detik demi detik memandangi Avril yang sedang berbahagia.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah rumah minimalis tetapi terlihat mewah. Kalau di Indonesia namanya Villa. Boo Young pun menyuruh Avril untuk turun.


"Sudah sampai, silahkan turun Ratu ku!" Suruh Boo Young dengan membukakan pintu untuk Avril.


"Hahahaha..... ini bukan style mu." Kata Avril meledek.


Walaupun Boo Young bukan tipe pria romantis, tetapi dia sedang berusaha untuk menjadi suami yang bisa memahami sang istri. Tetapi Avril selalu meledeknya ketika ia bersikap romantis. Boo Young pun tampak kesal ketika Avril meledeknya.


Kesal tetapi tidak bisa marah. Itulah yang di rasakan Boo Young ketika Avril tak henti-hentinya meledek. Kemudian Boo Young pun memencet kode pintu dan tiga kali sudah ia salah memasukan kode pintu.


Boo Young pun mulai panik ketika ia berkali-kali salah dalam memasukan kode pintu. Hingga ia mendobrak berkali-kali agar pintu terbuka.


"Apakah ini rusak?" Tanya Boo Young kepada Avril.


"Itu tidak mungkin rusak, hanya saja kamu salah memasukan kodenya!" Jawab Avril yang mulai kesal menunggu.


Lagi-lagi salah dan salah, hingga membuat Boo Young frustrasi. Tak lama kemudian ada orang yang membuka pintu dari dalam yang mengagetkan Boo Young dan Avril.


Bersambung...