My Korean Husband

My Korean Husband
Ketahuilah...



Sejak kejadian itu Boo Rua lebih sering ke apartemen ketika Calvin tidak di rumah, dia berlagak seperti Nyonya sang pemilik apartemen.


Siang itu Boo Young pulang 3 jam lebih awal. Biasanya dia pulang sekitar jam 5 sore. Dan siang itu dia pulang bersama Boo Rua. Dengan mesranya mereka memasuki apartemen.


Beberapa kali Avril menegur Boo Young dan mengingatkan dia bahwa di dalam kontrak pernikahan mereka ada pasal yang dimana isinya tidak boleh membawa pacar ke rumah.


Tapi bagi Boo Young surat-surat kontrak itu tidak berlaku untuknya. Avril sendiri merasa di permainkan oleh Boo Young, kalau bukan karena Calvin, dia pun sudah pergi dari apartemen itu.


Setidaknya Avril merasa lega, karena setiap Boo Young membawa kekasihnya saat itu juga Calvin tidak ada di rumah. Itu tandanya, Boo Young mengerti dengan perasaan Calvin.


Tanpa malu-malu Boo Rua terus menggoda Boo Young di depan Avril, sepertinya Boo Young sendiri merasa risih dengan apa yang di lakukan Boo Rua.


Avril tahu, niat Boo Rua melakukan hal memalukan itu untuk membuat Avril cemburu.


Terkadang memang merasa tidak suka jika Boo Young bermesraan dengan kekasihnya. Entah perasaan macam apa yang ada di hati Avril, entah karena Boo Young terlalu ganteng atau memang Avril menyukainya. Avril sendiri tidak bisa memastikan perasaannya.


Boo Young beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke dapur, di mana Avril sedang mencuci sayuran.


"Avril, tolong masak buat kita berdua." Boo Young menunjuk dirinya dan Boo Rua.


Tanpa menoleh, Avril menaruh sayuran di meja.


"maaf, aku bukan pembantu mu. kamu punya pacar, suruh dia masak untuk mu. Aku sepertinya sudah terlalu sabar menghadapi mu. kamu melanggar pasal-pasal di kontrak kita, aku pun tak banyak protes. tapi aku mohon sama kamu, Calvin jangan sampai tahu siapa Boo Rua." kata Avril penuh tekanan.


Tak ada pembelaan dari Boo Young, bukan karena dia takut. Karena memang dia merasa bersalah dan tak ada alasan untuk marah dengan Avril.


Kemudian Boo Young melihat-lihat isi kulkas dan di lihatnya Tteokpokki instan. Dia pun mengambil itu dan berniat untuk membuatnya.


Karena lama sekali Boo Young membaca cara memasak, Avril pun merebut Tteokpokki itu dari tangan Boo Young.


Tanpa berkata apa-apa, Avril membuka kue beras itu dan mulai memasaknya.


"terima kasih istri ku heheh...." kata Boo Young sambil tersenyum.


"sana temani pacar mu, kasian dia ketawa-ketawa sendiri sama handphone." sahut Avril sebal.


Sebenarnya Avril ingin Boo Young tetap di dekatnya, tetapi dia berlagak cool dan tidak mau terlihat kalau dia tertarik dengan Boo Young.


Sedangkan Boo Young pergi dari dapur dan berjalan menuju ke arah Boo Rua yang sedang bermain dengan handphonenya.


"sayang, kamu sudah lapar ya?" tanya Boo Young mendekatkan wajahnya ke wajah Boo Rua.


"iya, lapar banget. si pembantu mu masak apa?" sahut Boo Rua dengan melingkarkan tangannya ke leher Boo Young.


"Avril lagi masak kue beras." kata Boo Young yang saat ini sudah menggendong sang kekasih.


Melihat mereka berdua bermesraan membuat Avril sangat jengkel, hingga ia meninggalkan kue beras itu yang sudah matang tanpa memberi tahu Boo Young.


Avril yang sedang jengkel, segera masuk ke kamarnya dan menonton drama Korea untuk mengurangi rasa jengkel di hatinya.


"menyebalkan sekali dua manusia yang tak tahu malu itu." batin Avril yang tak bisa berkonsentrasi menonton drama Korea.


Tok Tok Tok


Ceklek.....


Boo Young membuka pintu kamar Avril tanpa permisi.


"kamu tidak mau kue berasnya?" tanya Boo Young dengan santainya.


Karena sebentar lagi Calvin akan pulang dari sekolah, Avril pun ingin memastikan kalau kekasih Boo Young sudah tidak ada di luar.


Avril pun dengan pelan-pelan membuka pintu kamarnya dan melihat sekeliling, rupanya sudah sepi.


"syukurlah kalau wanita itu sudah pulang." gumamnya dalam hati.


Tapi hati Avril masih ragu, dia khawatir jika Boo Rua masih ada di dalam kamar Boo Young.


Di lihatnya ke arah kamar Boo Young dan terlihat pintu kamar yang tidak tertutup rapat. Avril pun berjalan mengendap dan mulai membuka pintu kamar dengan pelan-pelan.


Kepala Avril sudah berada di dalam kamar Boo Young, tetapi badannya masih di luar. Avril melihat sekeliling kamar, tetapi dia tak melihat siapapun di dalam. Hingga sesuatu menyentuh lengannya.


"Aaaaaaaaaaaaaaaarrrrggggggghhhhh........"


Teriakan yang menggelegar terdengar nyaring di telinga, karena Avril kaget saat menoleh ke belakang melihat Boo Young sudah berdiri di sampingnya.


"kamu kenapa mengintip kamar ku?" tanya Boo Young dengan curiga.


"a-aku hanya memastikan kalau pacar mu sudah pulang, karena Calvin sebentar lagi pulang dari sekolah." kata Avril agak gelagapan.


"dia baru saja pergi, sekarang Calvin sedang di perjalanan." kata Boo Young menyingkirkan Avril karena mengganggu jalan dia masuk ke kamar.


...****************...


"kamu kenapa cemberut, di campakkan lagi?" tanya Seung Chul yang melihat Boo Rua terlihat kesal.


Boo Rua kemudian menceritakan tentang pernikahan kontrak antara Boo Young dan Avril. Dan semenjak adanya Avril Boo Young sudah berubah dan perhatian kepadanya berkurang.


"siapa Avril?" tanya Seung Chul penasaran.


Kemudian Boo Rua menjelaskan lagi latar belakang Avril dan Calvin. Seung Chul yang mendengar cerita tentang Avril langsung tersenyum penuh arti.


"oh... jadi wanita yang bersama Boo Young waktu di restoran itu Avril." sahut Seung Chul sambil menganggukkan kepalanya.


Seperti ada sesuatu yang terencana di otak Seung Chul ketika ia tahu kalau Avril hanyalah istri kontrak Boo Young.


"dan yang lebih menyebalkan lagi, Boo Young memperkejakan dia di perusahaannya. Jadi setiap saat mereka selalu bersama, terus bagaimana dengan ku? aku harus melakukan sesuatu!" kata Boo Rua sambil memikirkan rencana buruknya.


Begitupun dengan Seung Chul, dia merasa senang mendengar kalau wanita yang dia lihat di restoran bersama Boo Young itu hanya istri kontrak saja.


"kamu perlu hati-hati, karena istri kontraknya cukup cantik dan imut." kata Seung Chul sambil tersenyum.


"kalau boleh jujur, Avril cantik dan cute tidak membosankan, kalau kamu hanya cantik saja dan cepat bosan jika di pandangi terus menerus." imbuhnya.


Perkataan Seung Chul membuat Boo Rua semakin panas saja.


Setiap merasa bosan Boo Rua selalu pergi menemui Seung Chul, mereka pernah selingkuh tetapi tidak berstatus pacaran.


Boo Rua lebih memilih Boo Young yang lebih banyak duit, walaupun begitu Boo Rua sering menemui Seung Chul tanpa sepengetahuan pacarnya.


Seung Chul tak lagi tertarik dengan Boo Rua, karena sifatnya yang materialistis.


Bagi Boo Rua Seung Chul lebih menarik dari Boo Young.


Bersambung....