
Avril duduk di depan meja riasnya. Rupanya dia sedang sibuk merias wajahnya, dengan riasan sederhana tapi memperlihatkan wajah yang terlihat lebih muda dari umurnya. Dengan perpaduan gaun warna putih, membuat Avril bak putri di kerajaan dongeng.
Tangan atletis melingkar di pinggangnya dari arah belakang. Tentu saja Avril tidak kaget, karena ia melihat bayangan Boo Young dari pantulan cermin riasnya. Betapa kagumnya Boo Young yang memiliki istri secantik Avril. Walaupun badannya agak berisi, tetap saja mempesona, malah Avril terkesan seksi.
"Aku juga ingin membuat pesta pernikahan kita!" Bisik Boo Young di telinga Avril.
"Ah.. kita tidak ada waktu untuk itu. Anak kita sudah tiga loh..." Sahut Avril sambil merapikan rambutnya.
"Kamu bantu Calvin ganti baju yang sudah aku siapin." Imbuh Avril menyuruh sang suami.
Sore itu mereka akan pergi ke pesta pernikahannya Eun Soo dan Seung Chul. Tapi Avril sengaja tidak mengajak si kembar, karena dia khawatir kalau ada banyak orang akan membuat si kembar tidak nyaman.
Dengan anggun Avril berjalan keluar dari kamarnya, ia menyuruh Ahjumma untuk memindahkan si kembar di kamar tamu. Karena di sana ada CCTV, jadi Avril bisa memantau si kembar kapan saja, ketika ia tidak ada di rumah.
Boo Young memang belum membuatkan kamar untuk si kembar, karena dia berencana untuk membeli apartemen yang lebih besar. Agar nantinya si kembar punya kamar masing-masing.
"Sayang, sudah siap belum?" Panggil Avril dari luar kamar.
"Sudah, ini mau keluar!" Sahut Boo Young yang baru selesai merapikan rambut Calvin.
Mereka bertiga pun sudah siap untuk pergi. Sebelum berangkat, Boo Young melihat si kembar terlebih dahulu dan mengecek CCTV, apakah nyala atau rusak. Lalu Boo Young mengingatkan Ahjumma untuk tidak meninggalkan si kembar sendirian, kecuali kalau mau ambil Asi.
Lalu mereka bertiga keluar dari apartemen. Boo Young berjalan sambil menggandeng tangan Calvin menuju ke parkiran. Sedangkan Avril berjalan di depan mereka seperti seorang model yang sedang berjalan di catwalk.
*****
Sesampainya mereka di depan hotel, Seorang parkir valet datang membukakan pintu untuk mereka. Avril, Boo Young dan Calvin segera keluar dari mobil.
Hampir semua mata memandang ke arah Avril ketika mereka memasuki gedung pernikahan. Boo Young yang menyadari hal itu langsung membuka jasnya dan menyuruh Avril untuk memakainya.
"Pakai ini! Tak seharusnya kamu memakai gaun ini!" Suruh Boo Young.
"Tapi aku mau ke kamar pengantin, mau menemui Eun Soo." Tolak Avril.
"Iya aku tahu! Tapi tetap saja kamu harus pakai jas ini." Paksa Boo Young sambil memelototi Avril.
Dengan terpaksa Avril memakai jasnya Boo Young, lalu ia pergi ke kamar hotel untuk menemui Eun Soo. Boo Young tidak suka kalau laki-laki lain memperhatikan Avril. Secara, malam itu Avril terlihat sangat cantik dan elegan. Di tambah warna kulitnya yang eksotis, menambah kesan seksi.
Padahal bajunya Avril tidak terlalu terbuka, hanya sedikit ketat, jadi memperlihatkan lekuk tubuhnya yang padat dan berisi. Tidak semua orang Korea menyukai tubuh langsing, jadi wajar saja kalau malam itu banyak pasang mata memperhatikan Avril.
Avril masuk ke kamar hotel di mana Eun Soo berada. Dengan raut wajah bahagianya, Avril berjalan menghampiri Eun Soo yang saat itu sedang di rias oleh makeup artist.
"Selamat sayang... Akhirnya kamu menikah juga dengan orang yang kamu cintai. Semoga kalian bahagia sampai nenek kakek." Kata Avril memberi selamat kepada Eun Soo.
"Thanks Babe, Calvin mana?" Sahut Eun Soo bertanya.
Tak lama kemudian, Eun Soo pun sudah selesai di rias. Sudah waktunya dia turun untuk menemui mempelai pria, yaitu Seung Chul. Dengan di gandeng sang ayah, Eun Soo pun keluar dari kamar hotel menuju gedung pernikahan. Sedangkan Avril berjalan di belakang mereka.
*****
Karena sudah larut malam dan besok Calvin harus kuliah, akhirnya Avril berpamitan kepada sahabatnya untuk pulang. Lagian si kembar juga butuh Asi, jadi Avril ada alasan untuk pulang lebih awal. Lagi pula Boo Young sudah tidak tahan melihat beberapa laki-laki buaya memperhatikan Avril dari mereka datang.
"Mama, kan belum selesai acaranya, kok sudah pulang!" Protes Calvin.
"Kan sudah malam, kasian si kembar di rumah cuma sama Ahjumma. Lain kali kita main ke rumah Aunty ok!" Kata Avril menjelaskan ke Calvin.
Setelah sampai di apartemen, Boo Young langsung mengganti pakaiannya dengan baju tidur. Lalu ia pergi ke kamar Calvin untuk membantunya mengganti pakaiannya dan menemaninya sampai tidur. Sedangkan Avril memindahkan si kembar ke dalam kamar.
Ketika Calvin sudah tidur, Boo Young segera beranjak pergi ke kamarnya. Di lihatnya Avril yang sedang memberi Asi kepada si kembar. Lalu Boo Young merebahkan badannya di atas ranjang sambil menyalakan TV.
"Kamu suka ya, kalau laki-laki memandangi mu!" Tanya Boo Young dengan nada kesal.
"Maksudnya!" Tanya balik Avril yang tidak tahu maksud sang suami.
"Tadi kamu ngapain senyum-senyum sama temannya Seung Chul waktu dia menyapa mu!" Jawab Boo Young yang sedang cemburu.
Avril pun tertawa kecil, menertawakan Boo Young yang sedang cemburu. Ia pun meletakkan Afifah ke dalam Box bayi, karena sudah selesai menyusui. Lalu ia berjalan menghampiri Boo Young dan tiduran di sampingnya.
Tangan Avril mulai menoel-noel pinggang Boo Young agar ia meresponnya. Bukannya di respon, tapi tangan Avril segera ia tepis dan dia mengganti posisi membelakangi Avril. Ceritanya Boo Young sedang ngambek karena Avril memberikan senyumnya kepada laki-laki lain.
"Tuh... begitu saja kamu sudah marah, giliran kamu Pepet pepetan sama Dinna aja lupa istri!" Ledek Avril.
"Ya! Jangan fitnah seperti itu! Kapan aku pernah mepet Dinna, liat dia aja ogah!" Elak Boo Young kesal.
"Mendadak lupa nih kayaknya!" Avril masih meledek Boo Young.
Karena Boo Young tak kunjung meresponnya, Avril kemudian mengambil remote dan mematikan TV. Boo Young yang tidak terima pun langsung merebut remote dari tangan Avril dan menyalakan TV lagi.
Avril sepertinya tidak kehilangan akal untuk membuat Boo Young untuk tidak marah lagi dengannya. Ia mendekat ke arah Boo Young hingga tubuh mereka saling menempel, tapi lagi-lagi Boo Young mendorong tubuh Avril.
Karena sudah merasa kesal, Avril pun kemudian merebut remote dari tangan Boo Young dan mematikan TV. Lalu ia duduk di atas perutnya Boo Young. Avril mulai menggoda Boo Young dengan mencium bibirnya, lalu turun ke leher jenjangnya. Dengan lincah Avril bermain-main di daerah sana hingga membuat Boo Young tidak tahan lagi.
"Sampai sini saja marahnya!" Bisik Avril, karena tangan Boo Young sudah beraksi menyelinap ke dalam baju Avril.
Tanpa menjawab Avril, Boo Young segera mulai melakukan aksinya yang lebih berani. Kini posisi Avril sudah di bawah tubuh Boo Young dan malam itu mereka melakukan hal yang membuat mereka seperti terbang tinggi.
Bersambung...