
Hari ini Boo Young tidak merasa tenang, karena saat ini Avril sedang di luar kantor bersama Seung Chul yang sedang melakukan sesi pemotretan untuk mempromosikan produk baru.
Rasa gelisah mengganggunya dalam berkonsentrasi, otaknya tidak bisa fokus dengan apa yang di kerjakan saat itu. Untuk mengurangi kegelisahannya, dia pun mulai membuka handphonenya dan memainkan game online.
Walaupun di usianya yang tak muda lagi, Boo Young memang gemar bermain dengan game online. Terkadang ia pun begadang karena bermain game itu.
Tetapi bermain game tetap tidak bisa mengurangi dari rasa gelisahnya, jadi dia memutuskan untuk mendatangi studio di mana Avril dan Seung Chul melakukan pemotretan.
"kenapa aku bersikap seperti ini? aku hanya tidak mau mama dari anak ku di permainkan pria play boy macam Seung Chul, ya... itu alasannya." batin Boo Young.
Saat Boo Young sedang menyetir, dirinya merasa aneh atas sikapnya yang merasa gelisah ketika Avril dengan pria lain, tetapi dia memberi alasan kepada dirinya sendiri bahwa dia gelisah karena tidak ingin mama dari anaknya di sakiti pria playboy.
Ketika Boo Young sampai di lokasi, dia melihat Avril yang sedang tertawa kecil dengan Seung Chul.
Matanya menatap tajam dan ia segera melangkah menghampiri mereka berdua.
"oh... apa yang membuatmu untuk datang kesini?" tanya Seung Chul dan di ikuti tolehan Avril.
"ada masalah, kalau aku ingin memeriksa hasil kerja karyawan ku?" jawab Boo Young dengan nada ketus.
Setelah Boo Young selesai mengecek hasil pemotretan, ia langsung mengajak Avril untuk balik ke kantor, tetapi siang itu waktunya makan siang dan Avril sudah terlanjur janji dengan Seung Chul untuk makan siang bareng.
"tapi aku sudah ada janji dengan Seung Chul, lagian ini masih jam istirahat siang. Nanti aku balik ke kantor sendiri saja." kata Avril menolak ajakan Boo Young.
"biar aku saja nanti yang mengantar Avril." Sahut Seung Chul yang saat ini sedang duduk.
Mendengar perkataan mereka berdua membuat Boo Young geram, tapi tiba-tiba handphonenya berdering dan Boo Young pun mengangkat panggilan itu.
"ok! kamu kesini saja." akhir dari panggilan itu.
Panggilan dari Boo Rua di jadikan alasan Boo Young untuk tetap tinggal di sana. Dia beralasan bahwa Boo Rua ingin datang menemuinya.
Tak lama kemudian Boo Rua pun datang, karena jaraknya yang dekat sehingga hanya memerlukan waktu 10 menit untuk tiba di lokasi.
Boo Rua pun menyapa mereka dan segera melingkarkan tangannya ke pinggang Boo Young dengan manjanya.
"kita makan siang bareng saja!" ajak Boo Rua.
Seung Chul dan Avril terpaksa menerima ajakan Boo Rua. Melihat Boo Rua begitu manjanya dengan Boo Young, hal itu membuat Avril merasa risih.
Niat Boo Rua mengajak mereka makan bareng, karena ingin membuat Avril cemburu.
Sedangkan Boo Young merasa senang, karena Seung Chul dan Avril gagal untuk berduaan. Walaupun dia sendiri sangat risih dengan sikap Boo Rua yang seperti anak kecil.
Mereka pun makan di sebuah restoran China dan Avril mulai merasa sebal melihat tingkah Boo Rua yang sok manja.
"sayang.... nanti sore temani aku belanja ya!" rayu Boo Rua dengan manja.
"ok sayang!" sahut Boo Young.
Lagi-lagi Avril merasa jengkel melihat tingkah mereka berdua yang seperti anak baru gede.
Avril pun dengan cepat memakan makanannya dan segera berpamitan untuk balik ke kantor.
"sorry, aku balik ke kantor dulu, soalnya masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." pamit Avril.
"aku kan satu arah dengan Avril, kamu nanti antar Boo Rua pulang saja!" sahut Boo Young.
Seung Chul pun memposisikan dirinya untuk duduk, sedangkan Boo Young berdiri dari duduknya mengejar Avril yang berjalan dengan cepat.
Boo Rua pun merasa jengkel atas sikap Boo Young yang perduli dengan Avril.
"sepertinya kekasihmu ada rasa dengan Avril." ledek Seung Chul kepada Boo Rua.
"kurang ajar itu perempuan! dia pasti sudah menggoda Boo Young!" kata Boo Rua geram.
Boo Young pun menarik tangan Avril agar dia mengikutinya ke parkiran mobil. Avril yang merasa jengkel pun hanya mengikuti Boo Young, karena pergelangan tangannya cukup sakit saat Boo Young menariknya.
Mereka tanpa berkata sepatah kata pun, Avril langsung masuk ke dalam mobil dan Boo Young pun segera melajukan mobilnya.
"sepertinya kamu sangat menyukai Seung Chul, dari sikap mu yang sok perhatian itu!" kata Boo Young sambil melihat ke arah Avril.
"kan sudah aku bilang sebelumnya, siapa yang tidak suka dengan pria tampan seperti Seung Chul." sahut Avril dengan nada jengkel.
Kemudian Boo Young menepikan mobilnya dan memberi peringatan kepada Avril.
"aku beritahu kamu, Seung Chul itu bukan pria baik-baik dan dia itu playboy!" kata Boo Young dengan nada menekan.
Avril pun tidak mau kalah dengan ucapan Boo Young dan ia pun membawa masalah 7 tahun yang lalu dalam percakapannya.
"kamu pikir, kamu pria yang baik! setelah menghamili wanita dan tidak mau bertanggung jawab! apa itu yang di namakan pria baik!" sahut Avril dengan nada yang agak tinggi.
Mendengar perkataan Avril pun membuat Boo Young marah dan menyuruh Avril untuk keluar dari mobilnya.
Sialnya Avril lupa mengambil tasnya yang masih di dalam mobil Boo Young dan Avril pun tidak tahu harus berbuat apa, karena Boo Young sudah melesat jauh dari pandangannya.
Akhirnya Avril memutuskan untuk pulang ke apartemen, karena jarak ke apartemen lebih dekat dari pada ke kantor.
Dengan berjalan kaki, Avril menelusuri jalan pintas agar cepat sampai di apartemen. Kaki Avril terasa pegal dan lecet karena dia mengenakan sepatu yang agak tinggi.
Di sepanjang jalan, ia mengutuk perbuatan Boo Young yang membuatnya menderita.
"dasar pria kurang ajar! tidak punya hati nurani! bisa-bisanya menurunkan wanita di pertengahan jalan!" gerutu Avril sambil berjalan.
"pasti dia sengaja tidak memberikan tas ku, agar aku menderita!" tuduhnya.
Sesampainya ia di apartemen, Avril langsung tiduran di atas ranjang. Setelah rasa capeknya yang berangsur menghilang, ia langsung mandi dengan air hangat.
Berjalan kaki sejauh itu membuat Avril merasa lapar dan ia pun memasak mie instan untuk ia makan. Setelah merasa kenyang, ia pun mulai mengantuk dan tiduran di kamar Boo Young sambil membaca majalah.
Karena setiap malam memang Avril tidur di kamar Boo Young tanpa bersentuhan fisik, karena Calvin ingin tidur sendiri.
Walaupun mereka tidur berdua, tetapi mereka tidak melakukan kontak fisik dan Avril pun sering tidur di sofa yang ada di kamar Boo Young.
Rasa capek dan ngantuk membuat Avril tidak bisa menahannya untuk tidak tidur. Akhirnya Avril tertidur dengan posisi meringkuk dengan majalah yang tergeletak di ranjang.
Bersambung....