
Fajar subuh, Avril terbangun dari tidurnya untuk menyusui si kembar. Badannya terasa sakit semua, karena semalaman Boo Young tak membiarkan Avril untuk istirahat hingga mengulangi beberapa kali. Setelah itu, ia melihat handphone suaminya yang berada di atas nakas. Tanpa ragu, Avril pun mengambil handphon itu dan mulai membukanya.
Tentu saja Avril tahu kode keamanannya. Walaupun begitu, ini kali pertama Avril mengecek handphone sang suami. Avril duduk di bibir ranjang dekat sang suami dan dia mulai mengecek semua sosial media dan semua pesan masuk. Dia sama sekali tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan, malah Avril melihat ada beberapa postingan tentang dirinya dan anak-anaknya.
Memang Avril jarang sekali membuka sosial medianya, apalagi setelah melahirkan si kembar, Avril malah sama sekali tidak berhubungan dengan sosial media. Malah Boo Young yang kerap memamerkan keluarga kecilnya di jejaring sosial. Mengunggah foto-foto si kembar, Calvin dan dirinya.
Tapi ada hal yang mengganjal di hatinya. Nama Dinna meninggalkan jejak bahwa ia sering menelpon sang suami. Walau panggilan itu tak lebih dari lima menit, tetapi Avril tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Hal itu membuatnya penasaran.
Avril tampak kesal, karena sang suami tidak bercerita tentang masalah perusahaannya. Lalu Avril menaruh handphone suaminya kembali di atas nakas. Karena merasa sangat kesal, Avril pun memukul suaminya dengan pukulan yang sedikit keras. Hingga Boo Young pun terbangun dan mengerang kesakitan
"Sayang, kenapa kamu memukulku?" Tanya Boo Young protes.
Avril tidak menjawabnya, tapi dia malah berbaring di samping sang suami dan memasukkan badannya di dalam selimut bersama sang suami. Karena sang suami tidur dengan tanpa memakai baju, pada akhirnya di waktu fajar itu terjadi lagi pergulatan antara mereka berdua.
*****
Keesokan harinya, Avril mengikuti sang suami memasuki ruang olahraga. Seperti yang ia katakan, kalau dia akan berolahraga untuk mengembalikan bentuk tubuhnya seperti sebelum melahirkan.
Saat itu Avril mengenakan pakaian olahraga yang sangat ketat. Sebenarnya Avril tidak terlalu gemuk, malah terlihat berisi dan montok. Hal itu membuat Boo Young tidak bisa berhenti memandangi tubuh sang istri.
"Sayang, kamu olahraganya jangan terlalu berat." Kata Boo Young melarang Avril mengangkat beban berat.
"Biar cepat kurus! Bukankah kamu menyukai kalau istrimu kurus!" Sahut Avril dengan kesal.
Boo Young pun menghampiri Avril dan mengambil besi barbel di tangannya. Kemudian ia memeluk Avril dan menciumnya dengan buas. Avril pun memprotes kelakuan sang suami yang tiba-tiba menciumnya.
"Awalnya aku menyukai tubuh langsing mu. Tetapi setelah melihat tubuhmu yang berisi, membuatku tidak bisa mengalihkan pandanganku." Kata Boo Young berbisik di telinga Avril.
Pada dasarnya memang Boo Young tidak mempermasalahkan bentuk badan Avril. Melihat bentuk badan Avril yang semakin berisi, membuat Boo Young tidak ingin melakukan olahraga. Dia benar-benar sangat mencintai Avril tanpa syarat dan atas kejadian pemukulan itu karena Boo Young lepas kendali.
Memikirkan masalah kantornya dan di tambah aduan-aduan sang mama dan Avril sangat sensitif. Hal itu membuat Boo Young semakin stress. Tapi Boo Young merasa bersalah atas tindakannya, tak seharusnya dia melampiaskan amarahnya kepada sang istri.
Pagi itu mereka berdua tidak jadi olahraga. Boo Young terus-terusan mengganggu Avril dengan menyentuh daerah sensitifnya. Hingga akhirnya ia menyerah dan menyerang Boo Young dengan buas.
Ruang fitnes menjadi saksi kebuasan mereka berdua. Kejadian semalam terulang lagi di sana, mereka berdua seperti pengantin baru yang tidak ingin menyia-nyiakan waktu mereka berdua.
Memang benar apa kata orang, di usia 30an akan membuat orang kembali seperti remaja. Istilah itu memang cocok di berikan kepada Boo Young. Semakin berumur semakin menjadi, seperti pubertas kedua.
Puber kedua ini kerap dikaitkan dengan perilaku pria yang kembali seperti remaja sedang jatuh cinta dengan lawan jenis. Saat puber kedua tiba, pria konon menjadi lebih genit dan bergairah.
Perilaku orang-orang yang memasuki puber kedua itu sama seperti perilaku remaja yang baru mengalami puber. Puber kedua juga ditandai dengan perubahan fisik dan psikologi seseorang.
Bahwa ternyata istilah puber kedua itu tidak ada di dunia medis. Puber kedua hanya sebuah istilah untuk menggambarkan perilaku pria dan wanita berusia 30an sampai 40an tahun yang berubah seperti remaja yang baru mengalami puber. Dari segi medis, perubahan perilaku pada puber kedua terjadi karena adanya perubahan hormon.
Avril pun merasakan kelelahan yang teramat karena ulah sang suami. Boo Young membuka pintu dan membopong Avril untuk pergi ke kamarnya. Tetapi pada saat itu Ahjumma melihatnya.
"Tuan, kenapa dengan Nyonya?" Tanya Ahjumma khawatir.
"Tidak apa-apa, dia hanya kelelahan saat olahraga." Jawab Boo Young tersenyum.
Melihat Avril tanpa busana membuat Boo Young ingin melakukan sekali lagi. Tapi karena melihat Avril sudah kecapekan, ia pun menahan keinginannya. Avril pun menyadari tatapan suaminya yang terlihat memohon.
"Apa! pengen lagi!" Goda Avril sambil menyentuh daerah sensitif milik sang suami.
"Oh! nakal sekali kamu!" Kata Boo Young yang mendapat godaan dari sang istri.
Tak bisa di pungkiri, mereka berdua memang sedang di mabuk cinta. Jadi wajar saja jika mereka melakukan hubungan suami-isteri tanpa mengenal tempat. Toh mereka pasangan yang sah, jadi tidak ada dosa bagi mereka berdua.
Setelah selesai mandi, Avril merasa lapar yang luar biasa. Berhubung si kembar belum bangun, ia pun mengajak Boo Young untuk segera sarapan. Boo Young terlebih dahulu pergi ke kamar Calvin untuk mengajaknya sarapan.
"Sayang, kamu sudah bangun?" Tanya Boo Young kepada Calvin.
"Sudah dari tadi Pa!" Jawab Calvin sambil menatapi laptopnya.
Boo Young menyuruh Calvin untuk menghentikan aktifitasnya dan mengajaknya untuk sarapan. Dengan menggendong Calvin, mereka berdua keluar dari kamar.
Di saat mereka berdua baru keluar dari kamar, Avril sudah menyantap sarapan paginya dengan lahap. Rasa lapar membuatnya tidak sabar menunggu suami dan anaknya.
"Mama kok makan duluan!" Protes Calvin.
"Hehehe... mama lapar sayang." Sahut Avril tersenyum.
Mereka pun menikmati sarapan yang di buat oleh Ahjumma. Hari demi hari masakan Ahjumma semakin enak, hal itu membuat Avril semakin nafsu makan.
Setelah sarapan, Boo Young membantu Calvin membersihkan dirinya dan juga menyiapkan baju ganti. Sedangkan Avril masuk ke kamarnya dan menyusui si kembar.
"Sayang, nanti kamu pulang kuliah jam berapa?" Tanya Boo Young sambil memakaikan baju untuk Calvin.
"Hari ini aku pulang lebih awal, sekitar jam 2 siang. Memangnya kenapa Pa?" Sahut Calvin bertanya.
"Nanti Papa jemput kamu dan kita akan melakukan pemotretan keluarga." Jawab Boo Young antusias.
Memang Boo Young sudah menyiapkan rencana untuk melakukan pemotretan seperti keinginan Avril beberapa hari yang lalu. Waktu itu Boo Young menolak ajakan Avril, karena dia benar-benar sedang tidak ada waktu. Sekarang perusahaannya berangsur membaik, jadi ia ingin menghabiskan waktunya untuk keluarga.
Tetapi dia melarang Calvin untuk memberitahu kepada Avril tentang rencananya. Dia mau buat surprise untuk istri tercinta.
Setelah selesai membantu Calvin memakai baju, Boo Young pun pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian kerja. Tapi saat itu Avril belum sempat menyiapkan baju kerja untuknya.
"Sayang, maaf belum sempat nyiapin baju." Kata Avril sambil menyusui si kembar.
"Tidak apa-apa, aku bisa ambil sendiri. Yang penting kamu prioritaskan si kembar saja. Itu sudah cukup bagi ku!" Sahut Boo Young mencium kening Avril.
Kemudian Boo Young berpamitan kepada Avril untuk pergi kerja, begitupun Calvin, dia masuk ke kamar orangtuanya dan berpamitan kepada sang mama dan si kembar.
Pagi itu Boo Young yang mengantar Calvin pergi ke kampus. Ketika mereka berdua sudah pergi, Avril merasa kesepian dan dia mulai berolahraga ringan untuk menghilangkan rasa sepinya.
Bersambung...