My Korean Husband

My Korean Husband
Tak Hanya Istri Yang Ngidam



...****************...


Kembalinya ia dari mengantar Calvin, wajah Boo Young tampak pucat pasi. Perutnya tambah mual-mual saat mencium bau pewangi ruangan. Dia merasa tubuhnya aneh, tidak seperti biasanya yang sangat menyukai bau harum pada ruangan.


Kemudian ia masuk dalam kamar dan di lihatnya Avril sedang membersihkan kamar. Seperti biasanya, jika Avril selesai bersih-bersih ia mulai menyalakan pengharum ruangan dalam kamarnya. Belum sempat Avril menyalahkannya, Boo Youn sudah melarang Avril untuk menyalakannya.


"Kenapa? bukankah kamu menyukai bau wewangian?" Tanya Avril yang merasa heran.


"Tidak tahu kenapa, aku tiba-tiba tidak suka bau yang menusuk di hidung. Pagi ini juga perutku terasa mual." Jawab Boo Young sambil mengelus perutnya.


"Kamu juga terlihat pucat. Apa perlu aku antar kamu ke rumah sakit." Sahut Avril mulai khawatir.


Karena Boo Young yang merasa aneh pada tubuhnya, ia pun akhirnya mau pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan dirinya. Dengan di temani Avril, Boo Young berdiri dari duduknya untuk menemui seorang dokter.


Dengan ragu-ragu Boo Young kemudian menceritakan apa yang dia rasakan pada tubuhnya. Lalu sang dokter pun memeriksa detak jantungnya dan kemudian Boo Young di suruh membuka mulutnya lebar-lebar. Menurut Dokter, Boo Young tidak sedang memiliki penyakit yang mengakibatkan rasa mual jika mencium bau yang menyengat.


"Apakah istri mu sedang hamil?" Tanya Dokter.


"Iya Dok, saya hamil." Jawab Avril yang merasa heran karena si Dokter tahu kalau dirinya sedang hamil.


Dokter pun kemudian menjelaskan kepada Boo Young bahwa dirinya sedang mengalami morning sickness. Ternyata morning sickness bisa di rasakan oleh suami. Panjang lebar sang dokter menjelaskannya kepada Boo Young dan Avril agar mereka tak lagi khawatir.


"Uniknya, faktanya morning sickness bisa terjadi pada suami. Bagi laki-laki, morning sickness bisa menjadi salah satu gejala dari sindrom couvade. Kondisi ini dianggap sebagai bentuk kehamilan simpatik ketika suami mengalami gejala kehamilan seperti yang dirasakan istri tanpa benar-benar hamil." Jelas sang Dokter.


"Suami yang mengalami morning sickness ini merasakan mual sepanjang hari mulai dari pagi atau siang hari, dan paling umum terjadi selama trimester pertama kehamilan sang istri. Mual yang dirasakan suami ini bisa disertai dengan muntah, tapi bisa juga tidak. Sang suami akan mengalami perasaan tidak nyaman di perut atau adanya keinginan untuk muntah." Imbuhnya.


Avril dan Boo Young mendengarkan semua penjelasan dari Dokter dengan cermat. Tiba-tiba perut Boo Young mengalami mual saat mencium bau obat-obatan yang khas di ruang si Dokter. Avril pun merasa kasihan, lalu ia meraih tangan Boo Young sebagai tanda ia perduli dengannya.Alih-alih mau menjaga istri, malah dia sendiri yang tumbang.


"Langkah apa yang harus di lakukan untuk mengurangi rasa mual, Dok?" Tanya Avril serius.


"Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi morning sickness pada ayah adalah dengan melakukan olahraga bersama istri, atau ayah dan istri bisa mencoba relaksasi dengan pijat, atau melakukan kegiatan lain yang membuat rileks. Para istri juga harus memahami bahwa meski calon ayah tidak membawa bayi di perutnya, tetapi mereka bersimpati dan merasa terlibat mendalam dengan kondisi istri." Jawab sang Dokter.


Padahal tadinya Avril yang merasakan rasa mual, tetapi karena Boo Young terlalu overprotektif dan terlalu khawatir. Kondisi ini dipercaya merupakan bagian dari masalah psikologi. Biarpun begitu Boo Young merasa senang, karena tidak perlu melihat Avril yang merasakan apa yang ia rasa.


Rasa cintanya terhadap Avril sungguh besar, baginya merasakan morning sickness belum bisa membayar kesalahannya di masa lampau. Avril melahirkan dan merawat Calvin sendiri dengan kehidupan yang pas-pasan. Di tambah kesalahpahaman yang membuat Avril juga menderita.


"Paling umum terjadi selama trimester pertama kehamilan sang istri." Jawab sang Dokter.


Merasa mereka sudah cukup penjelasan dari Dokter. Mereka pun berpamitan untuk pulang dan keluar dari ruangan Dokter. Terlihat wajah Boo Young yang pucat dan Avril pun mengajaknya pulang ke apartemen untuk beristirahat.


Sesampainya mereka di apartemen, Boo Young pun muntah-muntah mengeluarkan semua isi dalam perutnya. Wajahnya semakin pucat tak bertenaga, lalu Avril membantunya untuk merebahkan badannya ke atas ranjang. Karena merasa lemas, Boo Young akhirnya tertidur pulas.


Avril kemudian menelpon sekertaris Boo Young, kalau suaminya tidak masuk kerja dan meminta tolong kepadanya untuk mengatasi jika ada masalah di kantor dan juga menyuruh sang sekertaris untuk datang ke apartemennya jika membutuhkan tanda tangan Boo Young.


Karena Boo Young mengeluarkan makanan yang di dalam perutnya, kemudian Avril membuatkan bubur kacang hijau untuknya. Avril sengaja membuatkan sedikit lebih manis, seperti saran dokter. Setelah selesai membuat bubur kacang hijau, Avril kemudian masuk ke dalam kamar.


Di lihatnya Boo Young yang terbangun karena mendengar suara pintu terbuka. Avril kemudian menghampiri Boo Young yang masih tiduran di ranjang dan tersenyum kepadanya.


"Sayang, apa yang kamu rasakan saat ini?" Tanya Avril mengelus rambut sang suami.


"Aku merasa lapar." Jawab Boo Young tersenyum.


Mendengar perkataan suami yang sedang lapar, Avril pun keluar dari kamar untuk mengambilkan bubur kajang hijau yang baru saja selesai ia buat. Takut akan muntah lagi, Avril hanya mengambilkan semangkok kecil. Lalu ia taruh di nampan dan ia bawa ke dalam kamar.


Melihat sang suami yang masih lemas, Avril pun menyuruh Boo Young untuk bersandar di kepala ranjang dan mulai menyuapi bubur kajang hijau itu ke mulut sang suami. Sendok demi sendok bubur itu habis di makan, karena rasanya enak, Boo Young pun minta nambah lagi.


"Aku mau nambah lagi, buburnya enak. Ini pertama kalinya aku makan kacang hijau yang di masak begini." Kata Boo Young meminta tambah.


"Tunggu ya! aku ambilkan lagi." Sahut Avril tersenyum.


Dua mangkuk sudah Boo Young menghabiskan bubur kacang hijau itu, kini badannya mulai ada tenaga lagi. Rasanya ia ingin selalu di perhatiin dan di manja, sehingga ia meminta Avril untuk di peluk. Rasanya sungguh nyaman saat di peluk sang istri, ia masih tak habis pikir, bagaimana bisa ia sampai mengalami morning sickness yang seharusnya di alami seorang ibu hamil.


Tapi ia bersyukur bisa merasakan apa yang di rasakan ibu ketika awal-awal kehamilan. Bagi Boo Young itu rasanya sungguh tidak enak dan menyiksa jika perutnya sedang mual-mual. Itu berarti rata-rata wanita di dunia ini akan merasakan apa yang ia rasakan saat ini. Ia pun sadar, bahwa untuk menjadi seorang ibu itu tidaklah mudah.


Karena ia menyadari bahwa jadi seorang ibu itu penuh pengorbanan, Boo Young pun mencium kening Avril dan meminta maaf karena pernah menyakitinya. Tak hanya kepada Avril dia minta maaf, tapi pada waktu itu juga Boo Young mengambil ponselnya dan menelpon sang mama.


Dia menelpon dan meminta maaf kepada sang mama, jika dulu dia sering menyusahkan mamanya dan membantah jika di nasehati. Boo Young termasuk anak yang membangkang, tetapi sang mama dengan sabar mengajari hal yang positif. Boo Young pun menjadi sensitif dan menangis ketika menyudahi panggilannya dengan sang mama.


Bersambung...