
Seminggu sudah mertua Avril tinggal dengannya. Avril mulai merasa tak nyaman karena sang mertua mulai melarangnya melakukan hal ini dan itu. Beberapa kali dia mengalah kepada mertuanya demi kerukunan mereka. Bahkan Jie Hyo sudah mulai mengatur kehidupannya dan suaminya.
Rasa lelah dan kurang tidur membuat Avril ingin memberontak. Apalagi ketika si kembar sedang menangis, Jie Hyo sering menyalahkan Avril yang tidak tahu cara mengasuh anak. Hal itu membuatnya tidak bisa lagi menahan amarahnya, kadang dia hanya bisa melampiaskan amarahnya dengan curhat kepada Eun Soo.
Malam itu semua orang sedang duduk menyantap makan malam. Saat itu Avril mengambil ayam goreng untuknya sendiri tanpa menawarkan untuk Boo Young. Jie Hyo mulai memprotes atas sikap Avril yang di nilainya tidak perhatian sama suami.
"Avril, kalau kamu makan sesuatu, kamu harus tawarin suami mu juga. Aku perhatikan, kamu sepertinya tidak perhatian sama suami mu!" Protes Jie Hyo.
Memang setelah ada si kembar, Avril kurang perhatian sama Boo Young. Dia tidak pernah lagi mengambilkan makan untuk suami atau sekedar menyiapkan baju kerjanya.
Ketika Boo Young pergi bekerja, Avril masih tidur. Bukan karena bermalas-malas, tapi memang Avril perlu cukup tidur. Karena setiap malam dia harus begadang untuk menyusui si kembar. Terkadang di malam hari si kembar rewel ingin tidur di pangkuan Avril, alhasil Avril tidak ada waktu untuk sang suami.
"Sudahlah Ma, jangan mempermasalahkan hal kecil!" Kata Boo Young membela Avril.
Jie Hyo pun tidak terima atas perkataan anaknya yang membela sang istri. Dengan marah, Jie Hyo kemudian menyudahi makannya dan langsung beranjak dari duduknya. Ia kemudian duduk di sofa ruang tamu membaca majalah.
Boo Young pun menenangkan Avril agar tidak mengambil hati atas perkataan mamanya. Begitupun dengan mertua laki-lakinya, dia menasihati Avril agar tidak terpancing emosinya karena sikap sang istri.
"Avril, kamu jangan marah ya! Istriku memang seperti itu, tapi sebenarnya dia itu perduli sama kamu." Kata Min Sik menenangkan Avril.
"Iya Pa, aku mengerti kok!" Sahut Avril tersenyum.
Setelah selesai makan, Boo Young kemudian membantu Calvin untuk mengganti pakaian tidur. Avril pun mengikuti mereka masuk ke dalam kamar Calvin.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Boo Young khawatir.
"Aku tidak apa-apa! tapi aku ingin kamu malam ini tidur denganku. Kasihan mama sering terganggu tidurnya." Kata Avril beralasan.
Semenjak Avril pulang dari rumah sakit, Jie Hyo mulai tidur dengan Avril dengan alasan akan membantu Avril jika tengah malam si kembar minta ASI. Tapi pada kenyataannya, Jie Hyo sama sekali tidak pernah membantunya. Dia tidak pernah terbangun, sekalipun di kembar nangis dengan keras.
Avril juga tidak pernah bercerita kepada Boo Young kalau Jie Hyo tidak pernah membantunya. Karena dia tidak mau adanya keributan antar suami dan mertuanya.
Bersyukur, Boo Young menyetujui ajakan Avril untuk tidur di kamar dengannya. Avril pun tersenyum penuh kemenangan. Setelah Boo Young mengganti baju tidur untuk Calvin, ia dan Avril berpamitan kepada Calvin untuk keluar sebentar. Karena memang saat itu Calvin masih ingin mengerjakan tugas-tugasnya.
"Ma, malam ini aku tidur dengan Avril. Mama tidur dengan Calvin atau papa saja!" Kata Boo Young menghampiri sang mama.
Mereka pun duduk di sofa ruang tamu sambil memakan buah yang baru saja di bawakan oleh Ahjumma.
"Memangnya kenapa?" Tanya Jie Hyo kesal.
Dia mencurigai kalau Avril lah yang menyuruh Boo Young agar Boo Young tidur dengannya. Memang kecurigaannya tidak salah, tapi memang seorang suami istri harus tidur bersama.
"Aku hanya ingin tidur dengan istriku Ma!" Jawab Boo Young.
Buah yang di meja pun sudah habis. Boo Young dan Avril beranjak dari duduknya. Boo Young pergi ke kamar Calvin untuk menemaninya tidur terlebih dahulu, sedangkan Avril masuk ke kamarnya untuk melihat si kembar.
Jie Hyo dengan kesal mengeluarkan uneg-unegnya kepada suaminya. Dia merasa kalau Avril tidak menyukainya atas keberadaan dirinya di tengah-tengah keluarga sang anak.
Padahal Avril tidak memiliki rasa tidak suka terhadap mertuanya. Dia ingin tidur dengan suaminya karena itu hak dia, sebagaimana sebagai sepasang suami istri yang harus tidur bersama.
Jika Avril tidur dengan Boo Young, dia bisa meminta bantuan kepada Boo Young jika ia membutuhkan. Jika ia tidur dengan mertuanya, dia tidak merasa enak kalau harus membangunkan sang mertua.
"Ma,Pa... Aku tidur dulu ya!" Pamit Boo Young seraya membuka pintu kamarnya.
"Iya, mimpi indah." Sahut sang Papa.
Boo Young masuk ke dalam kamarnya dan menghampiri si kembar yang sudah tertidur pulas, begitupun dengan Avril yang sudah tertidur.
Karena ia tidak mau membangunkan Avril, Boo Young kemudian mengambil laptopnya dan memencet tombol merah pada laptopnya.
Sampai sekarang kondisi perusahaannya belum juga pulih. Belum ada perusahaan besar yang mau menyuntikan dana pada perusahaannya, tapi bukan berarti dia menyerah. Boo Young masih berusaha untuk menyelamatkan perusahaanya.
Terdengar tangisan si kembar, sepertinya si kembar sedang lapar. Sebagai naluri keibuannya, mendengar teriakan tangis kedua kalinya, Avril langsung terbangun dan segera mengambil si kembar untuk ia susui.
"Sayang, sini aku bantuin." Tawar Boo Young.
Boo Young menempatkan bantal khusus bayi kembar di perut Avril. Lalu Avril mulai menyusui bayi kembarnya.
"Terima Kasih sayang..." Kata Avril tersenyum.
Avril tampak meringis kesakitan ketika si kembar mulai meminum ASI. Hal itu di sadari oleh Boo Young dan ia segera bertanya pada Avril, apakah menyusui itu sangat menyakitkan?
"Sayang, apa sakit?" Tanya Boo Young khawatir.
"Sakit banget! mungkin karena ****** ku lecet, makanya saat si kembar menyusu, rasanya sakit banget." Jelas Avril sambil meringis kesakitan.
****** sakit saat menyusui merupakan salah satu kendala yang sering dihadapi oleh banyak ibu menyusui.
Biasanya, ****** sakit saat menyusui terjadi di minggu pertama menyusui dan akan hilang beberapa hari setelahnya. Meski demikian, ada beberapa ibu menyusui yang yang mengalami keluhan ini hingga berminggu-minggu, sehingga proses menyusui jadi tidak optimal.
Boo Young berinisiatif membuka google untuk mengetahui bagaimana caranya untuk mengatasi sakit pada ****** ibu yang sedang menyusui.
"Sayang, aku kompres pakai air dingin ya. Biar tidak terlalu sakit." Kata Boo Young yang merasa kasian terhadap Avril.
"Iya, Terima kasih sayang." Sahut Avril sambil meletakan si kembar ke dalam ranjangnya.
Avril merebahkan badannya ke atas ranjang, sedangkan Boo Young mengambil air dingin dan handuk kecil. Kemudian Boo Young membersihkan payudara Avril dan mengompresnya.
Sambil mengompres, Boo Young tiduran di sebelah Avril. Dia mencium kening Avril dan membelai rambut Avril dengan lembut. Dia tahu, menjadi seorang ibu itu tidaklah mudah.
"Sayang, apa sebaiknya kamu memompa ASI saja? kasian kamu, setiap menyusui merasakan sakit." Tanya Boo Young khawatir.
"Tidak perlu sayang, Aku takut nanti mama salah paham lagi. Nanti dengan seiring waktu juga sembuh." Jawab Avril tidak menyetujui kata Boo Young.
Mereka berdua pun saling berpelukan di atas ranjang. Boo Young mulai mencium kening, hidung hingga ke bibir ranum Avril. Mereka menikmati setiap sentuhan kulit mereka.
Walaupun mereka belum boleh melakukan hubungan suami istri, tetapi mereka sudah cukup puas dengan saling memeluk satu sama lain. Dan tak lama kemudian Avril pun tertidur di pelukan Boo Young.
Dengan pelan, Boo Young memindahkan kepala Avril dari tangannya. Ia kemudian beranjak dari ranjangnya dan mengambil handphonenya. Lalu dia menelpon seseorang dengan nada rendah, agar tidak membangunkan Avril dan si kembar.
Bersambung....