My Korean Husband

My Korean Husband
Foto Avril dan Seung Chul



Tak seperti biasanya, para karyawan memperhatikan mereka berdua ketika memasuki wilayah perusahaan. Penjaga keamanan, resepsionis dan karyawan yang lainnya, membuat Boo Young dan Avril menjadi gugup.


Tanpa menghiraukan mereka, Boo Young dan Avril pun langsung masuk lift dan naik ke lantai atas tempat ia bekerja. Lagi-lagi, rekan kerjanya pun memperhatikan kedatangan mereka tanpa alasan. Apakah karena mereka telat, sehingga menjadi perhatian?


Avril dan Boo Young masih merasa bingung, hingga seorang sekertaris masuk ke ruangan sang CEO sambil membawa koran cetak di tangannya. Avril yang merasa gugup pun menyalakan komputernya.


"Selamat pagi Avril!" Sapa ketua team sambil memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Selamat pagi!" Sahut Avril sambil meraih kertas di tangan ketua team.


Di lihatnya koran itu dan fotonya dengan Seung Chul yang sedang berpelukan, terpampang jelas di sampul koran tersebut. Ada juga foto di saat mereka berada di restoran dan Avril menerima sebuah hadiah di kotak kecil.


Avril yang terkejut pun langsung berdiri dari duduknya, berjalan menuju ke ruangan sang suami. Kartika ia masuk, sang sekertaris pun keluar dari ruangan sang CEO dengan menundukkan kepalanya, sebagai tanda rasa hormatnya.


"Sayang, aku bisa jelasin tentang ini!" Kata Avril mendekati sang suami.


"Aku percaya sama kamu. Dan aku sudah menyuruh orang ku untuk take down berita itu." Kata Boo Young sambil foto-foto Avril dengan Seung Chul di laptopnya.


Tetapi terlihat jelas dari raut wajah Boo Young, dia seperti sedang marah dan kecewa. Senyumnya pun kecut seperti permen nano-nano. Avril yang merasakan tatapan kemarahan suaminya pun mendekat ke arahnya dan meminta maaf.


Tetapi, Boo Young berdiri dari duduknya dan menyibukkan diri membuka-buka file berkas yang ada di mejanya tanpa memperdulikan keberadaan Avril. Lalu Avril pun memeluknya dari arah belakang dan meminta maaf.


"Sudahlah, jangan minta maaf terus. Nanti siang kita akan melakukan konferensi pers. Aku akan memberi tahu kepada semua karyawan, kalau kamu adalah istri ku. Aku akan menghubungi Seung Chul, agar dia mengkonfirmasi, jika kalian hanyalah berteman." Kata Boo Young dengan nada dingin.


"Aku beneran tidak melakukan apa-apa, pelukan itu pun hanya sekejap saja." Sahut Avril yang masih khawatir karena Boo Young terlihat marah.


Seakan-akan tidak mau membahas nasab foto itu, Boo Young kemudian menyuruh Avril untuk keluar dari ruangannya dengan alasan agar mempersiapkan diri untuk melakukan konferensi pers di siang nanti.


Dengan perasaannya yang campur aduk, Avril pun keluar dari ruangan suaminya. Karena dia juga tidak mau membuat masalah menjadi lebih buruk, jika dia tidak mendengarkan apa kata Boo Young.


...****************...


Konferensi pers sebentar lagi akan di mulai, teman-teman wartawan pun sudah menunggu di ruang meeting perusahaan milik Boo Young.


Avril terlihat gugup, karena sebentar lagi acara konferensi pers akan segera di mulai. Berbeda dengan Boo Young yang tampak tenang dengan wajah dinginnya. Mungkin karena dia sedang menahan amarahnya, sehingga ia tidak banyak berbicara.


Dengan menggandeng tangan Avril, Boo Young memasuki ruang konferensi. Kebetulan kantor Boo Young memiliki ruang konferensi yang cukup luas, sehingga bisa menampung beberapa karyawan dari stasiun TV swasta.


Boo Young dan Avril kemudian duduk di kursi yang di siapkan. Boo Young kemudian meraih mikrofon dan mulai berbicara.


"Saya, Park Boo Young yang menjabat sebagai CEO di perusahaan XX ingin memberi tahu kepada Anda semua bahwa Avril Ramona adalah istri saya. Jika di luar sana ada yang menggosipkan bahwa ia sedang menjalin kasih dengan model Seung Chul, ITU TIDAK BENAR!" Kata Boo Young dengan tegas.


Kemudian Boo Young meraih tangan Avril dan menuntunnya untuk keluar dari ruangan itu. Wartawan pun berhamburan ingin mengajukan pertanyaan tetapi bodyguard mencegah dan menghadang mereka.


Tanpa melihat mata Avril, Boo Young melonggarkan dasinya dan mengeluarkan nafasnya dengan kasar. Avril tahu kalau suaminya sedang menahan amarahnya. Kemudian Avril menggenggam tangan suaminya dan tak lama kemudian pintu lift pun terbuka.


"Sayang, apakah kamu marah?" Tanya Avril lirih.


"Apakah aku harus menjawab itu?" Sahut Boo Young dengan kesal.


Boo Young yang tampak marah pun langsung keluar dari dalam lift tanpa mengajak Avril. Para karyawan yang sedang duduk di kursi kerja mereka pun bisa melihat raut wajah sang CEO yang sedang marah.


Karena Boo Young terlihat marah, Avril pun tidak mau menggangunya dan duduk di kursi kerjanya. Tak lama kemudian Eun Soo datang untuk menanyakan masalah itu pada Avril.


Karena tidak mau banyak orang mendengar obrolan mereka, Eun Soo pun mengajak Avril naik ke rooftop untuk membicarakan masalah yang sedang terjadi pada Avril.


Setelah mereka sampai di rooftop, Avril menceritakan semua apa yang sebenarnya terjadi. Eun Soo pun tahu bahwa Avril tidak menyukai Seung Chul, jadi ia percaya apa saja yang di katakan Avril.


Setelah selesai mengobrol dengan Eun Soo, Avril kemudian keluar untuk membelikan makan siang buat Boo Young, karena dia tidak sempat makan, karena menyiapkan konferensi pers.


Dengan membawa kantong plastik di tangannya, Avril masuk ke ruangan sang suami tanpa mengetuk pintu. Di lihatnya Boo Young yang sedang bersandar di kursi kebesarannya dan kakinya selonjoran di atas meja, Boo Young menatap ke arah langit-langit.


"Sayang, makan dulu. Tadi kan kamu belum sempat makan siang." Kata Avril sambil menyiapkan makanan yang di bawanya.


"Aku tidak lapar!" Sahut Boo Young sambil menurunkan kakinya.


Avril yang tidak mendengar perkataan Boo Young, ia pun berjalan mendekati sang suami, dia mulai menyodorkan makanan di dekat mulut Boo Young. Tetapi Boo Young menolak suapan dari Avril dan mendorong tangan Avril untuk menjauh dari hadapannya.


Karena di paksa oleh Avril, Boo Young pun mendorong tangan Avril dengan kasar hingga makanan yang berada di sumpit terjatuh di lantai. Avril pun menangis, dia tidak tahu harus berkata apa agar sang suami tak marah lagi.


Melihat Avril menangis, Boo Young pun tak tega dan mendekat ke arah Avril dan memeluknya. Boo Young yang sedang di bakar api cemburu pun berusaha untuk mengesampingkan egonya.


"Sudah jangan menangis! maafkan aku, jika aku bersikap kasar. Aku terlalu mencintaimu Avril, melihatmu di peluk pria lain, hati ku terasa sakit." Kata Boo Young sambil mengelus rambut Avril.


"Percayalah, aku tidak melakukan apa-apa. Bahkan kado itu pun aku lupa membukanya." Sahut Avril yang masih sesenggukan.


"Iya, iya... aku percaya sama kamu." Peluk Boo Young semakin erat.


Mereka berdua pun saling berpelukkan, membuang rasa egois. Karena sikap egois hanya akan menghancurkan jalinan kasih di antara mereka. Kepercayaanlah yang di butuhkan dalam sebuah hubungan dan kejujuran lah yang harus kita terapkan dalam kehidupan kita.


Bersambung.....