
...****************...
"Jangan pernah datang lagi ke kantor ku atau aku akan menghancurkan karir mu, hingga kamu benar-benar hancur. Ingat! hubungan kita sudah selesai!" Kata Boo Young penuh dengan penekanan.
Siang itu Boo Rua datang ke kantor Boo Young. Karena tidak di ijinkan masuk oleh penjaga, Boo Rua pun membuat gaduh di lobby, hingga membuat Boo Young harus turun untuk menenangkannya.
Setelah Boo Rua pergi dari kantornya, Boo Young pun kembali naik ke atas. Karena waktu itu jam makan siang, Boo Young pun harus menggunakan lift khusus untuk naik ke atas. Karena dia tahu kalau banyak karyawan sedang menggunakan lift khusus staff.
Ternyata pas waktu Boo Young mau masuk ke dalam lift, Avril sudah siap untuk keluar dari dalam lift, tetapi Boo Young tak memberi jalan keluar untuk Avril, malah tubuh Avril di dorong Boo Young untuk masuk ke dalam lift dan naik ke atas bersamanya.
"Sekarang sudah berani memakai lift khusus ya! Mentang-mentang sudah resmi jadi istri CEO." Ledek Boo Young yang gemas melihat ekspresi Avril.
"Bu-bukan begitu, a-aku hanya salah masuk saja." Sangkalan Avril.
Tetapi Boo Young tidak perduli dengan penjelasan Avril, hingga bibirnya pun sudah mendarat ke bibir imut Avril.
Betapa kagetnya para karyawan ketika pintu lift terbuka, mereka melihat kelakuan sang CEO yang sedang mencium mesra sang istri di dalam lift. Karena memang siang itu sudah waktunya makan siang, jadi banyak karyawan yang mengantri di lift sebelah.
"Selama ini kita tidak pernah menyangka kalau Avril benar-benar istri CEO!" Bisik seorang karyawan.
"Beruntung sekali Avril, punya suami kaya dan tampan seperti CEO kita." Sahut karyawan sang lain dengan berbisik-bisik.
Karena merasa malu, Avril pun menutupi mukanya dengan tangannya. Boo Young pun dengan sigap menarik tangan Avril dan menariknya untuk masuk ke dalam ruangannya.
"Lepaskan aku!" Bentak Avril dengan keras.
"Di rumah kamu boleh menjadi Nyonya, tetapi kalau di kantor, aku tetap yang menjadi bos-nya!"
Boo Young pun semakin mendekatkan tubuhnya pada Avril, hingga benar-benar tidak ada celah di antara mereka. Mata Boo Young memandangi Avril penuh dengan keinginan.
Tidak ada pilihan lain bagi Avril selain pasrah dengan apa yang di lakukan Boo Young. Tapi bukan orang Indonesia namanya kalau tidak punya akal.
Kaki Avril pun segera ia angkat dan ia injakan ke kaki Boo Young dengan sekuat tenaganya. Hingga membuat Boo Young teriak kesakitan.
"Aku lapar! jangan mengganggu singa betina yang lagi lapar!" Ledek Avril dengan percaya diri.
"Ayo makan di luar!" Ajak Boo Young.
Tetapi Avril tidak mendengarkan kata-kata Boo Young dan ia langsung pergi keluar dari ruangan Boo Young dengan melangkah cepat.
Ternyata Eun Soo sudah menunggunya dari tadi di cafe dekat kantor. Boo Young pun mengikuti langkah Avril. Seperti seorang CEO yang kehilangan harga diri karena cinta.
"Sudah 30 menit aku nunggu kamu! kesini malah bawa singa banci!" Protes Eun Soo pada Avril.
"Sorry, gara-gara singa banci sedang kepanasan, aku jadi telat kesini!" Sahut Avril sambil duduk.
Boo Young yang tak terima di sindir sebagai singa banci, ia pun segera memeluk Avril dari belakang dan melingkarkan tangannya di bahu Avril. Karena Boo Young tahu kelemahan Avril, kalau bermesraan di depan umum Avril akan malu dan salah tingkah.
Avril yang sedang malu, ia pun berinisiatif untuk berdiri. Sehingga kepalanya membentur dagu Boo Young. Lagi-lagi Boo Young merasa kesakitan dan malu, karena orang di cafe itu melihat ke arah Boo Young.
"Ya! kalian bukan anak kecil lagi. Ingat umur kalian sudah 30 tahun lebih. Kalau mau main-main di rumah saja! Aku malu liat kalian bertingkah seperti anak SMA." Kata Eun Soo sambil menahan ketawa.
Eun Soo yang sedang mengambil kesempatan pun segera mengambil menu dan memesan makanan yang paling mahal-mahal di cafe tersebut. Begitupun dengan Avril yang tak mau kalah dengan Eun Soo, dia juga memesan makanan yang paling enak menurutnya.
"Ya! Avril, sadarlah.... kamu seorang Nyonya, jangan bersikap seperti orang yang sedang duduk di depan mu itu. Yang sedang memanfaatkan kekayaan seseorang." Sindir balik dari Boo Young untuk Eun Soo.
"Ya! Boo Young, sadarlah.... Avril tidak mau menjadi Nyonya di rumah mu!" Balas Eun Soo tak mau kalah.
Avril hanya bisa menjadi pendengar ketika Boo Young dan Eun Soo saling menyindir. Karena ketika mereka bersama tidak pernah akur.
"Sudah sudah! makanan sudah datang, ayo makan. Aku sudah lapar!" Suruh Avril agar mereka berdua cepat makan.
Mereka pun mulai menyantap hidangan yang terlihat mewah dan mahal. Tak hanya tinggi harganya, tetapi makanan itu tinggi akan cipta rasanya. Jadi tidak rugi kalau harus membayar mahal.
"Bagaimana Eun Soo, makanan mahal rasanya enak kan?" Tanya Boo Young sambil meledek.
"Tetep enak masakan Avril!" Jawab Eun Soo dengan memuji Avril.
Boo Young segera menghentikan aktivitas memakannya. Dia melihat ke arah Eun Soo dan memperingatkan kalau Eun Soo tidak boleh menyuruh Avril masak lagi.
"Ya! kamu Eun Soo, jangan lagi kau menyuruh istriku memasak untuk mu. Lihat tangannya semakin kasar karena memasak untuk mu." Protes Boo Young.
"Ya! Aku tidak pernah menyuruh Avril untuk memasak, dia sendiri yang punya hobi memasak!" Bela Eun Soo pada dirinya sendiri.
"Mendengar kalian tidak berhenti bicara membuat ***** makan ku hilang!" Protes Avril serius.
Boo Young dan Eun Soo kemudian diam dan memakan makanannya sampai habis.
Setelah mereka selesai makan siang, kemudian mereka kembali ke kantor. Avril bekerja seperti biasanya dan menyuruh semua rekan kerjanya untuk tidak memperlakukannya berbeda.
...****************...
Sebelum waktunya pulang kerja, Boo Young menyuruh Avril untuk masuk ke ruangannya.
"Nanti pulang bareng dengan ku ok!" Ajak Boo Young.
"Lebih baik aku jalan kaki dari pada harus pulang dengan mu. Aku sudah terlalu baik kepada mu, jangan meminta lebih." Tolak Avril atas ajakan Boo Young.
Boo Young kemudian menarik tangan Avril. Memohon agar dia bersikap baik padanya. Berkali-kali Boo Young meminta maaf, tetapi Avril tidak meresponnya.
"Avril, aku kan sudah minta maaf berkali-kali dan aku menyesal karena sudah menyakiti mu." Kata Boo Young bersedih.
"Jika kau di posisi ku, apa kamu akan mudah memaafkan orang yang sudah menyakiti mu lahir dan batin?" Tanya Avril dengan serius.
Boo Young pun hanya terdiam dan menundukkan kepalanya. Sedangkan Avril pergi keluar dari ruangan Boo Young.
Meminta maaf itu gampang, tetapi untuk memaafkan itu perlu waktu. Jadi janganlah menyakiti seseorang jika kamu tidak ingin di sakiti.
Bersambung...
Baca juga tulisan ku MY LUCKY LIFE dan jangan lupa klik tanda 💙 tinggalkan like dan komen. Kritik dan saran kalian adalah dukungan buat Author agar lebih baik dalam menulis. Terima Kasih.