My Korean Husband

My Korean Husband
Akhir Drama Boo Young



Boo Young POV,


Setelah mendapat kabar dari asisten barunya, kalau Boo Rua mengalami Hipotermia akut, Boo Young kemudian dengan buru-buru mengambil handphonenya dan pergi dari kantornya.


Melewati meja kerja Avril tanpa berkata apa-apa, Boo Young berjalan menuju ke arah lift. Sempat tertangkap oleh Boo Young ekspresi wajah Avril yang tampak kebingungan melihat Boo Young keluar dari ruangan dengan buru-buru.


Boo Young pergi ke rumah sakit untuk menjadi wali Boo Rua. Karena orang tua dan saudara-saudara Boo Rua tinggal di luar negeri. Dengan langkahnya yang lebar menyusuri lobby perusahaan, kemudian Boo Young masuk ke dalam mobil mewah yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Boo Young kepada asistennya.


"Dia sudah di tangani oleh Dokter ahli." Jawab sang asisten sambil menyetir.


Sesampainya Boo Young di rumah sakit, ia pun mengurusi semua keperluan rawat inap dan registrasi. Di lihatnya Boo Rua yang masih tak sadarkan diri. Tidak ada rasa bersalah dalam mata Boo Young, dia malah tersenyum sinis memandangi gadis yang pernah singgah dalam hatinya.


Setelah selesai semua registrasi, Boo Rua di pindah ke ruang inap, karena suhu badannya mulai memanas. Hanya saja belum sadarkan diri.


"Itulah yang di rasakan istri ku dan kamulah penyebab semuanya! Dan sekarang kamu harus merasakan apa yang di rasakan istri ku!" Batin Boo Young.


Terdengar bunyi suara handphone dari dalam tas Boo Rua. Karena sebelum di bawa ke rumah sakit, sang asisten telah membawa barang-barang penting milik Boo Rua.


Boo Young kemudian mengambil handphonenya dari dalam tas. Di layar tertera nama Hyung Shik Oppa. Seketika Boo Young merasa heran, kenapa sahabatnya itu bisa menelpon Boo Rua.


Boo Young pun mengangkat panggilan itu dan memberitahu kepada Hyung Shik kalau Boo Rua sedang di rawat di rumah sakit. Ada hal yang aneh, ketika Hyung Shik mendengar kabar kalau Boo Rua sedang di rumah sakit.


"Please jagain dia Boo Young, dia tidak punya siapa-siapa di sana. Aku akan segera membeli tiket dan langsung ke sana." Kata Hyung Shik khawatir.


Setelah selesai mengangkat panggilan itu. Boo Young duduk di sofa dan memikirkan atas sikap sahabatnya yang sangat khawatir dengan keadaan Boo Rua. Setahunya mereka tidak begitu dekat satu sama lain.


Karena merasa lapar, ia pun menyuruh sang asisten untuk memesankan makanan untuk Boo Young. Karena dia tidak ingin makan sendirian, Boo Young pun mengajak sang asisten untuk makan bersamanya.


"Kamu boleh pulang, biar aku yang menjaga wanita itu!" Suruh Boo Young kepada sang asisten yang baru saja selesai makan.


Setelah makan, Boo Young terserang rasa kantuk. Lalu ia merebahkan badannya di atas sofa hingga tertidur pulas. Tanpa memberi tahu keberadaannya kepada Avril.


...****************...


Pagi sudah, Boo Young pergi ke kamar mandi untuk membersikan diri. Di lihatnya Boo Rua yang masih tidur atau mungkin belum sadar. Lalu ia mengambil handphonenya, tetapi handphonenya sudah mati kehabisan baterai.


Pagi itu sang Dokter datang untuk memeriksa keadaan Boo Rua. Dengan malas Boo Young bertanya kepada dokter.


"Apakah dia belum sadar dari kemarin, Dok?" Tanya Boo Young.


"Menurut informasi dari Dokter yang berjaga, tadi malam saudari Boo Rua sudah sadarkan diri." Jawab sang Dokter.


Karena Boo Young semalam tidur sangat pulas, ia tak mendengar kedatangan Dokter untuk memeriksa Boo Rua. Dan tak lama setelah Dokter keluar dari ruangan, Boo Rua pun terbangun dari tidurnya.


"Kenapa kamu membawa ku ke rumah sakit? kenapa kamu menyiksa ku seperti ini?" Tanya Boo Rua sambil menangis.


"Karena aku belum puas menyiksa mu! Dan kamu akan merasakan apa yang di rasakan oleh istri ku! Semua ini karena perbuatan mu yang mencoba mencelakai istri ku. Kalau saja tidak ada penjaga hotel, pasti pria itu sudah tidur dengan istri ku!" Teriak Boo Young pada Boo Rua.


Karena Boo Rua sadarkan diri, Boo Young pun pergi keluar dari ruangan itu. Boo Young kemudian berjalan menuju ke arah parkiran dan menghampiri sang asisten yang menunggunya di mobil dari tadi pagi.


Karena ia merasa lapar, Boo Young kemudian menyuruh sang asisten untuk berhenti di sebuah restoran. Dan ia pun meminta sang asisten untuk menemaninya makan.


Setelan selesai makan, Boo Young kemudian melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke apartemen.


"Maaf Tuan, Saya lupa memberi tahu pesan ini." Kata sang asisten sambil menunjukan handphonenya.


Wajah Boo Young langsung berubah ceria, bibirnya tersenyum melebar setelah membaca pesan itu. Kemudian ia membalas pesan itu menggunakan handphone sang asisten.


"Maaf Nyonya, Tuan Boo Young sudah pulang ke apartemen." Boo Young membalas.


Setelah Boo Young sampai di apartemennya, ia kemudian mandi. Karena dari kemarin dia tidak mandi. Setelah ia mandi, ia keluar dari kamar untuk membuat kopi.


Selesai membuat kopi, Boo Young berencana untuk meminum kopi di dalam kamar. Langkahnya berhenti ketika mendengar tombol kode pintu berbunyi. Ia kemudian memutar badannya ke arah pintu. Betapa kagetnya dia ketika Avril tiba-tiba berlari memeluknya dengan cepat hingga kopinya tertumpah sedikit di lantai.


Antara bingung dan senang Boo Young melihat Avril yang sangat menggemaskan. Kemudian Avril melepaskan pelukannya sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya dan berlari masuk ke kamar.


"Apakah dia sedang merindukan ku?" Batin Boo Young.


Dengan perasaanya yang masih tak menentu, Boo Young meletakkan kopinya di atas meja makan yang belum sempat ia minum. Kemudian ia masuk ke dalam kamar dan ternyata Avril sedang di kamar mandi.


Cukup lama juga Avril berada di dalam kamar mandi, Boo Young pun mengetuk pintu dan Avril keluar dari kamar mandi sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa kamu pulang lebih awal? apa karena aku tidak di kantor, jadi kamu bersikap seperti Nyonya?" Tanya Boo Young.


Avril kemudian menurunkan tangannya, lalu ia menoleh ke arah Boo Young. Ketika Avril ingin menjawab pertanyaan Boo Young, bibir Boo Young dengan cepat menyambar bibir ranum Avril dengan lembut dan ciumannya pun di balas oleh Avril.


Dengan masih berciuman, Boo Young menuntun Avril untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dengan posisi tubuh Boo Young menindih tubuh Avril. Boo Young mulai memainkan ahlinya, menelusuri setiap jengkal tubuh mulus Avril.


Boo Young membenamkan kepalanya di leher Avril dan meninggalkan beberapa jejak di sana. Bibirnya turun ke bawah hingga berhenti di antara gunung kembar milik Avril.


Dia bermain-main di sana hingga merasa puas, di lihatnya Avril yang memejamkan matanya menikmati setiap permainan yang di lakukan oleh Boo Young.


Tak mau menunggu lama lagi, Boo Young kemudian melakukan bercocok tanam di ladang milik Avril. Suara Avril membuat Boo Young lebih semangat untuk bercocok tanam hingga mengaliri ladang Avril dengan air terbaik milik Boo Young.


Bersambung.......