
...****************...
Avril baru saja selesai menerima panggilan dari Calvin melalui handphonenya. Calvin memberi selamat ulang tahun kepada sang mama, tak kecuali kedua mertuanya. Baru saja Avril mau menaruh handphonenya di meja, tetapi suara notifikasi berderit di tangannya.
Ia kemudian membuka dan membaca pesan itu, karena dia tidak ingin Boo Young melihat pesan itu, Avril pun segera menghapusnya. Pesan dari seorang laki-laki yang mengagumi Avril.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Boo Young sambil memasukan barang-barangnya di dalam koper.
Karena Avril menyembunyikan sesuatu, jadi gelagatnya berbeda seperti biasanya. Sebenarnya Boo Young merasa curiga, tapi ia segera menepisnya dengan segera. Karena dia tidak mau mencurigai sang istri lagi dan ia yakin kalau Avril tidak akan berbuat aneh-aneh di belakangnya.
"Oh! a-aku tidak apa-apa, tiba-tiba kangen dengan Calvin." Jawab Avril dengan berbohong.
Walaupun terlihat sepele, tetapi jika sekali ia berbohong, maka seterusnya ia akan berbohong untuk menutupi kebohongan yang sebelumnya.
Avril pun segera meletakkan handphonenya dan ia kemudian membantu Boo Young untuk membereskan barang-barangnya. Ketika Avril ingin memasukan sesuatu ke dalam koper milik Boo Young, dia menemukan sesuatu di dalam kotak.
"Ini apa?" Tanya Avril penasaran.
Boo Young kemudian menarik kotak tersebut dari tangan Avril.
"Oh! ini hanya...hanya....."
Belum sempat Boo Young memberi tahu Avril, tangan Avril lebih dulu mengambil kotak itu dan berlari menjauh dari Boo Young.
Di bukanya kotak itu dan isinya adalah sepasang sepatu hak tinggi warna merah. Avril pun mengeluarkan isinya dan mencoba sepatu itu, tetapi sepatunya agak longgar di kaki Avril, sehingga ketika di buat jalan akan terlepas sendiri.
"Ini sepatu untuk siapa?" Tanya Avril dengan melirik ke arah Boo Young.
"Itu untuk kamu, tetapi aku tahu kalau kamu kebesaran, jadi aku simpan saja!" Jawab Boo Young jujur.
Kemudian Boo Young menceritakan bagaimana ia bisa membeli sepatu itu dan Boo Young mengeluarkan sebuah kotak lagi dari kopernya. Dan ia langsung memberikannya kepada Avril.
"Sebenarnya aku ingin mengajak mu makan malam dengan memakai gaun dan hak tinggi itu, tapi setelah aku tahu kalau kamu memakai ukuran 38, mood ku jadi hilang!" Kata Boo Young mendengus kesal karena rencananya gagal.
"Kenapa kamu tidak mengecek dulu sebelum membeli sesuatu?" Tanya Avril tersenyum.
Sebenarnya Boo Young sudah mengecek sebelum membeli untuk Avril, tetapi dia malah ingatnya sepatu ukuran punya Boo Rua ketika dia berada di shop. Karena sangking seringnya Boo Rua minta di belikan sepatu olehnya, waktu mereka masih menjalin hubungan.
Tidak mungkin dia memberi tahu Avril tentang kesalahannya karena Boo Rua, ia lebih memilih tidak menjelaskan kepada Avril dan mulai memasukan barang-barangnya ke dalam koper.
Setelah semua di masukan ke dalam koper, mereka berdua pun bersiap-siap untuk pulang. Lagi-lagi notifikasi pun terdengar di handphonenya, tanda ada pesan masuk. Kali ini Avril malas untuk membuka pesan itu, karena ia sedang make up.
"Sayang, sudah siap belum?" Tanya Boo Young yang baru selesai menaruh barang-barang ke dalam mobil.
"Sudah! aku keluar sekarang!" Jawab Avril sambil mengecek bawaannya.
Di rasa tidak ada yang ketinggalan, Avril kemudian keluar dari kamar. Dia berjalan ke arah Boo Young yang sedang duduk di sofa. Boo Young menatapnya dengan tatapan menggoda, lalu ia berdiri dan memeluk Avril. Kemudian Boo Young mendaratkan kecupan ringan di kening Avril.
Tak ketinggalan Boo Young mendaratkan ciuman ke bibir Avril, ia bermain-main menikmati kekenyalan dan kelembutan bibir sang istri sambil melingkarkan lengannya di pinggang Avril.
"Ya! kau merusak rias ku!" Protes Avril.
Boo Young hanya tersenyum melihat Avril memprotes dirinya. Karena Avril tak berhenti berbicara, ia kemudian menyerang bibir Avril kembali dengan agresif.
"Kamu benar-benar sudah merusak riasan ku!" Teriak Avril sambil berlari mencari cermin.
"Kamu lebih cantik tanpa riasan!" Puji Boo Young.
Karena sudah hampir waktunya makan siang, Boo Young kemudian mengajak Avril untuk segera keluar dari villa. Karena ia sudah merasakan lapar pada perutnya.
Ketika Avril baru saja duduk di dalam mobil, handphonenya berdering ada telepon masuk. Tetapi Avril mematikan panggilan itu dan di masukkan kembali handphonenya ke dalam tas.
"Kenapa tidak di angkat?" Tanya Boo Young curiga.
"Tidak penting! nanti saja kalau sudah sampai di rumah aku akan menelponnya." Jawab Avril tersenyum kepada Boo Young.
Boo Young mulai menaruh rasa curiga kepada Avril, karena tak seperti biasanya ia merasa kaku jika ada panggilan masuk dan ekspresi Avril membuat Boo Young tambah curiga kepadanya. Curiga karena khawatir ada yang di sembunyikan Avri darinya.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di restoran, mereka beristirahat untuk makan siang. Avril dan Boo Young turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran.
Dengan pemandangan yang indah, mereka bisa melihat hamparan pasir putih di tepi pantai, karena memang restoran itu terletak di tepian pantai. Tak lupa Avril mengabadikan pemandangan itu dengan mengambil beberapa foto dan ia upload di sosial media miliknya.
Boo Young yang melihat Avril kegirangan pun hanya bisa tersenyum. Setelah ia memesan makanan, Boo Young kemudian menghampiri Avril dan mengambil beberapa foto dengan sang istri. Boo Young pun tak mau kalah, ia juga meng-upload fotonya dengan Avril.
Berbeda dengan Avril, ia hanya meng-upload fotonya dan pemandangan dari pada meng-upload fotonya dengan sang suami. Karena pesanan mereka sudah datang, merekapun kembali ke meja di mana ia duduk tadi.
"Mmmm.. rasanya enak sekali!" Puji Avril
"Dulu aku sering makan di sini sama Papa dan Mama." Kata Boo Young.
Ketika mereka berdua sedang menikmati makanannya, handphone Avril yang ia letakkan di meja, bergetar ada notifikasi pesan masuk.
Avril kemudian membuka pesan itu tanpa membalasnya dan ia letakkan kembali di meja. Boo Young memperhatikan sikap Avril yang terlihat gugup, Boo Young pun melontarkan pertanyaan.
"Pesan dari siapa?" Tanya Boo Young dengan tatapan curiga.
"oh! da-dari Eun Soo, ya ya dari Eun Soo." Jawab Avril dengan memaksakan tersenyum.
Boo Young benar-benar merasakan ada yang aneh dari diri Avril. Ia percaya kalau ada sesuatu yang ia sembunyikan.
Makanan mereka pun sudah habis, Avril segera mengajak Boo Young untuk pulang. Tetapi karena Boo Young baru menghabiskan makanannya, ia pun menyuruh Avril untuk menunggu sebentar lagi. Agar makanan yang mereka makan turun ke lambung.
Avril pun nampak gelisah ketika handphonenya mulai bergetar lagi, ia kemudian memilih untuk mematikan handphonenya agar tak membuat Boo Young curiga.
Tetapi langkah yang ia ambil untuk mematikan handphonenya, membuat Boo Young semakin yakin kalau Avril menyembunyikan sesuatu darinya. Dengan wajah kesalnya, Boo Young kemudian mengajak Avril untuk pulang.
"Ayo pulang!" Ajak Boo Young kesal.
"Ok! let's go." Sahut Avril tanpa menyadari kekesalan Boo Young.
Selama di mobil Boo Young hanya diam, sesekali ia melirik ke arah Avril yang sedang menatap ke arah luar, melihat pemandangan. Perasaannya pun mulai tak tenang, karena sikap Avril benar-benar beda dari hari-hari sebelumnya.
Bersambung....