My Korean Husband

My Korean Husband
Avril Cemburu



Ternyata wanita cantik itu bernama Lee Da-Hee yang sering di Dinna, putri dari presiden perusahaan terbesar di salah satu negara Korea. Wajahnya yang begitu cantik, membuat Avril ketar ketir jika Boo Young sampai tergoda oleh pesona Dinna.


Siang itu ternyata Dinna menunggu Boo Young di lobby, Dinna menunggu Boo Young untuk makan siang. Kali ini Boo Young tidak mengajak Avril, karena Avril sudah pergi duluan untuk makan siang dengan Eun Soo.


Mereka berdua masuk di sebuah restoran, di mana Avril dan Eun Soo juga berada di sana. Dinna yang menyadari ada Avril di sana, ia langsung melingkarkan tangannya di lengan Boo Young. Tetapi tangan Boo Young yang satunya mencoba untuk melepaskan tangan Dinna.


Boo Young yang belum menyadari keberadaan Avril, ia memilih duduk di tengah-tengah restoran. Karena dia teringat jika Avril lebih suka duduk di pinggir dekat tembok, jadi Boo Young berfikir untuk tidak menyamakan dengan sang istri.


Terlihat jelas, beberapa kali Dinna mencoba menggoda Boo Young, lagi-lagi Boo Young tak meresponnya. Dan Sesekali Dinna merapikan rambutnya dan menyentuh tangan Boo Young.


Dari sudut restoran, di mana Avril duduk. Ia memandang kesal ke arah suaminya yang hanya makan berduaan dengan wanita cantik. Padahal tadi ketika Avril mengajaknya makan bersama, Boo Young beralasan masih ada pekerjaan yang belum ia selesaikan.


Eun Soo yang menyadari tatapan amara Avril, segera menengok ke belakang dan melihat siapa sebenarnya yang Avril lihat hingga membuatnya terlihat marah. Eun Soo pun tersenyum melihat sahabatnya yang sedang cemburu.


"Tak perlu marah, resiko punya suami tampan hahaha...." Ledek Eun Soo tertawa.


"Diam! makan saja makanan mu!" Gerutu Avril.


Boo Young yang mendengar tertawa seseorang langsung menoleh ke sumber suara itu, karena suara tawa itu tidak asing baginya. Di lihatnya Avril sang istri yang sedang duduk memakan makanannya dengan ekspresi marah. Boo Young kemudian berdiri dan menghampiri sang istri.


Avril melihat Boo Young berjalan ke arahnya, ia pun dengan segera menghabiskan makanannya. Sedangkan Eun Soo sudah menghabiskan makanannya sejak tadi.


"Kenapa kamu tidak memanggil ku, jika kamu berada di sini?" Tanya Boo Young mencondongkan badannya ke arah Avril.


"Buat apa aku memanggil mu, kamu sudah di temani wanita cantik!" Jawab Avril ketus.


Kemudian Avril berdiri dan mengajak Eun Soo balik ke kantor, tetapi tangan Avril di tarik oleh Boo Young agar tetap di restoran menemaninya makan.


"Kamu boleh balik, tapi Avril tetap di sini menemani ku makan!" Kata Boo Young melihat ke arah Eun Soo.


"Enak saja! Avril yang mengajak ku kesini, dia juga yang harus menemaniku balik!" Protes Eun Soo.


Kemudian Avril melepaskan tangannya dari cengkraman Boo Young dan mengajak Eun Soo balik ke kantor. Karena pesanannya sudah datang, Boo Young kemudian berjalan menghampiri Dinna dan duduk memakan makanannya.


"Maaf, sepertinya istri mu salah paham?" Kata Dinna pura-pura perhatian.


"Tidak apa-apa, nanti dia juga akan baik sendiri." Sahut Boo Young sambil memakan makanannya.


Setelah selesai makan, Boo Young berpamitan untuk balik ke kantor. Sedangkan Dinna masih duduk di restoran menunggu sang supir menjemputnya. Dinna tampak kesal karena Boo Young tak meliriknya sama sekali.


Boo Young dengan cepat melangkahkan kakinya untuk keluar dari restoran tersebut. Ia pun sampai di lobby perusahaan dan langsung memencet tombol lift. Ketika ia keluar dari lift, di lihatnya Avril yang sedang serius memandangi komputernya.


Lalu Boo Young berjalan mendekatinya dan meraih tangan Avril agar mengikutinya masuk ke dalam ruangannya. Tetapi Avril menolak dan menarik balik tangannya, hingga para rekan kerjanya menoleh ke arah mereka berdua.


"Kamu di rumah boleh menjadi Nyonya, tapi di sini kamu tetap karyawan ku dan harus menurut perintah ku!" Kata Boo Young dengan tegas.


Dengan ekspresi wajah yang cemberut, Avril pun terpaksa mengikuti langkah Boo Young dari belakang. Rekan kerjanya yang melihat tingkah kekonyolan sang CEO pun tertawa geli di buatnya.


Mereka berdua pun berada di dalam ruangan, Boo Young kemudian mendorong tubuh Avril ke tembok dan mulai mencium bibir manisnya dengan lembut. Avril yang masih marah pun memberontak dan mendorong tubuh Boo young.


"Tadi katanya kamu masih ada kerjaan, tetapi kamu malah pergi makan sama dia." Protes Avril seperti anak kecil.


Boo Young kemudian menjelaskan alasan dia menerima ajakan Dinna. Karena penjelasan Boo Young dapat di terima oleh Avril, kemudian ia memeluk tubuh Boo Young dengan erat. Seakan-akan tidak ingin di pisahkan.


Akhir-akhir ini Avril memang sering manja dan bertingkah seperti anak kecil. Mungkin karena ia sudah lama mendambakan sosok suami dan kini ia sudah mendapatkan Boo Young, sehingga ia bertingkah seperti itu.


"Percayalah, aku akan selalu di samping mu dan Calvin. Kalian adalah prioritas ku, aku tidak ingin menyakiti mu lagi." Kata Boo Young sambil mengelus rambut Avril.


Setelah itu, Avril pergi keluar dari ruangan suaminya, agar para rekan kerjanya tidak berpikiran yang aneh-aneh.


...****************...


Sore itu Avri dan Boo Young keluar dari kantor menuju parkiran mobil. Di lihatnya Seung Chul dari kejauhan, yang baru saja keluar dari mobil. Avril pun sudah merasa was-was, takut Boo Young salah paham dan marah ketika Seung Chul menemuinya.


Tapi ternyata dugaan Avril salah, dialah yang sudah salah paham. Kedatangan Seung Chul bukan untuk menemuinya, melainkan untuk menjemput Eun Soo. Di lihatnya, Eun Soo berjalan mendekati Seung Chul dan bergandengan tangan. Avril pun melongo masih tak percaya, kalau mereka berdua secepat itu saling mengenal.


"Lihat itu, perjodohan yang aku lakukan, sepertinya berhasil." Kata Avril memberitahu Boo Young.


"Beri tahu Eun Soo untuk hati-hati, Seung Chul itu laki-laki playboy." Sahut Boo Young sambil membuka pintu mobil.


Avril hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya, karena dia tahu kalau Eun Soo bukan wanita gampangan dan mudah takluk oleh laki-laki tampan.


Kemudian Avril masuk ke dalam mobil, dia mengambil handphone dari dalam tasnya dan mengirim pesan untuk sahabatnya.


"Yang lagi kasmaran, ingat batasan ya!" Pesan Avril mengingatkan.


Boo Young yang melihat Avril tersenyum sendiri pun langsung menarik tangannya dan memeluk tubuh Avril. Entahlah, hanya memeluk Avril saja rasanya sangat nyaman.


"Nanti aku mau pergi ke apartemen Boo Rua, kamu mau ikut?" Tanya Boo Young sambil menyetir.


"Mau apa kamu ke apartemen Boo Rua?" Sahut Avril dengan nada kaget.


Kemudian Boo Young memberitahu apa maksud ia ke apartemen Boo Rua. Avril mengijinkan Boo Young untuk pergi ke apartemen Boo Rua, tetapi dia tidak mau ikut. Memikirkan Boo Rua saja sudah membuatnya emosi, apalagi bertemu dengannya.


Avril dengan ekspresi cemberut langsung memalingkan wajahnya ke samping kiri agar tidak bisa di lihat oleh Boo Young.


"Jangan marah! kalau tidak boleh, aku juga tidak akan pergi ke apartemen Boo Rua." Kata Boo Young tersenyum.


"Stop! jangan katakan nama Boo Rua lagi. Kalau kamu mau pergi ya pergi saja, aku mau istirahat!" Sahut Avril dengan ketus.


Boo Young hanya bisa tersenyum melihat Avril bertingkah seperti anak kecil. Dia tahu kalau Avril tidak suka membahas Boo Rua lagi.


Bersambung....


Reader yang baik hati, berikan like kalian sebagai penyemangat Author untuk melanjutkan menulis. Terima Kasih...